Blogging itu Social Networking?

Blogging itu Social Networking?

Dari artikel-artikel sebelumnya tentang social network, pikiranku sempat tergelitik (dan terkejut) dengan tanggapan sebagian pembaca tentang keberadaan social network di tengah aktifitas internet mereka. Banyak komentar yang menunjukan bahwa layanan jejaring sosial ternyata belum sepenuhnya diterima dan lebih herannya lagi, social networking masih kalah pamor bila dibanding blogging. Apakah karena dengan blogging sang pemilik bisa mendapatkan penghasilan?

Bila dilihat dari definisinya, social network itu merupakan struktur sosial yang terdiri dari serangkaian titik, yang bisa berupa perseorangan atau suatu institusi. Sedangkan blogging sendiri merupakan aktifitas untuk menerbitkan suatu materi di dunia maya.

Keberadaan suatu blog yang dikerumuni oleh pembaca atau komentator setia, bisa saja diibaratkan sebagai satu titik dari sebuah jaringan sosial dengan serangkaian pembacanya. Demikian juga hubungan antar blog lewat tukar link atau tautan. Namun relasi ini kerap kali hanya satu arah, karena pihak lain belum tentu melakukan hal yang sama, termasuk pemilik blog yang belum tahu pasti siapa pembacanya.

Dalam proses untuk membangun jaringan relasi, pemilik blog harus menambahkan relasi baru secara manual lewat admin panel. Tentu saja prosesnya tidak semudah seperti di layanan jejaring sosial. Namun hal ini tidak terlalu transparan, karena sebagai pemilik blog belum tentu bisa mengetahui semua pembacanya.

Dari beberapa pernyataan di atas, bisa disimpulkan bahwa relasi di suatu jaringan blog masih tidak terlihat jelas, sering bersifat satu arah, dan masih banyak hambatan dalam prosesnya.

Apakah aktifitas blogging masih bisa dianggap social networking? Ada pendapat lain?

Bacaan: BuddyPress: Blog + Social Network

Comments are closed.