Evolusi: Release Early, Release Often

Evolusi: Release Early, Release Often

Release early, release often adalah salah satu fisolofi yang dianut dalam dunia opensource. Salah satu prinsip yang menjadi dasar kolaborasi pengembangan proyek berbasis opensource.

Release early artinya meluncurkan hasil proyek bahkan sebelum hasil tersebut telah sempurna. Tujuanny adalah untuk memperoleh feedback jauh-jauh lebih awal yang bisa dipakai dalam proses pengembangan proyek itu sendiri selanjutnya.

Release often, artinya meluncurkan hasil proyek secara lebih sering. Dengan interval yang timely, mungkin 6 bulan sekali, diharapkan developer dan pemerhati proyek bisa mendapatkan berita terbaru. Dengan interval ini, tentu saja diharapkan feedback dan rasa memiliki bisa muncul dari pemerhati proyek.

Boom! Linus berbicara bahwa dia kini tidak lagi memakai KDE dan telah beralih ke Gnome. Sebelumnya,Linus mengkritik keras interface Gnome dan seolah menganggap pengguna terlalu bodoh (dumb-ified user interface). Tiba-tiba kini Linus beralih ke Gnome, apa sebabnya?

Linus mengatakan bahwa KDE 4 yang dia dapatkan di distro yang baru diinstalnya belumlah siap untuk penggunaan sehari-hari. KDE 4 tersebut didapatkan dari instalasi default yang dibawa distro. Dan karena KDE 4 tidak bekerja bagi Linus, Linus pun memilih memakai Gnome yang lebih fungsional baginya saat itu.

Apa ini artinya? Well, bagi developer dan pemerhati KDE, sebenarnya ini bukan berita luar biasa ataupun kontroversial. Tapi tidak bagi media yang telah lama memonitor kompetisi KDE vs Gnome. Beritanya ini terblow-up dan akhirnya menyebabkan collateral damage. Well, saya belum yakin dengan berapa besar kerusakan yang terjadi. Tapi bisa dipastikan, jika Linus berbicara sesuatu maka pasti ada pengguna yang salah tangkap.

My point is, apakah telah terjadi perubahan dalam filosofi release early, release often? KDE selalu mengupdate berita setiap saat. Beberapa waktu sekali, rilis demi rilis selalu diumumkan. Dan memang benar, KDE 4.x saat ini masih dalam pengembangan dan mungkin belum begitu cocok untuk konsumsi umum. KDE 4.2 sudah mengalami kemajuan yang sangat pesat dan mungkin telah mulai bisa dikonsumsi umum.

Ataukah ini hanya sekedar kesalahan distro dalam membungkus KDE 4.x yang masih dalam pengembangan tanpa menyertakan versi stabilnya (3.5.x).

Oke, sekarang pertanyaan bagi pembaca. Kira-kira, apakah filosofi release early, release often bisa diaplikasikan ke produk lain di luar opensource? Apakah release early, release often harus berevolusi: relase early, release often, release pretty?

Comments are closed.