Mobile Runtime

Mobile Runtime

Seiring dengan semakin mewabahnya perangkat bergerak (mobile device), permintaan terhadap lebih banyak fungsi pun muncul. Pemakai perangkat bergerak ini menginginkan lebih banyak manfaat dari satu benda elektronik kecil yang dibawanya.

Dua pemain besar yang sedang berlomba memenangkan pasar ini adalah Google dan Nokia. Nokia mengusung Mobile Web Runtime. Sebuah teknologi yang mengintegrasikan Webkit ke dalam platform S60. Ya, Webkit yang sama dengan apa yang dipakai Apple di Safari. Engine yang sama yang memotori Dashboard Widgets. Mobile Web Runtime ini diharapkan mampu meningkatkan experience pengguna dan mamberikan manfaat lebih dengan jalan memberikan akses fitur yang ada pada perangkat bergerak. Fitur-fitur yang sebelumnya tersembunyi ini dimunculkan ke permukaan dalam bentuk API yang bisa dipakai di javascript. Goalnya adalah memberikan kesempatan pada developer untuk memberikan pengalaman yang lebih baik daripada sekedar membuat halaman web yang ramah pada browser perangkat bergerak.

Lalu apa yang dilakukan Google? Tahun kemarin Google berusaha mengakses semua platform mobile dengan meluncurkan Gears on Mobile. Gears yang sudah lama kita ketahui telah memberikan beberapa manfaat bagi banyak aplikasi web, kini tersedia di perangkat bergerak. Dukungan offline yang bisa rasakan manfaatnya di Zoho ataupun Buxfer sekarang bisa kita rasakan juga di perangkat bergerak. Tentu saja, tidak hanya fitur offline saja namun semua keunggulan Gears juga akan bisa dimanfaatkan. Sayangnya Gears on Mobile ini saat ini hanya tersedia di Windows Mobile saja.

Lalu apa sebenarnya pengaruh dua inovasi ini pada konsumen dan pasar? Bagi konsumen tentu saja ini peluang untuk mengubah pengalaman memakai perangkat bergerak menjadi lebih baik lagi. Mobile Runtime berarti SDK baru yang juga berarti mainan baru bagi developer. Dan ide-ide yang dulunya terpendam mungkin akan segera terealisasi.

Bagi pasar, Mobile Runtime ini adalah cikal bakal ekosistem ekonomi baru. Ekosistem ekonomi yang menunggu diisi oleh para pemain yang tak ingin melewatkan kesempatan mendominasi pasar.

Saya heran, kenapa tampaknya di sini tidak ada yang mengambil ceruk ini. Memang Mobile Runtime ini belum begitu populer, namun dengan kondisi Indonesia yang cenderung lebih sering offline karena infrastruktur dan harga bandwidth yang mahal mestinya Mobile Runtime ini bsia mendulang sukses.

Bagaimana menurut Anda. Mobile Runtime ini benar-benar akan bermanfaat atau sekedar vaporware, hot air, dan hype saja? Kenapa tidak ada pemain lokal yang tertarik dengan ceruk ini? Atau saya yang terlewat?

Comments are closed.