Language Binding, Language Convergence

Language Binding, Language Convergence

Convergence

Yes, kita bertemu lagi di Jumat Tekno alias JuTek. Kali ini kita akan coba membahas tentang tren language binding. Language binding adalah suatu proses untuk mengakses fitur suatu bahasa/pustaka pemrograman dengan bahasa/pustaka pemrograman yang lain. Contohnya, Plasmoid di KDE yang ditulis dengan bahasa C++, kini bisa ditulis dengan sintaksis Javascript, dan Ruby. Pengguna Java pun bisa menulis program Qt dengan sintaksis Java lewat QtJambi. Sementara di Gnome/GTK ada GTK# yang menjadi bahasa pilihan dalam menulis program selain PyGTK, alih-alih memakai C.

Keuntungan yang ditimbulkan agaknya sudah gamblang, sekarang pembuat aplikasi tak lagi terkungkung dengan bahasa. Seseorang yang lebih luwes dengan javascript bisa mengimplementasikan ide Plasmoid keren yang dipunyainya. Tanpa harus khawatir harus belajar C++ dan pusing dengan pointer atau kompilasi program. 

Dunia programming pun menjadi flat. Bukan datar dan membosankan, tapi datar dalam artian tidak ada lagi barrier yang mengkotak-kotakkan programmer berdasarkan bahasa. Karena dengan satu bahasa sebenarnya dia juga bisa menulis dalam bahasa lain, lewat language binding.

Tentu saja, tidak semua bahasa bisa mengalami language binding. Entah karena sangat berbeda dalam hal konsep atau arsitektur. Membuat language binding bahasa fungsional dalam bahasa procedural tentunya agak hopeless. 

Pertanyaannya adalah seberapa setuju Anda dengan adanya tren binding ini? Seberapa besar dampaknya kira-kira pada perkembangan produk orisinil dan pasar pengembangan software secara  keseluruhan? Any specific binding you like most or expecting? 

Tak akan saya lupakan pada para praktisi dan pemerhati marketing di NavinoT. Language binding ini bisa kita ibaratkan dengan membuat sarung tangan yang mengijinkan kita untuk memegang segala macam benda panas. Atau adapter colokan kaki dua ke kaki tiga dan sebaliknya. Seperti  VoIP yang membuat orang bisa menelpon ke PSTN lewat internet. Apa kira-kira yang bisa ditimbulkan oleh tren semacam ini? Adakah kerugian yang mungkin muncul? Dalam konteks produk dan pasar tentunya.

Comments are closed.