Nokia, Qt mau ke mana?

Seperti yang saya janjikan dalam artikel prediksi Internet 2009. Berikut ini kita akan berbicara tentang Qt.

Qt (produk Trolltech ) sudah lama tersedia di Linux dan juga Mac. Qt dipakai secara intensif dalam proyek KDE untuk menciptakan dekstop mumpuni dalam idealisme pengembang KDE. Evolusi Qt tidak berhenti. Kira-kira satu-dua tahun kemarin, Qt 4 diluncurkan dan tidak hanya tersedia di Linux dan Mac saja tetapi juga di Windows.

Tidak saja berfokus di segmen desktop, Qt juga mempunyai versi yang didedikasikan ke platform mobile yaitu Qtopia. Sayangnya Qtopia ini tidak begitu sukses di pasar. Greenphone yang diluncurkan Trolltech dalam rangka mencicipi pasar mobile device pun tidak menuai sukses.

Lalu, tiba-tiba Nokia mengakuisisi Trolltech. Ini adalah langkah yang mungkin tak pernah diduga orang. Qt tidak tampak memiliki produk yang tepat untuk produk-produk Nokia. Lagipula Nokia sudah memiliki Maemo/Hildon (Debian, GTK/GNOME) yang memotori N800. Apakah ini berarti Nokia akan membidik segmen desktop? Dimanakah posisi Qt dalam lini produk Nokia.

Peristiwa baru-baru ini mungkin bisa menjawab teka-teki ini. UIQ bangkrut! UIQ yang banyak dipakai oleh smartphone terutama Sony Ericsson dan Motorola menyatakan bangkrut. Jangan-jangan Nokia sudah mencium hal ini sejak tahun lalu, yang kemudian memicu Nokia untuk mengakuisisi Trolltech? Jika iya, tampaknya Qt akan diarahkan ke pasar untuk menggantikan UIQ. Tapi tidak menutup kemungkinan bahwa segmen mobile lain juga akan dimasuki Qt. Tapi agak sulit ditebak, mengingat adanya Maemo yang telah bercokol di lini high-end product.

Baru-baru ini Plasmoid di KDE sudah mensupport Javascript. Selain akan menginisiasi merebaknya Plasmoid di desktop, fitur ini tentunya akan sangat menggiurkan untuk di pasang di mobile device. Berhubung Qt sudah available di S60 (paling tidak pre-release-nya), tinggal menunggu waktu saja bagi KDE untuk diport ke S60. Mungkin tidak semudah yang dibayangkan, tapi akan sangat menarik bagaimana kira-kira KDE akan tersedia di smartphone.

Apakah ini memang langkah yang hendak ditempuh Nokia? Kemana kira-kira Qt akan dibawa?