Transformasi Bisnis: Kapan?

Transformasi Bisnis: Kapan?

Masih terkait dengan artikel tempo hari tentang “Web Business: Telat atau Keep Trying”. Jika kita amati komentar-komentarnya, ternyata rata-rata yang menjawab “tidak telat”. Dasar jawabannya bisa jadi optimisme, pikiran positif, atau justru denial (penolakan) secara implisit. Kenapa orang tidak ingin/senang menyadari dirinya dalam posisi yang salah?

Kemarin, saya membaca slide yang inspiratif tentang beberapa perusahaan yang bergerak di bidang Social Recommendation service. Sisi teknologinya tak perlu dibahas dulu. Yang menarik adalah bagaimana salah satu dari perusahaan tersebut memunculkan ide baru untuk dimonetisasi.

Strands.com, mungkin kalah gaungnya dibanding last.fm. Strands.com mirip dengan last.fm dalam hal kemampuannya untuk memberikan rekomendasi musik-musik baru yang sesuai dengan preferensi pendengar. Kita bisa meng-install aplikasinya di smartphone kita untuk meng-enhance experience dalam mendengarkan musik. Aplikasi tersebut bisa memberikan informasi tentang siapa yang juga mendengarkan lagu tersebut, biografi dan diskografi artis serta rekomendasi artis atau musik yang mirip.

Joker: If you are good at something, never do it for free

Ternyata, Strands.com kini menawarkan layanan rekomendasi tersebut secara komersil. Strands tahu mereka punya keahlian khusus dalam membuat rekomendasi yang bisa diaplikasikan dalam berbagai bidang/media. Hasil nyatanya? IHeartMovies.com bisa menambahkan fitur movie recommendation hanya dalam hitungan satu jam.

Mari kita lihat slide-nya untuk mengetahu bahwa satu jam itu bisa dianggap prestasi memukau atau tidak. Bayangkan jika kita harus membuatnya sendiri.

Now it begs me a question. Tidak akan saya tanya kembali tentang telat atau tidak. Tapi akan saya tanya, apakah Anda tidak melewatkan apa yang benar-benar menjadi keahlian Anda dan justru lebih layak Anda jual?

PS: Sumber bacaan di sini.

Comments are closed.