Apa Twitter Pantas Untuk Google?

Apa Twitter Pantas Untuk Google?

twitter

Bila mengamati tren percakapan di bidang teknologi akhir-akhir ini, tentu tidak akan luput dengan bahasan Facebook atau Twitter. Selain Facebook yang semakin gencar dengan penggunannya yang protes akan halaman barunya, Twitter juga tidak kalah gaungnya dengan pertumbuhan layanannya yang semakin pesat. Beberapa juga masih bingung model bisnis apa yang akan menghidupi Twitter untuk kemudian hari.

Sebenarnya apa sih Twitter itu? – Twitter itu adalah layanan microblogging yang memperbolehkan penggunanya untuk menerbitkan konten (tweet) dalam 140 karakter (atau kurang). Berita yang diterbitkan bisa dikirim lewat situs Twitter, atau lewat SMS ke nomer tertentu. Dalam prakteknya, layanan ini populer untuk menyampaikan informasi singkat, layaknya SMS, yang lumayan berguna untuk menyampaikan berita terbaru atau hanya sekedar berbagi ‘apa yang sedang anda lakukan?’

Di satu tahun terakhir, Twitter tumbuh begitu pesat dengan jutaan pengguna baru. Bahkan beberapa pengamat menyatakan bahwa percepatan pertumbuhan Twitter melebihi Facebook. Sayangnya, sampai saat ini Twitter masih belum menemukan model bisnis yang pantas, bahkan untuk mengimbangi biaya operasionalnya. Oleh karena itu banyak pengamat, termasuk saya, tidak optimis untuk mengganggap Twitter sebagai sebuah kandidat bisnis independen yang mempunyai arus pemasukan yang patut dipertimbangkan.

Layaknya produk atau layanan web2.0 lainnya, menjadi target akuisisi sudah bukan pantangan lagi. Hal ini juga sah-sah saja dengan Twitter yang masih saja menghabiskan uang para penanam modalnya, tanpa pemasukan jelas. Bila memang Twitter pantas menjadi target akuisisi, siapa yang patut membelinya?

Satu hal yang pasti, jelas bukan Facebook! Mengapa? Karena Facebook telah mempunyai jumlah pengguna yang tidak kalah banyak. Lagipula, tatanan halaman depan Facebook yang terbaru juga telah menyusupkan fungsi microblogging yang mirip Twitter. Dengan kata lain, Twitter di mata Facebook hanyalah sebuah fungsi dari satu ekosistem atau platform yang jauh lebih besar, yaitu Facebook sendiri.

Spekulasi ini jadi menyisakan Google sebagai kandidat utama yang pantas mengambil alih Twitter. Selain dengan kondisi keuangan yang sehat, Google dengan ambisinya untuk menata informasi elektronik, menjadikan Twitter sebagai sasaran paling tepat untuk memperkuat posisi Google dalam hal informasi. Lewat layanan mesin pencari Google yang sekarang, hasil pencarian yang relevan masih membutuhkan waktu untuk menentukan kualitas yang terbaik, yaitu dengan mengkaji banyaknya linkback dan pagerank dari masing-masing situs yang terkait.

Lain halnya dengan Twitter yang lebih berfungsi sebagai human-editor, seperti yang dikemukakan founder-nya…

Twitter is like a flock of birds that communicate to each other (and often), in order to determine which direction they are going.

Dalam hal ini tentunya adalah berita apa yang lagi panas atau terbaru, yang disaring melalui berita-berita yang diterbitkan penggunanya (tweets & re-tweets)

Jelas sekali bahwa Twitter telah mengadopsi cara penyampaian berita yang benar-benar berbeda. Bahkan masih susah dipahami oleh kaum awam, dan membutuhkan faktor partisipasi yang tinggi. Bila Twitter bisa ditata dengan sedikit lebih teratur, saya rasa Twitter bisa menjadi trendsetter di dunia maya yang lebih baik dari Digg, atau layanan penyaji berita lainnya.

Untuk Google sendiri, bila ingin terus memimpin di dunia maya, saya percaya Twitter adalah investasi yang sangat berharga di masa mendatang. Tentu saja, ini bukan suatu yang bisa diukur secara paralel dengan banyaknya penghasilan dari besarnya investasi. Kira-kira boleh dianggap seperti YouTube, tidak untung banyak, tapi masih memimpin pasar dalam hal penyampaian konten berupa video.

Apakah anda setuju bila Twitter itu pantas untuk Google? Kalau tidak, siapa kandidat terkuat-mu?

Update (03-04-2009): Google sedang dalam tahap akhir untuk mengambil alih Twitter

Comments are closed.