<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Language Binding, Language Convergence</title>
	<atom:link href="http://www.navinot.com/2009/02/20/language-binding-language-convergence/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.navinot.com/2009/02/20/language-binding-language-convergence/</link>
	<description>Slashing Web &#38; Online Strategy</description>
	<lastBuildDate>Sat, 13 Mar 2010 00:16:12 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: agionagile</title>
		<link>http://www.navinot.com/2009/02/20/language-binding-language-convergence/#comment-2212</link>
		<dc:creator>agionagile</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Feb 2009 08:27:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=1184#comment-2212</guid>
		<description>DSL tdk punya kaitan dg SQL. Contoh DSL adalah:
1. Jetbrains MPS http://www.jetbrains.com/mps/index.html
2. Ruby On Rails http://rubyonrails.org</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>DSL tdk punya kaitan dg SQL. Contoh DSL adalah:<br />
1. Jetbrains MPS <a href="http://www.jetbrains.com/mps/index.html" rel="nofollow" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.jetbrains.com/mps/index.html?referer=');">http://www.jetbrains.com/mps/index.html</a><br />
2. Ruby On Rails <a href="http://rubyonrails.org" rel="nofollow" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/rubyonrails.org?referer=');">http://rubyonrails.org</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Toni</title>
		<link>http://www.navinot.com/2009/02/20/language-binding-language-convergence/#comment-2207</link>
		<dc:creator>Toni</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Feb 2009 07:45:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=1184#comment-2207</guid>
		<description>Iya sih, kemungkinan besar masih harus mengandalkan bantuan framework untuk melakuan hal besar.

BTW, untuk DSL ini contohnya apa saja ya? Saya tidak terlalu terupdate di topik tersebut. Something like next generation of SQL gitu?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Iya sih, kemungkinan besar masih harus mengandalkan bantuan framework untuk melakuan hal besar.</p>
<p>BTW, untuk DSL ini contohnya apa saja ya? Saya tidak terlalu terupdate di topik tersebut. Something like next generation of SQL gitu?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Toni</title>
		<link>http://www.navinot.com/2009/02/20/language-binding-language-convergence/#comment-2206</link>
		<dc:creator>Toni</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Feb 2009 07:40:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=1184#comment-2206</guid>
		<description>Biasanya, dari yang saya baca, language binding ini dimulai dari kompleksitas inti. Misalnya untuk Qt for Gtk, dimulai dari translasi GObject ke QObject (trust me I don&#039;t really get it either). Dimana GObject dan QObject adalah unit terkecil dalam dua pustaka tersebut. Dari sini, sudah hampir bisa dipastikan the rest will follow. Analoginya: Asal sudah tahu caranya menyendok nasi, makan yang lain pasti tidak akan kesulitan.

Tapi bener juga, berarti ada point of failure yang dikenalkan dengna adanya fasilitas &quot;multilanguage&quot;. Untuk hal ini sih, testing kontinu sudah pasti jadi proses wajib sewaktu membuat language binding.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Biasanya, dari yang saya baca, language binding ini dimulai dari kompleksitas inti. Misalnya untuk Qt for Gtk, dimulai dari translasi GObject ke QObject (trust me I don&#8217;t really get it either). Dimana GObject dan QObject adalah unit terkecil dalam dua pustaka tersebut. Dari sini, sudah hampir bisa dipastikan the rest will follow. Analoginya: Asal sudah tahu caranya menyendok nasi, makan yang lain pasti tidak akan kesulitan.</p>
<p>Tapi bener juga, berarti ada point of failure yang dikenalkan dengna adanya fasilitas &#8220;multilanguage&#8221;. Untuk hal ini sih, testing kontinu sudah pasti jadi proses wajib sewaktu membuat language binding.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: BudiTyas</title>
		<link>http://www.navinot.com/2009/02/20/language-binding-language-convergence/#comment-2205</link>
		<dc:creator>BudiTyas</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Feb 2009 07:31:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=1184#comment-2205</guid>
		<description>Resikonya nambah 1 sumber eror lagi. Klo ada yg nggak jalan meski syntaks beres, bisa jadi fasilitas multilanguage itu yg jd penyebabnya. Nampaknya sulit bikin yg bener2 multibahasa, misal bisapun di task2 tertentu aja. Kayaknya sih..., ndak yakin juga aku, hehe</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Resikonya nambah 1 sumber eror lagi. Klo ada yg nggak jalan meski syntaks beres, bisa jadi fasilitas multilanguage itu yg jd penyebabnya. Nampaknya sulit bikin yg bener2 multibahasa, misal bisapun di task2 tertentu aja. Kayaknya sih&#8230;, ndak yakin juga aku, hehe</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dnial</title>
		<link>http://www.navinot.com/2009/02/20/language-binding-language-convergence/#comment-2204</link>
		<dc:creator>dnial</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Feb 2009 07:19:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=1184#comment-2204</guid>
		<description>Bukannya Microsoft dengan .NET-nya sudah melakukan sejak dahulu (IronPython, Ruby.NET, dll)

Setiap bahasa dibangun dengan pola pikir berbeda dan menyelesaikan masalah yang berbeda. Jika masalahnya sama, biasanya filosofi dan cara mereka menyelesaikan masalah berbeda.

Setiap bahasa yang kita pelajari, kita menjadi punya wawasan baru untuk menyelesaikan masalah.

Kalau disamakan sih... Gimana ya? Bukankah perbedaan itu indah?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bukannya Microsoft dengan .NET-nya sudah melakukan sejak dahulu (IronPython, Ruby.NET, dll)</p>
<p>Setiap bahasa dibangun dengan pola pikir berbeda dan menyelesaikan masalah yang berbeda. Jika masalahnya sama, biasanya filosofi dan cara mereka menyelesaikan masalah berbeda.</p>
<p>Setiap bahasa yang kita pelajari, kita menjadi punya wawasan baru untuk menyelesaikan masalah.</p>
<p>Kalau disamakan sih&#8230; Gimana ya? Bukankah perbedaan itu indah?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: agionagile</title>
		<link>http://www.navinot.com/2009/02/20/language-binding-language-convergence/#comment-2203</link>
		<dc:creator>agionagile</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Feb 2009 06:41:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=1184#comment-2203</guid>
		<description>language binding memang menguntungkan karena kita bisa mengakses API yang dibuat dengan bahasa pemrograman lain dengan bahasa pemrograman yg kita kuasai.

tapi tetap saja, bahasa seperti c, java, ruby, c#, dsb adalah general purpose programming language. sehingga masih tetap painful ketika digunakan mentah2. kita masih harus meng-extend bahasa2 tersebut sesuai domain yang dihadapi supaya lebih mudah digunakan, misalnya dengan menggunakan bantuan framework
tertentu.

yang menarik saat ini adalah DSL (domain specific language). dengan DSL seharusnya membuat program menjadi jauh lebih mudah lagi. karena bahasa yg digunakan dirancang secara spesifik sesuai domain yang dihadapi.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>language binding memang menguntungkan karena kita bisa mengakses API yang dibuat dengan bahasa pemrograman lain dengan bahasa pemrograman yg kita kuasai.</p>
<p>tapi tetap saja, bahasa seperti c, java, ruby, c#, dsb adalah general purpose programming language. sehingga masih tetap painful ketika digunakan mentah2. kita masih harus meng-extend bahasa2 tersebut sesuai domain yang dihadapi supaya lebih mudah digunakan, misalnya dengan menggunakan bantuan framework<br />
tertentu.</p>
<p>yang menarik saat ini adalah DSL (domain specific language). dengan DSL seharusnya membuat program menjadi jauh lebih mudah lagi. karena bahasa yg digunakan dirancang secara spesifik sesuai domain yang dihadapi.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Toni</title>
		<link>http://www.navinot.com/2009/02/20/language-binding-language-convergence/#comment-2201</link>
		<dc:creator>Toni</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Feb 2009 04:06:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=1184#comment-2201</guid>
		<description>Ubiquity, hehe, keren bahasanya. 

Untuk yang belum tahu, kalau dari kamus begini artinya: 
&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;ubiquity&lt;/strong&gt; n : the state of being everywhere at once (or seeming to be everywhere at once)&lt;/blockquote&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ubiquity, hehe, keren bahasanya. </p>
<p>Untuk yang belum tahu, kalau dari kamus begini artinya: </p>
<blockquote><p><strong>ubiquity</strong> n : the state of being everywhere at once (or seeming to be everywhere at once)</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: yogatama</title>
		<link>http://www.navinot.com/2009/02/20/language-binding-language-convergence/#comment-2199</link>
		<dc:creator>yogatama</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Feb 2009 03:54:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=1184#comment-2199</guid>
		<description>kayaknya itu udah jadi kebutuhan deh. jaman skrg kalo terlalu eksklusif malah tidak laku kecuali pasar yg dituju memang eksklusif.

kalo efeknya kayaknya cuman satu, ubiquity.

siapa sih yg ndak mau dikenal?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kayaknya itu udah jadi kebutuhan deh. jaman skrg kalo terlalu eksklusif malah tidak laku kecuali pasar yg dituju memang eksklusif.</p>
<p>kalo efeknya kayaknya cuman satu, ubiquity.</p>
<p>siapa sih yg ndak mau dikenal?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
