Optimasi Situs Toko Online

Optimasi Situs Toko Online

frontpage

Sudah beberapa kali NavinoT membahas tentang e-commerce. Ide toko online sebenarnya adalah melayani pelanggan tanpa batasan tempat dan waktu, sekaligus menghemat biaya sewa tempat. Siapa saja yang mempunyai akses internet, bisa mencari informasi dan berbelanja di toko online kapan saja. Tentu saja pesanan tidak selalu diproses secara langsung, mengingat jam kerja masih normal.

Meskipun banyak manfaatnya, toko online juga mempunyai banyak kelemahan. Salah satunya adalah kehadirannya yang tidak terlihat, tidak seperti gerai toko di pusat perbelanjaan. Jadinya sebagai pemilik toko harus rajin melakukan promosi. Berhubung mendapatkan pengunjung saja susah, satu pengunjung yang masuk harus dilayani dengan sebaik mungkin, guna meningkatkan konversi. Yang tadinya pengunjung harus diladeni dengan baik untuk menjadi pembeli, dan akhirnya menjadi pelanggan.

Untuk kesempatan kali ini, mari kita gunakan situs sponsor kita, Bhinneka.com, sebagai studi kasus kita kali ini. Tujuan analisa ini adalah meningkatkan kenyamanan berbelanja lewat layar monitor, sekaligus meningkatkan konversi. Siap?!

Header

Tiap halaman web wajib mempunyai identitas, yang biasanya berupa logo atau nama. Bila kita mencoba tengok seratus situs, perhatikan di mana letak identitas tersebut. Pasti hampir semua situs tersebut menempatkan logonya di sebelah kiri atas. Meskipun tidak ada yang mengharuskan praktek ini, tapi ini sudah menjadi semacam peraturan tidak tertulis dan lebih baik ditaati.

Situs Bhinneka, menempatkan logonya di sisi kanan dan topeng di sisi kiri. Yang mana logo Bhinneka? Yang pasti bukan topeng. Selain itu, file format dari logo tersebut menggunakan flash, yang tidak akan terlihat bagi pengguna yang tidak memakai flash. Satu tambahan lagi, seperti yang pernah kita ulas sebelumnya, logo harus bisa di-klik dan mengarah kembali ke beranda.

Elemen lain yang biasanya tampak di situs toko online adalah barisan navigasi dan kotak pencarian. Secara umum memang sudah tersedia, tapi masih bisa dibuat terasa lebih lega dengan penggunaan white space.

Fungsi Pencarian Barang

Tergantung situasi calon pembeli, pada umumnya mereka cenderung mencari berdasarkan merk atau kategori. Cara paling gampang adalah menggunakan kata kunci di kotak pencarian. Tapi satu kali pencarian belum tentu menemukan apa yang diinginkan. Bhinneka memang sudah menerapkan pencarian berdasarkan kategori dan merk, tapi bukan ini yang saya maksud.

Solusi yang dimaksud adalah vertical search, yang memperbolehkan pengunjung untuk menelusuri lebih jauh hasil pencarian berdasarkan fitur dasar dari jenis barang yang dicari. Contohnya, mencari hard drive menurut kapasitas, merk, harga, jenis, dan sambungan antar muka.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah fitur rekomendasi. Di tiap pencarian atau penelusuran, alangkah baiknya disediakan sedikit rekomendasi tentang barang yang paling populer atau banyak dibeli orang. Selain memberi solusi, juga meningkatkan konversi.

Pembeli Butuh Pendapat

Sebagian pembeli tidak selalu tahu barang mana yang sesuai dengan kebutuhannya. Mereka datang masih penuh dengan tanda tanya dan membutuhkan sedikit konsultasi, layaknya di dunia nyata. Langkah Bhinneka untuk menerapkan customer review pada dasarnya sudah tepat. Mungkin dengan sedikit insentif, bisa menambah motivasi kepada pembeli untuk memberi ulasan. Bila diolah dengan baik, fitur ini bisa meningkatan fungsi Bhinneka di dunia maya. Bukan lagi tempat cek harga, tapi juga tempat untuk mendapatkan rekomendasi antar sesama pembeli.

URL Yang Ramah Mesin Pencari

Saya sendiri pernah menggunakan .NET sebagai solusi web. Satu hal yang paling susah adalah mengakali format URL agak lebih ramah terhadap mesin pencari. Bila kita perhatikan, URL yang dipakai di situs Bhinneka adalah berdasarkan SKU, bukan merk atau nama barang. Dengan sedikit perubahan, bisa meningkatkan posisi pencarian di mesin pencari.

US Dollar vs. Rupiah

usdollar

Barang komputer dan elektronik sangat peka terhadap perubahan kurs mata uang. Oleh karena itu banyak toko cenderung menggunakan US dollar sebagai patokan harga, termasuk Bhinneka. Tapi anehnya, begitu masuk ke keranjang belanjaan, harga sudah langsung berubah menjadi rupiah. Mengapa tidak langsung dikonversi dari awal? Setidaknya menampilkan nilai dari kedua mata uang.

Proses Checkout

kirim

Setelah masuk keranjang, langkah selanjutnya adalah melengkapi informasi untuk pembelian dan pengiriman. Tapi ongkos kirim masih belum tahu, dan masih harus memasukan nama kota untuk tahu jelasnya. Yang mengangetkan, saya butuh lebih dari 5 menit untuk tahu cara penggunaannya. (Lagi lambat kali). Untuk hal ini bisa diubah lebih efisien dengan menggunakan AJAX untuk memperbaharui biaya ongkos kirim sesuai kota tujuan.

Beberapa hal sepele yang sempat terlintas adalah penggunaan checkbox yang tidak seharusnya, yaitu seperti radio button.

Secara keseluruhan, situs Bhinneka sudah sangat baik dibanding toko online lokal lainnya yang pernah saya lihat. Menurut teori above-the-fold, terutama di halaman pertama, Bhinneka sudah termasuk sukses menonjolkan elemen yang perlu atau prioritas. Mungkin saja karena umur e-commerce di Indonesia masih muda, pengolahan toko online dari sisi design & usability masih tertinggal.

————————————————————————————————

Instruksi khusus untuk artikel ini

Menurutmu, apakah ada yang bisa ditingkatkan dari toko online Bhinneka? Silahkan beri komentar di bawah untuk kategori harian berhadiah kaos.

Untuk memperebutkan hadiah utama, silahkan menulis satu artikel dengan satu tautan ke artikel ini, dan satu link lagi ke Bhinneka.com.

Comments are closed.