Friendfeed: Mencari Sinyal Baru

Friendfeed: Mencari Sinyal Baru

Dengan adanya berbagai macam layanan Web 2.0, kita pun mengalami kerepotan dalam memonitor informasi dari berbagai macam sumber. Terkadang kita ingin memonitor foto apa saja yang di-share teman. Atau artikel-artikel terbaru di blognya. Status twitter terakhir, dan sebagainya. Di sinilah peran layanan semacam Friendfeed dibutuhkan.

Friendfeed adalah layanan agregasi untuk mengumpulkan berbagai macam informasi yang berasal dari orang tertentu yang tersebar di berbagai macam jaringan dan layanan web 2.0. Kita bisa menambahkan atau memonitor berbagai macam update kita yang kemudian juga bisa dimonitor oleh orang lain. Dengan satu kali berlangganan kita akan terupdate dengan semua User Generated Content (UGC) yang dihasilkan oleh seseorang.

Tidak berhenti di agregasi, Friendfeed juga menambahkan fitur komentar dimana kita bisa menambahkan komentar atas UGC seseorang. Di sinilah conversation terjadi. Percakapan ini mirip dengan komentar dalam blog hanya saja sekarang terjadi dalam Friendfeed. Dan karena banyak informasi teragregasi dalam satu tempat, kini orang menjadi lebih efektif dan efisien dalam berinteraksi. Penyaringan informasi bisa dilakukan di satu tempat tanpa harus mencari-cari informasi, dan membacanya satu-satu. Contentwalking (bentuk generik dari blogwalking) bisa dilakukan di satu tepat. Skimming informasi bisa lebih cepat dilakukan sehingga pengguna Friendfeed bisa fokus ke aktivitas berkomunikasi dengan pengguna yang lain.

Pengguna awal Friendfeed biasanya mengeluh karena Friendfeed hanya tool baru lain yang tidak begitu berguna. Ini biasanya terjadi karena tidak ada yang berkomentar di item-item yang disharenya di Friendfeed. Hal ini sebenarnya bisa dipecahkan dengan jalan melakukan langganan ke orang-orang yang tepat. Untuk tokoh Indonesia memang hampir tidak ada. Oleh karena itu kita bisa mencoba berlangganan ke tokoh/selebritis luar negeri seperti Robert Scoble, Dave Winer, Jeremiah Owyang dan lain-lain. Di tempat-tempat itu percakapan bisa kita temui dengan mudah. Kita bisa langsung turut bercakap atau sekedar membuat tempat-tempat tersebut sebagai teladan untuk memulai hal yang sama dengan kontent lokal.

Cara lain adalah dengan bergabung ke dalam Room. Room adalah semacam chatroom di mana orang-orang yang mempunyai minat sama berkumpul. Ada ruang Social Media Club, Apps (yang membahas aplikasi-aplikasi Web 2.0 baru), RWW: Future of Tech, dan lain-lain. Dalam room-room ini percakapan juga gampang ditemukan.

Okay, Anda sudah siap mencari sinyal baru? Anda bisa mulai berlangganan ke friendfeed saya, dan channel-channel lain dari sana. Room? Bagaimana kalau kita mulai dari room Sinyal Baru? Ada sumber-sumber lain yang bisa saya tambahkan di sana?

Comments are closed.