Sehebat Penjual Voucher

Sehebat Penjual Voucher

Top Up

Beberapa hari lalu saya melakukan pengisian pulsa elektronik untuk ponsel saya. “Simpati 20 mas”. “Yak”, sahut penjaga kios dengan sigap sambil bersedia menekan tombol di ponselnya. “Kosong lapan satu sekian sekian”. “Oke”. “Berapa mas?”. “Dua dua”.

Saya pun membayar dan langsung berlalu, sambil tertegun. Wow, cepat sekali. Saya tak pernah benar-benar menyadari bahwa penjual voucher punya layanan sehebat ini. Kenapa hebat?

  • Fungsi produk yang jelas dan transparan. Beda dengan produk komoditas lain, misal warung makan, rasanya berbeda-beda walaupun menggunakan bahan yang sama. Voucher punya nominal dan berfungsi untuk memungkinkan pengguna memanfaatkan layanan dari operator. Sejelas dan sesederhana itu. Tidak ada kebingungan yang ditimbulkan, terlepas dari skema promosi operator tentunya. Kenapa Anda beli pisau Swiss Army? Karena Anda tahu bahwa Swiss Army knife bisa melakukan segalanya. Dan Anda memang ingin melakukan segalanya.
  • Produk mampu memenuhi ekspektasi. Dalam artian, pulsa dua puluh ribu bisa didapat dengan 22 ribu rupiah. Hal ini terjadi karena produk punya standar. Standar membuat orang tahu, apa yang diharapkan pasti akan diterima. Anda beli kopi Starbucks karena Anda tahu kopi Starbucks ya yang seperti itu, tak akan berubah. Dalam dunia voucher, pengaruh faktor ini jauh lebih terasa karena tidak ada kompetisi akibat variasi produk, ie: anda beri uang, anda dapat pulsa. Ain’t getting any simpler than that.
  • Painless procedure. 1-2-3, nomer hape, jumlah pulsa, dan bayar. Proses ini begitu efektif, baik bagi penjual maupun pembeli. Proses yang efektif berarti lebih banyak pelanggan yang bisa dilayani, berarti lebih banyak sales. Berdasar hal inilah di kasir supermarket dipasang barcode scanner demi mempercepat proses sales. Hal yang sama mungkin dijadikan alasan pemakaian ICR untuk penghitungan suara dalam Pemilu legislatif baru-baru ini.

Tidak hanya berlaku pada produk offline, prinsip ini juga bisa diaplikasikan dalam produk online. Pada blog misalnya, sebuah artikel perlu memiliki tujuan yang jelas. Apa yang dibicarakan dan ke arah mana pembaca akan digiring. Dengan judul yang menarik, artikel juga harus dipastikan mampu memenuhi ekspektasi yang timbul akibat membaca judul. Setelah itu, pastikan proses menulis komentar tidak ribet. Memakai Facebook Connect akan mempermudah proses pengisian detil komentator tanpa harus menulis manual dan berulang-ulang.

Nah, bagaimana dengan produk Anda atau produk yang hendak Anda luncurkan? Sudah lebih hebat dari (jualan) voucher?

Oke, sekarang instruksi untuk kontes. Jika tempo hari Anda telah mengulas aplikasi, sekarang coba ulas sebuah produk riil yang selama ini telah memukau Anda. Kenapa Anda anggap produk tersebut hebat?

Comments are closed.