Your Crowd Sucks, Mine Rocks

Your Crowd Sucks, Mine Rocks

Guardian of The Flock

Sebenarnya ada tidak sih crowd yang sucks atau nge-rock dibanding yang lain? Sebelum kita sampai ke sana, mari kita lihat apa sih yang membedakan suatu crowd dengan crowd yang lain.

  1. Different set of member. Lain ladang lain belalang, begitu kata pepatah. Setiap crowd punya daya tarik sendiri yang membuat orang berdatangan. Hanya orang-orang yang punya kemiripan saja yang akan datang dan menetap dalam crowd.
  2. Different set of culture. Akibat konvensi tertentu, baik secara sadar maupun bawah sadar, yang disepakati oleh anggota crowd maka akan terbentuk suatu kultur tertentu. Karena set anggota tiap crowd berbeda maka kultur yang terbentuk pun akan berbeda.
  3. Different agendas. Setiap crowd pasti terbentuk dengan goal tertentu. Hal ini adalah salah satu yang menarik orang-orang untuk datang. Akibat datang perginya anggota, agenda crowd bisa saja mengalami penyesuaian.

It’s more about you than them. Tapi, apa benar hal-hal di atas menyebabkan crowd bisa menjadi sucks? Kalau kita pikir dalam-dalam mungkin sebenarnya yang ada adalah kita yang tidak bisa atau tidak mau bekerja sama dengan crowd. Maybe it’s just us that sucks, no?

It’s about pulling, not pushing. You can’t force community/crowd. Semakin kuat Anda mendorong, semakin kuat Anda ditolak. Mungkin hal ini yang bisa membuat crowd tampak susah diajak kerjasama. Karena kita tidak menarik crowd untuk bekerja sama akan tetapi memaksa crowd untuk bekerja bagi kita.

Re-evaluating your membership. Pada saat komunitas berubah karena suatu hal, saat itu adalah waktunya anda menentukan apakah Anda akan tetap tinggal atau pergi. Dasar evaluasi tergantung tujuan kali pertama bergabung dalam crowd, dan pengalaman selama menjadi anggota. Apakah crowd masih memberikan value bagi Anda? Apakah Anda masih sanggup menerima bad apples (hal-hal yang tidak Anda inginkan) selama bergabung?

Don’t take everything too personal. Be reasonable.

Comments are closed.