Berbicara Tentang Ide dan Pengembangannya

Berbicara Tentang Ide dan Pengembangannya

Ting! Tiba-tiba muncul ide cemerlang, seperti 20 ide blog unik atau web aplikasi baru.

Hebat! Lalu mau diapakan? Tentu saja dikembangkan lebih lanjut untuk menjadi satu produk atau layanan nyata, tidak sekedar tulisan atau angan-angan.

Bagaimana sebaiknya kita mengolah ide tersebut? Apa saja yang perlu diketahui?

Pengkajian Awal

Paling awal yang perlu dilakukan adalah sedikit tanya jawab sederhana tentang ide tersebut. Seperti:

  • Apakah layanan seperti ini sudah ada? Bagaimana kinerjanya?
  • Apa layanan baru ini bermanfaat? Untuk siapa?
  • Apa alasan pengguna untuk menyukainya?
  • Apa hukumnya?

Dari pertanyaan-pertanyaan dasar tersebut, bisa dinilai seberapa cerah ide cemerlang tadi.

Apa Pendapat Orang Lain?

Bila sudah melewati tahap awal, saatnya berlanjut ke tahap berikutnya, yaitu penilaian orang lain. Satu orang mungkin setuju 100% dengan ide anda, tapi orang lain mungkin berpendapat lain. Cobalah untuk berbagi, setidaknya dengan orang yang kau percayai. Dengan semakin banyak berbagi, tentunya banyak masukan yang bisa didapat, dan yang paling penting adalah membantu untuk menerka reaksi pasar.

Bisakah Engkau Meyakinkan Pendengarmu?

Ini merupakan satu tes penting, bila anda berkehendak mencari penanam modal. Orang macam ini sudah mendengar terlalu banyak dan peka, sehingga anda harus bisa menyampaikan ide secara singkat dan tepat sasaran. Pernah dengan istilah The Elevator Pitch?

Pertimbangan Biaya & Sumber Daya?

Untuk merealiasi suatu ide menjadi nyata, banyak hambatan yang perlu dihadapi. Beberapa yang seringkali menjadi hambatan adalah biaya dan sumber daya. Siapakah yang akan membiayai ide anda? Modal sendiri cukup atau perlu penanam modal? Siapa juga yang akan melakukan tugas pengembangan aplikasi? Dengan memakai opensource bisa meringankan biaya perangkat lunak.

Pertimbangkan Kerjasama

Anda mungkin seorang programmer handal? Apakah anda juga hebat dalam urusan desain? Bagaimana dengan marketing atau networking? Tidak semua orang mempunyai kemampuan yang sama, atau serba lengkap. Tidak ada salahnya untuk mempertimbangkan kerjasama dengan membentuk partnership.

Bisnis Model

Banyak orang yang berangkat dari ide keren, tanpa mempertimbangkan sumber pemasukan. Tergantung serius atau tidaknya usaha anda, tapi bila memang serius, dari awal anda harus sudah mempunyai setidaknya 2 atau 3 bisnis model. Mengapa bisnis model penting? Dengan adanya pemasukan, anda bisa punya anggaran iklan yang lebih besar dan lebih nyaman dengan pengembangan selanjutnya. Saran saya adalah tidak tergantung iklan sebagai bisnis model utama, terutama di Indonesia.

Ide adalah Harta Karun?

Banyak orang memperlakukan ide cemerlangnya seperti harta karun dengan bersikap tertutup. Memang tidak semua ide itu bagus (atau selalu bagus). Memang kita wajar bersikap was-was akan ide kita, tapi perlu diingat juga, selama ide ini hanya berupa serangkaian kalimat, ide ini tidak akan membawamu jauh. Masih banyak faktor yang mempengaruhi kesuksesan suatu produk atau layanan.

Era Teknologi Informasi

Sebuah ide di jaman informasi bisa diibaratkan lampu kota yang berkelap-kelip bergantian. Karena banyak orang bebas dan dengan mudah mengakses informasi, apa yang kau pikirkan sekarang mungkin sedang diproses oleh seseorang di belahan bumi lain. Beberapa netprenuer beranggapan bahwa pelaksanaan lebih penting daripada idenya.

Membangun Publikasi

Banyak startup berusaha menggaet simpati dari awal dengan menulis blog tentang produk yang sedang dikerjakannya. Bagi para pengamat teknologi dan jurnalis, tentunya ini adalah sasaran berita empuk, terutama bila produk yang sedang dikembangkan memang mempunyai konsep cemerlang. Apakah pada saat ini ide tersebut sudah terbilang ‘aman’ untuk dibicarakan? Mungkin saja, tergantung sejauh mana proses pengembangan aplikasinya.

Menulis Business Plan

Masih banyak faktor yang patut dipertimbangkan dalam kesukses suatu produk. Dalam prosesnya ide tersebut pasti akan mengalami banyak tantangan dan penyesuaian. Jadi banyak bertanya dan berdiskusi sebelum terjun tidak ada salahnya.

Salah satu solusinya adalah menulis satu business plan yang merupakan catatan hasil penelitian, serta panduan dalam pelaksanaanya.

Apakah anda punya pengalaman lain?

Comments are closed.