Marketplace Chicken and Egg Problem

Eggs of a Quail (Coturnix sp.), in comparison ...

Eggs of a Quail (Coturnix sp.), in comparison to a chicken’s egg. (Photo credit: Wikipedia)

Ini materi tahun 2012 sebenarnya tapi tetap ingin ditulis supaya tak terbuang percuma. Rumus umum tapi seringkali terlupa karena gegap gempita peluncuran produk atau panik tiba-tiba karena kemunculan kompetitor. Saya sebut chicken and egg problem karena memang tidak ada titik pasti di mana kita harus memulai. You can start anywhere but make sure to iterate.

It got to be purple!

Yes, no brainer lah ya kalau mau jualan apapun memang harus punya produk keren dulu. Tapi masalahnya kan kita belum tahu siapa sebenarnya konsumen kita. Apakah yang mirip dengan kita, teman kita, atau teman dari teman kita? Yang memulai dari titik ini biasanya memulai dengan produk yang ia sukai. Belum tentu keren bagi orang lain tapi ya we need to start somewhere.

Know your customer!

Masih ingat fish where the fish are? Tentu saja jika ingin mendapatkan ikan harus memancing di tempat yang ada ikannya. Barang yang kita jual boleh saja keren dan harganya miring, tapi kalau tidak ada yang tahu atau yang tahu justru yang tidak minat dengan barang tersebut ya wassalam. “Ikan” bisa dicari di Facebook, Google atau tempat lain yang menawarkan iklan berbasis segmentasi. Tapi hati-hati, jangan gegabah, karena sekali ikan gagal dipancing maka akan sulit untuk didatangkan lagi. Ikan sekarang pintar-pintar.

Measure and iterate!

Tetaplah bereksperimen untuk mendapatkan kombinasi terbaik dari barang dan segmen konsumen. Your goal is not to serve your ideal. Your goal is profit. Kalau harus pivot, ya lakukan pivot. Tapi jangan asal. Ukur dan ulang ukur. Pastikan kita paham kenapa kita ambil sebuah langkah dan bagaimana mengukur kesuksesannya.

Nah, itu rumus umumnya. Sekarang mari dibahas apa yang kira-kira dicari penjual dan pembeli.

Penjual mencari pembeli

Oh ya jelas ini. Tapi yang biasanya masih mencari adalah yang tak punya banyak pembeli. Yang sudah punya merek biasanya tak ngoyo karena pembeli sudah tahu di mana mencari mereka. Pain point merchant yang bergabung di marketplace adalah kurang pembeli. Ngapain saya pajang barang di situ kalau gak ada yang beli? Jadi ya pastikan marketplace yang dibuka banyak selalu banyak pembelinya. Ingat, pembeli ya, bukan visitor.

Pembeli mencari pembanding

Menyediakan yang dicari tidaklah cukup. Pembeli menunggu sampai merasa mantap (atau impulsif) untuk membeli. Karenanya, jangan lupa sediakan pembanding berupa variasi piihan atau spesifikasi yang lebih informatif. Jika hal ini tak berhasil membuahkan konversi, mungkin kita harus cek harga. Kalau mahal ya jangan berharap banyak yang beli. Rumus gampang-gampang susah. Tapi jual murah tak berarti harus rugi. Ingat FREE.

Last but not least, jika Anda akan menendang 2013 dengan sebuah startup baru, jangan lupa baca artikel pedas ini. Selamat tahun baru 2013!

Second Screen App

Second screen app, adalah aplikasi yang terpasang di layar tambahan yang berfungsi untuk memberikan added-value atau pengalaman ekstra pada konten pada layar utama. Kenapa penting?


That one idea

Apakah masih ada yang galau dengan startup? Serasa memiliki urusan yang belum selesai karena belum bikin startup? Bukan untuk jadi biliuner tapi sekedar menghilangkan hal yang membuat tidur tak nyaman. Tak bisa disalahkan. Startup itu ibarat teka-teki. Seringkali membuat kita berpikir: aku juga bisa memecahkannya. One thing, at its best. Sialnya, ide tak kunjung datang.


Startup doesn’t matter, DIY culture does

Circa 2009-2010, Indonesia terkena demam yang bersumber dari Silicon Valley. Bocah nakal yang membangun Digg jadi role model. Sosok sempurna, pemberontak, yang tak mau mendengar kata orang lain. Impossible is possible.


Make it count!

RonaldWidha ini memang nyebelin. Pas ketika saya senang dengan naiknya nilai pagespeed, dia datang dengan twit di seperti ini: @neofreko the question is; what is the revenue impact? — Ronald Widha (@ronaldwidha) July 2, 2012 Sad But True Sebel, tapi pertanyaan itu memang ada benarnya. Terlalu sering kita berfokus pada kehebohan teknologi. Biar keren, Apache


Creativity Requires A Box

Yoi. Kreativitas itu butuh kotak. Bukan sebagai wadah, tapi sebagai pemicu. Karena itulah kita kenal dengan konsep: Think out of the box.


Sonic Boom

Semakin banyak pemain luar yang masuk ke Indonesia, terutama di sektor e-commerce, semakin cepat matang pula ekosistem e-commerce di dalam negeri. In other word, be prepared for the sonic boom. Photo by x-ray delta one


Social Media App No More

Model bisnis social media client app itu antara susah dan tidak ada. Walaupun basis penggunanya besar, profitnya sangat susah untuk diperoleh. Mengolah konten 140 karakter menjadi revenue pun juga susah dilakukan.


It’s Not File Size That’s Killing iPad (Digital) Magazines

If you’re going to successfully evolve into a new medium you can’t just add gimmicks, you have to substantially upgrade the user experience.


Moment of Truth: When in Doubt, Use Numbers

Procter & Gamble pernah membuat sebuah jabatan yang dinamakan Director of First Moment of Truth.P&G percaya bahwa keputusan untuk membeli terjadi dalam jangka 3 sampai 7 detik pertama saat calon pembeli melihat sebuah produk.