Online Privacy: Kamu Yang Mana?

Online Privacy: Kamu Yang Mana?

Dengan semakin banyaknya pengguna internet, dilengkapi mesin pencari yang dahsyat, mencari bermacam data menjadi semakin mudah, termasuk data pribadi seseorang. Sesuatu yang sangat bermanfaat, tapi juga berbahaya menurut sebagian orang.

Online privacy memang merupakan topik sensitif yang sering menjadi bahan perbincangan perdebatan yang kontroversial, karena menyangkut urusan keamanan. Termasuk Facebook yang sempat bermasalah dengan gagasan proyek beacon-nya, dan kasus dalam negeri terkahir tentang data siswa Indonesia di situs Departemen Pendidikan Nasional.

Dari sisi pengguna bisa dilihat beberapa macam perilaku pengguna, sebagi berikut:

The Paranoids – Menentang keras tentang keberadaan informasi pribadinya di dunia maya

The Average Users – Sebagian besar pengguna, tidak terlalu peduli dengan masalah ini. Entah kurang masukan atau sikap masa bodoh-nya.

The Professionals – Termasuk pengguna yang tanggap dalam penggunaan teknologi dan pemanfaatan media internet untuk memperluas jaringan, yang nantinya bermanfaat untuk kepentingan bisnis atau karir.

Dalam penerapannya, email atau username sudah merupakan hal umum di setiap proses pendaftaran. Yang kemudian dilanjutkan dengan hal2 personal lainnya seperti lokasi, umur, jenis kelamin dan lain2nya. Dari serangkaian data yang dikumpulkan bisa membantu suatu layanan untuk menyajikan informasi yang personal, dalam arti sesuai selera pengguna. Namun hal ini juga membuka peluang bagi pihak yang tidak bertanggung jawab untuk memanfaatkan data tersebut.

Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah:

  • Kamu termasuk kelompok yang mana?
  • Sejauh mana anda merelakan data anda untuk tersedia di dunia maya? (seperti umur, jenis kelamin, agama, politik, nomer telpon, nomer hp, atau alamat rumah)

Silahkan berkomentar…

Bonus: Menjaga Kerahasiaan Pribadi di Ranah Maya

Comments are closed.