iPhone Menghajar Javelin? Unlikely!

iPhone Menghajar Javelin? Unlikely!

Peluncuran iPhone 3G yang menggandeng Telkomsel tampaknya menjadi respon cepat dari peluncuran Blackberry/Javelin oleh Indosat tempo hari. Website reservasi iPhone di Telkomsel kabarnya langsung susah diakses akibat lonjakan trafik. Sepertinya iPhone bakal mendepak Javelin keluar pasar. Apa iya?

Mari coba kita lihat dari 3 elemen yang mempengaruhi sudut pandang konsumen.

Perhatian. Kira-kira siapa yang akan memperhatikan iPhone? Wah, sepertinya sangat banyak. Produk-produk Apple sudah mengukir prestasi selalu tampak elegan dan manis dibanding produk lain. Tentu saja semua akan berliur ingin memilikinya. Tapi dari sekian banyak yang berliur tersebut, berapa persen yang benar-benar mampu dan akan membeli? Anda mampu? Anda akan beli?

Bias. Apple, bagus. Yang lain, belum tentu bagus. Misalnya saja kita belum pernah melihat iPhone dan Javelin. Dan tiba-tiba kita disodori iPhone dengan software Xperia. Memang kita mungkin akan mengkritik karena iPhone jadi tak seperti produk Apple, tapi mungkin sisa pendapatnya adalah: iPhone bagus kok, walau ada beberapa poin minus yang bisa dimaafkan.
Hal ini mungkin mirip dengan pilihan antara Coke dan Pepsi. Jika isinya ditukar satu sama lain tanpa sepengetahuan Anda, manakah yang Anda pilih?
Pilihan pertama mungkin akan jatuh ke iPhone, tapi apakah iPhone akan benar-benar memenuhi kebutuhan nyata dan bukan sekedar kebutuhan emosional Anda semata? Grafik pembelian iPhone mungkin akan melaju kencang tapi setelah itu akan mendatar. Sementara Javelin akan terus stabil melaju.

Jargon. Yang terakhir, bagaimana kedua produk ini akan disajikan ke konsumen. Apakah sistemĀ  kontraknya bakal cocok dengan nilai ideal konsumen? Akankah iPhone menjadi smartphone sejuta umat? Apakah prestige-nya bakal bertahan?

Pilihan para penulis NavinoT sendiri bagaimana?
Ivan pilih mana?
Toni pilih mana? (LG) Cookie dong.

Yang setuju dan tidak setuju wajib komen di bawah!

Comments are closed.