Registrasi Menghambat Interaksi?

Registrasi Menghambat Interaksi?

Dalam beberapa pembahasan terakhir tentang Microblogging, sempat terlintas satu hal yang cukup membedakan antara blogging dan microblogging, yaitu Proses Registrasi. Meskipun proses registrasi adalah hal wajar untuk suatu web aplikasi, elemen ini cukup mempengaruhi pengguna untuk berinteraksi.

Proses registrasi adalah satu batasan yang tidak gampang dihindari dari tiap web aplikasi, terutama yang menuntut interaksi pengguna. Dengan alasan keamanan, kenyamanan, dan kontrol materi, langkah ini tidak bisa dihapus begitu saja dan masih menjadi dilema bagi pengembang aplikasi.

Kehadiran layanan semacam OpenID bisa dijadikan alternatif untuk mengurangi traksi dari persoalan ini. Pada awalnya memang tidak banyak diadopsi, terutama bagi pemain besar yang masih merasa sombong atas posisinya sebagai pemimpin pasar. Tapi banyak perubahan mulai dirasakan seperti langkah Google untuk menjadikan akun Gmail sebagai OpenID. Meskipun sepintas hanya menguntungkan sebelah pihak, langkah2 seperti ini diharapkan membantu mengatasi persoalan ini.

Salah satu contoh proses registrasi yang menghambat interaksi bisa terlihat jelas di dunia microblogging, yang juga merupakan suatu aplikasi. Untuk meninggalkan pesan lewat microblogging, anda harus menjadi anggota terlebih dahulu. Tentunya harus melewati proses registrasi, termasuk mengisi formulir dan verifikasi email. Satu proses umum (yang menyebalkan) dan pasti telah anda alami berulang kali.

Hal ini membuat layanan microblogging jadi lebih tertutup, karena hanya anggota yang bisa berpartisipasi langsung. Lain halnya dengan blog yang terbuka bagi pelalu lalang untuk meninggalkan komentar, meskipun kadang harus melewati proses moderasi.

Apakah anda merasakan hal yang sama? Apakah ini peluang baru?

Comments are closed.