Gak Jualan Obat!

Toni » 26 Nov 2008 » Stories » 7 Komentar

“Peduli kolesterol”, begitu pesannya. Aneh bukan? Bukannya lebih baik jika langsung saja memakai pesan: “Pfizer datang, kolesterol hilang!”. Kenapa harus jauh-jauh dan repot-repot menghabiskan biaya dengan membuat iklan terselubung?

Bukannya ini hanya sekedar “microsite”? Ya,kampanye Pfizer ini memang mirip dengan penggunaan microsite yang lain. Mirip tapi tidak sama.Pfizer membangun kampanyenya tidak lewat game, atau aktivitas fun lain. Kampanye Pfizer ini berbeda karena sifatnya lebih serius, membahas isu kolesterol yang sepertinya telah menjadi isu penting dalam masyarakat. Atau justru ingin membangun kepedulian masyarakat akan efek kolesterol.

Apa yang didapat dengan menyediakan game untuk bersenang-senang? Tentu saja banyak buzz. Apalagi jika lucu, maka pemakai game tersebut akan memberitahukan temannya yang lain. Apalagi jika gamenya punya unsur “social”.

Lalu apa yang didapat dengan kampanye peduli kolesterol? “Do no evil”. Ya, yang didapat adalah nilai-nilai kebaikan. Kebaikan yang kemudian membuahkan rasa kepercayaan pada brand. Konsumen dan calon konsumen pun lebih percaya. Pfizer tak mungkin jahat pada mereka. “Pfizer membantu kita, Pfizer peduli kolesterol”. Dan selanjutnya,konsumen pun akan lebih memperhatikan iklan-iklan Pfizer. Yang biasanya segera dilewatkan, kali ini konsumen akan meluangkan sedikit waktu mereka untuk melihat apa yang ditawarkan Pfizer. Pun jika konsumen tidak akan membeli produk Pfizer dalam waktu dekat, pastilah mereka akan menaruh Pfizer dalam daftar prioritas saat mereka dihadapkan pada beberapa pilihan obat.

Intinya, di sini Pfizer membangun komunitas. Konsumen diajak bersama-sama berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang kolesterol. Tentu saja dengan dukungan expertise Pfizer dalam dunia farmasi. Konsumen senang karena tidak dibodohkan, sebaliknya diajak menjadi pandai dengan pengetahuan akan seluk beluk kolesterol.

Reap what you sow. Tebarkan benih baik maka niscaya akan kita panen hasil yang baik. Bukan jualan obat ;).

You know what? Counter pedulikolesterol.com saat tulisan ini dibuat sudah menunjukkan angka 277.407 kunjungan!

Dihubungkan dengan konsep New Wave Marketing, kampanye Pfizer ini sepertinya dimasukkan sebagai contoh Communization.

PS:

Ada yang tidak sinkron antara kampanye ini di televisi dan di websitenya. Ada tahu pada bagian mana?

  • - Vote artikel ini di Lintas Berita
  • Jangan lupa berlangganan lewat RSS atau E-mail

7 Responses to “Gak Jualan Obat!”

  • Aulia says:

    Tebarkan benih baik maka niscaya akan kita panen hasil yang baik

    Wah, kampanye Viagra terselubung mas?

  • ariawan says:

    yang tidak sinkron itu adalah bannernya..
    di iklan gak ada bintang iklan ceweknya… :p

  • Toni says:

    @ariawan
    Emang mas Ariawan ini teliti. Iya, iklan di televisi dan media cetak ternyata tidak setema dengan microsite-nya. Pengunjung yang datang akibat iklan tersebut kemungkinan akan ragu sejenak karena tidak disambut oleh “Mat Solar”.

    Small detail yang punya pengaruh besar sebenarnya.

  • adit says:

    kalo sy justru ngeh dengan kelucuan yg ada di iklan tsb

    iklan tsb tertanam di alam bawah sadar saya

  • Donum Theo says:

    @Toni
    Intinya, di sini Pfizer membangun komunitas… dan kepercayaan ;-)

    @adit
    saya setuju, iklan memang seharusnya tertanam di bawah sadar konsumen >:)

  • Riff says:

    Mas….Pfizer melakukan iklan seperti itu karena yang diiklankan adalah obat keras yang sama sekali tidak boleh diiklankan. Obat kolesterol hanya boleh dibeli dengan resep dokter, tidak boleh dijual bebas.
    Memang tujuannya adalah communization tapi itu semua terbentuk karena adanya restriction…jadi strategy yang dilakukan adalah soft selling tanpa memunculkan brand.

  • Toni says:

    @Riff
    Wah, begitu ya. I see. Terimakasih atas tambahan informasi pentingnya.

Tinggalkan komentar

Additional comments powered by BackType

Profil penulis

Toni

Somewhat crossing from pure code to social web and enterpreneur island. This twenty something, okay nearly 30, guy is still having a hard time to describe himself. His passion spreads from Linux/KDE, Javascript, Semantic Web, not-so-serious-copywriting and enterpreneurship-howto. His mood is swingy and his epiphany frequently comes near water, err bathroom.