<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Belajar dari Kesalahan</title>
	<atom:link href="http://www.navinot.com/2009/04/27/belajar-dari-kesalahan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.navinot.com/2009/04/27/belajar-dari-kesalahan/</link>
	<description>Slashing Web &#38; Online Strategy</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Sep 2010 11:19:26 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
	<item>
		<title>By: mazyoyo</title>
		<link>http://www.navinot.com/2009/04/27/belajar-dari-kesalahan/#comment-12212</link>
		<dc:creator>mazyoyo</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Oct 2009 19:29:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=1737#comment-12212</guid>
		<description>sungguh suatu cerita yang menarik dan menggugah maz, menurut saya perlu adanya sifat dan sikap kreatif dan inovatif maz untuk memenangkan persaingan. terima kasih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sungguh suatu cerita yang menarik dan menggugah maz, menurut saya perlu adanya sifat dan sikap kreatif dan inovatif maz untuk memenangkan persaingan. terima kasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Aku Kalah Karena &#8220;Aku&#8221; &#124; raiderhost [dot] info</title>
		<link>http://www.navinot.com/2009/04/27/belajar-dari-kesalahan/#comment-10036</link>
		<dc:creator>Aku Kalah Karena &#8220;Aku&#8221; &#124; raiderhost [dot] info</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Jun 2009 16:39:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=1737#comment-10036</guid>
		<description>[...] ini juga saya tulis untuk mengikuti kontes berpikir kritis navinot.com &#8211; Belajar dari Kesalahan.    Share and [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] ini juga saya tulis untuk mengikuti kontes berpikir kritis navinot.com &#8211; Belajar dari Kesalahan.    Share and [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: raiderhost</title>
		<link>http://www.navinot.com/2009/04/27/belajar-dari-kesalahan/#comment-10032</link>
		<dc:creator>raiderhost</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Jun 2009 14:54:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=1737#comment-10032</guid>
		<description>ak mencoba share pengalaman disini mas .. panjang banget  :D ndak ada unsur elevator pitchnya :)

http://raiderhost.info/blog/aku-kalah-karena-aku.html</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ak mencoba share pengalaman disini mas .. panjang banget  <img src='http://www.navinot.com/wordpress/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  ndak ada unsur elevator pitchnya <img src='http://www.navinot.com/wordpress/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><a href="http://raiderhost.info/blog/aku-kalah-karena-aku.html" rel="nofollow">http://raiderhost.info/blog/aku-kalah-karena-aku.html</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: denmas_bin</title>
		<link>http://www.navinot.com/2009/04/27/belajar-dari-kesalahan/#comment-9816</link>
		<dc:creator>denmas_bin</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Jun 2009 01:15:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=1737#comment-9816</guid>
		<description>Kesalahan yang sering dilakukan oleh kita ketika melihat peluang yg sedang &quot;in&quot; adalah silap mata dan mudah terpengaruh oleh keinginan untuk melakukan hal yang sama tanpa didasari analisis market yang kuat dan akurat.
Serta manajemen sda dan sdmnya yg tidak maksimal, memungkinkan pula bisnis yg sedang kita jalankan akan terasa biasa saja, padahal tidak sebanding dengan cost dan harapan yang sudah kita tanamkan.
Terkadang berfikir lebih lama sedikit lebih baik untuk mendapatkan keakuratan, ketimbang berfikir cepat yg akan mempercepat bangkrutnya usaha kita.
Teliti, cermat sebelum melakukan!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kesalahan yang sering dilakukan oleh kita ketika melihat peluang yg sedang &#8220;in&#8221; adalah silap mata dan mudah terpengaruh oleh keinginan untuk melakukan hal yang sama tanpa didasari analisis market yang kuat dan akurat.<br />
Serta manajemen sda dan sdmnya yg tidak maksimal, memungkinkan pula bisnis yg sedang kita jalankan akan terasa biasa saja, padahal tidak sebanding dengan cost dan harapan yang sudah kita tanamkan.<br />
Terkadang berfikir lebih lama sedikit lebih baik untuk mendapatkan keakuratan, ketimbang berfikir cepat yg akan mempercepat bangkrutnya usaha kita.<br />
Teliti, cermat sebelum melakukan!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: tumiyemar</title>
		<link>http://www.navinot.com/2009/04/27/belajar-dari-kesalahan/#comment-9750</link>
		<dc:creator>tumiyemar</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Jun 2009 05:07:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=1737#comment-9750</guid>
		<description>memang harus fleksibel dalam menghadapi zaman yang terus maju.. tapi menurut saya, khas atau ciri yang telah dimiliki jangan sampai hilang juga..atau bisa dikata,jangan sampai jati diri kita itu hilang dan cuma ngikut arus..

untuk sebuah warung contohnya..
1. pertahanin menu andalan.. tetapi tidak salah juga kan mengeksplore rasa baru?? misal bebek kremas,harus tetep ada itu menu andalan &quot;bebek kremes original&quot; dan  selanjutnya muncul lagi menu baru &quot;bebek kremes saus stroberi&quot; dsb
2. untuk masalah tempat.. tetep, pertahanin konsep asli yang uda dari dulu dipake.. tapi tambahin dong tempat buat kongkow ato lesehan disudut deket jendela.. atau lebih keren nih,,ditambah ruangan yang bersekat2 agar para remaja juga suka..
3. fasilitas yang disedikan bisa berevolusi juga kan.. old dan new tetep bisa berjalan.. sediain tv untuk yang tidak bawa laptop,dan hotspot untuk yang bawa laptop.. sediain pc buat yang mau browsing juga tambah ok..

tambah maju tapi tetep setia ma warisan nenek moyang ini namanya hehehe...^^</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>memang harus fleksibel dalam menghadapi zaman yang terus maju.. tapi menurut saya, khas atau ciri yang telah dimiliki jangan sampai hilang juga..atau bisa dikata,jangan sampai jati diri kita itu hilang dan cuma ngikut arus..</p>
<p>untuk sebuah warung contohnya..<br />
1. pertahanin menu andalan.. tetapi tidak salah juga kan mengeksplore rasa baru?? misal bebek kremas,harus tetep ada itu menu andalan &#8220;bebek kremes original&#8221; dan  selanjutnya muncul lagi menu baru &#8220;bebek kremes saus stroberi&#8221; dsb<br />
2. untuk masalah tempat.. tetep, pertahanin konsep asli yang uda dari dulu dipake.. tapi tambahin dong tempat buat kongkow ato lesehan disudut deket jendela.. atau lebih keren nih,,ditambah ruangan yang bersekat2 agar para remaja juga suka..<br />
3. fasilitas yang disedikan bisa berevolusi juga kan.. old dan new tetep bisa berjalan.. sediain tv untuk yang tidak bawa laptop,dan hotspot untuk yang bawa laptop.. sediain pc buat yang mau browsing juga tambah ok..</p>
<p>tambah maju tapi tetep setia ma warisan nenek moyang ini namanya hehehe&#8230;^^</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Agustinus Woi</title>
		<link>http://www.navinot.com/2009/04/27/belajar-dari-kesalahan/#comment-9706</link>
		<dc:creator>Agustinus Woi</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Jun 2009 12:39:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=1737#comment-9706</guid>
		<description>Belajar dari kesalahan ?
Butuh orang yang mempunyai kerendahan hati yang luar biasa.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Belajar dari kesalahan ?<br />
Butuh orang yang mempunyai kerendahan hati yang luar biasa.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: roland</title>
		<link>http://www.navinot.com/2009/04/27/belajar-dari-kesalahan/#comment-9689</link>
		<dc:creator>roland</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Jun 2009 15:13:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=1737#comment-9689</guid>
		<description>menurut pendapat saya sih. hidup itu berjuang. tidak ada orang yang tidak pernah salah atau gagal. pasti semua orang pernah salah. mungkin saat ini gagal untuk usaha kuliner tapi kalo menemukan sesuatu resep yang unik saya yakin ada perubahan membuat usaha kulinernya menjadi sukses. atau mau cara yang ekstrim banting stir usaha lain yang lebih menjanjikan. yang terpenting belajarlah dari kesalahan dan jangan menyerah dengan keadaan. ok</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>menurut pendapat saya sih. hidup itu berjuang. tidak ada orang yang tidak pernah salah atau gagal. pasti semua orang pernah salah. mungkin saat ini gagal untuk usaha kuliner tapi kalo menemukan sesuatu resep yang unik saya yakin ada perubahan membuat usaha kulinernya menjadi sukses. atau mau cara yang ekstrim banting stir usaha lain yang lebih menjanjikan. yang terpenting belajarlah dari kesalahan dan jangan menyerah dengan keadaan. ok</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: chetta</title>
		<link>http://www.navinot.com/2009/04/27/belajar-dari-kesalahan/#comment-9585</link>
		<dc:creator>chetta</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Jun 2009 20:06:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=1737#comment-9585</guid>
		<description>sesuatu yang kita kejakan atau kita lakukan ,,,, tak ubah selayaknya anak bayi yang yang mulai menginjak usia 3 bulan yang mulai mencoba belajar tengkurap atau mengangkat kepalanya.... artinya mencoba dengan hal yang baru yang kadang memang kita lum tau sama sekali.. sama jga bayi yang belajar mengangkat kepalanya,, kadang sulit  dan tertunduk....begitu juga kita bahwa usaha dan rasa ingin taw lah yang membuat kita ingin mengulangi kesalahan yang kedua kali,,,,, intinya adalah komitment yang kita tanam pada diri kita untuk berbuat dan melakukan hal yang kita lakukan ... karena komitment lah yang nantinya akan membatisi kita agar tidak melakukan kesalahan yang kedua kalinya ,,, membuat komitment pada diri kita gak gampang guys,, banyak tekanan dalam diri kita yang akan melawan komitment itu.... jadi mulailah berkokmitment untuk tidak melakukan kesalahan yang ke dua kalinya</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sesuatu yang kita kejakan atau kita lakukan ,,,, tak ubah selayaknya anak bayi yang yang mulai menginjak usia 3 bulan yang mulai mencoba belajar tengkurap atau mengangkat kepalanya&#8230;. artinya mencoba dengan hal yang baru yang kadang memang kita lum tau sama sekali.. sama jga bayi yang belajar mengangkat kepalanya,, kadang sulit  dan tertunduk&#8230;.begitu juga kita bahwa usaha dan rasa ingin taw lah yang membuat kita ingin mengulangi kesalahan yang kedua kali,,,,, intinya adalah komitment yang kita tanam pada diri kita untuk berbuat dan melakukan hal yang kita lakukan &#8230; karena komitment lah yang nantinya akan membatisi kita agar tidak melakukan kesalahan yang kedua kalinya ,,, membuat komitment pada diri kita gak gampang guys,, banyak tekanan dalam diri kita yang akan melawan komitment itu&#8230;. jadi mulailah berkokmitment untuk tidak melakukan kesalahan yang ke dua kalinya</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Kontes Berpikir Kritis 2009 &#124;</title>
		<link>http://www.navinot.com/2009/04/27/belajar-dari-kesalahan/#comment-9580</link>
		<dc:creator>Kontes Berpikir Kritis 2009 &#124;</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Jun 2009 16:26:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=1737#comment-9580</guid>
		<description>[...] Kontes Berpikir Kritis 2009  Kategori Artikel TerbaikHadiah utama adalah (1) Hewlett-Packard 1001 Mini Note persembahan Bhinneka.com. Caranya adalah sebagai [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Kontes Berpikir Kritis 2009  Kategori Artikel TerbaikHadiah utama adalah (1) Hewlett-Packard 1001 Mini Note persembahan Bhinneka.com. Caranya adalah sebagai [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: David</title>
		<link>http://www.navinot.com/2009/04/27/belajar-dari-kesalahan/#comment-9522</link>
		<dc:creator>David</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 May 2009 18:39:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=1737#comment-9522</guid>
		<description>Belajar dari kesalahan..ada Orang bijak pernah bilang..keledaypun ga akan jatuh kembali pada lubang yang sama..buat temen&quot;, Om, Tante, Kakak and Dede..gua cuma mau ingetin,segala sesuatu itu dimulay dari 0..ngitung,pasti mulai dari 0,emangnya ada pernah liat kalkulator tampilan angkanya 8 atau 9??kagak ada kaaann??hidup memang identik dengan benar atau salah..right or wrong,bukan left..tapi melakukan sesuatu yang berujung pada salah atau benar adalah pilihan..TUHAN memberikan kita kuasa untuk memilih,menurut hemat g,sih..klo lo gamau balajar dari kesalahan yang pilihlah buat ga salah..simple..buat saudara-saudara yang uda salah,pilihlah untuk tidak melakukan kesalahan itu lagi,karna itulah yang BENAR!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Belajar dari kesalahan..ada Orang bijak pernah bilang..keledaypun ga akan jatuh kembali pada lubang yang sama..buat temen&#8221;, Om, Tante, Kakak and Dede..gua cuma mau ingetin,segala sesuatu itu dimulay dari 0..ngitung,pasti mulai dari 0,emangnya ada pernah liat kalkulator tampilan angkanya 8 atau 9??kagak ada kaaann??hidup memang identik dengan benar atau salah..right or wrong,bukan left..tapi melakukan sesuatu yang berujung pada salah atau benar adalah pilihan..TUHAN memberikan kita kuasa untuk memilih,menurut hemat g,sih..klo lo gamau balajar dari kesalahan yang pilihlah buat ga salah..simple..buat saudara-saudara yang uda salah,pilihlah untuk tidak melakukan kesalahan itu lagi,karna itulah yang BENAR!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Agustinus Woi</title>
		<link>http://www.navinot.com/2009/04/27/belajar-dari-kesalahan/#comment-9515</link>
		<dc:creator>Agustinus Woi</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 May 2009 12:50:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=1737#comment-9515</guid>
		<description>Belajar dari kesalahan ?
Saya kira sangat mudah sekali kita menerima segala kesalahan yang kita alami, tergantung dari ketulusan hati untuk menerima diri apa adanya. Menerima kesalahan,  akan lebih waspada dikemudian hari, dan lebih dewasa dalam berpikir dan bertindak.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Belajar dari kesalahan ?<br />
Saya kira sangat mudah sekali kita menerima segala kesalahan yang kita alami, tergantung dari ketulusan hati untuk menerima diri apa adanya. Menerima kesalahan,  akan lebih waspada dikemudian hari, dan lebih dewasa dalam berpikir dan bertindak.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: didik</title>
		<link>http://www.navinot.com/2009/04/27/belajar-dari-kesalahan/#comment-9510</link>
		<dc:creator>didik</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 May 2009 08:16:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=1737#comment-9510</guid>
		<description>hidup adalah sebuah perjalanan yang penuh liku dan cobaan. tentunya banyak yang membuat kita terpuruk dalam kesedihan. karena itu kita harus melihat/belajar dr kesalahan yang pernah terjadi agar kita tidak terjatuh lagi ke tempat yang lebih buruk lagi...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hidup adalah sebuah perjalanan yang penuh liku dan cobaan. tentunya banyak yang membuat kita terpuruk dalam kesedihan. karena itu kita harus melihat/belajar dr kesalahan yang pernah terjadi agar kita tidak terjatuh lagi ke tempat yang lebih buruk lagi&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: marwati</title>
		<link>http://www.navinot.com/2009/04/27/belajar-dari-kesalahan/#comment-9507</link>
		<dc:creator>marwati</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 May 2009 06:09:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=1737#comment-9507</guid>
		<description>bagi saya, kita bisa berhaasil karena kita mengulangi apa yang sebelumnya gagal, jadi kegagalan menciptakan keberhasilan di kemudian</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bagi saya, kita bisa berhaasil karena kita mengulangi apa yang sebelumnya gagal, jadi kegagalan menciptakan keberhasilan di kemudian</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Mervin Tri Hadianto</title>
		<link>http://www.navinot.com/2009/04/27/belajar-dari-kesalahan/#comment-9476</link>
		<dc:creator>Mervin Tri Hadianto</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 May 2009 08:57:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=1737#comment-9476</guid>
		<description>Bagi saya, sebagai dokter, kesalahan tidak seharusnya tidak dilakukan lagi saat kita praktik, karena bisa jadi malpraktik. Boleh dilakukan saat koas, dimana koas masih tidak bertanggungjawab pada pasien. &quot;Musuh&quot; dokter kini adalah para pengacara, karena pekerjaan langka, merambahlah mereka ke rumah sakit-rumah sakit, cari2 keluarga pasien yang baru berduka karena anggota keluarganya meninggal; yang dicari adalah: APAKAH DOKTER BERBUAT MALPRAKTIK. 
Secara umum kesalahan timbul akibat 
1. Sengaja --&gt; ada tujuan tersembunyi
2. Tidak sengaja, dibedakan menjadi
   a. tidak tahu
   b. terlalu percaya diri
   c. tidak meng-update ilmu
Dalam bisnis sedikit berbeda dengan dunia kedokteran yang langsung berhubungan dengan nyawa pasien (tidak boleh main-main), dimana:
1. Kesalahan berakibat kerugian diri sendiri
2. Tidak berhubungan dengan nyawa pasien
Dari topik belajar dari kesalahan, maka
1. Ide tersebut memang hebat, mudah diucapkan, tapi menyakitkan, pada orang-orang tertentu mudah jadi bumerang, misalnya jadi stress/depresi berat, bahkan jadi gila.
2. Mudah dilakukan pada orang dengan kejiwaan matang
3. Perlu dukungan teman-teman agar bangkit kembali
4. Dasar-dasar agama (apa pun agamanya) harus kuat, berserah pada Tuhan dalam melakukan segala sesuatu.
5. Pada bisnis, kualitas barang/jasa tidak 100% berperan dalam keuntungan besar, masih ada satu faktor lain: yaitu KOMUNIKASI INTERPERSONAL (pelayanan yang ramah).
Sebagai contoh, ayah saya adalah mantan kepala sekolah SMP (pensiun), kini 100% bekerja di toko miliknya, di mana barang kelontong yang dijual belum pasti lebih murah daripada toko pesaing, namun yang membuat survive adalah: komunikasi yang baik dengan pembeli, sifat ayah saya yang grapyak (mudah bergaul) tetap sebagai faktor penarik pembeli. 
6. Tabungan EMOSI. Saya diajarkan ayah saya agar melakukan &quot;kesan yang baik pada semua orang&quot;. Tabungan emosi ini yang menjadi daya tarik, bagi saya yang berprofesi sebagai dokter, juga pada Bisnis secara keseluruhan.
Demikian komentar saya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bagi saya, sebagai dokter, kesalahan tidak seharusnya tidak dilakukan lagi saat kita praktik, karena bisa jadi malpraktik. Boleh dilakukan saat koas, dimana koas masih tidak bertanggungjawab pada pasien. &#8220;Musuh&#8221; dokter kini adalah para pengacara, karena pekerjaan langka, merambahlah mereka ke rumah sakit-rumah sakit, cari2 keluarga pasien yang baru berduka karena anggota keluarganya meninggal; yang dicari adalah: APAKAH DOKTER BERBUAT MALPRAKTIK.<br />
Secara umum kesalahan timbul akibat<br />
1. Sengaja &#8211;&gt; ada tujuan tersembunyi<br />
2. Tidak sengaja, dibedakan menjadi<br />
   a. tidak tahu<br />
   b. terlalu percaya diri<br />
   c. tidak meng-update ilmu<br />
Dalam bisnis sedikit berbeda dengan dunia kedokteran yang langsung berhubungan dengan nyawa pasien (tidak boleh main-main), dimana:<br />
1. Kesalahan berakibat kerugian diri sendiri<br />
2. Tidak berhubungan dengan nyawa pasien<br />
Dari topik belajar dari kesalahan, maka<br />
1. Ide tersebut memang hebat, mudah diucapkan, tapi menyakitkan, pada orang-orang tertentu mudah jadi bumerang, misalnya jadi stress/depresi berat, bahkan jadi gila.<br />
2. Mudah dilakukan pada orang dengan kejiwaan matang<br />
3. Perlu dukungan teman-teman agar bangkit kembali<br />
4. Dasar-dasar agama (apa pun agamanya) harus kuat, berserah pada Tuhan dalam melakukan segala sesuatu.<br />
5. Pada bisnis, kualitas barang/jasa tidak 100% berperan dalam keuntungan besar, masih ada satu faktor lain: yaitu KOMUNIKASI INTERPERSONAL (pelayanan yang ramah).<br />
Sebagai contoh, ayah saya adalah mantan kepala sekolah SMP (pensiun), kini 100% bekerja di toko miliknya, di mana barang kelontong yang dijual belum pasti lebih murah daripada toko pesaing, namun yang membuat survive adalah: komunikasi yang baik dengan pembeli, sifat ayah saya yang grapyak (mudah bergaul) tetap sebagai faktor penarik pembeli.<br />
6. Tabungan EMOSI. Saya diajarkan ayah saya agar melakukan &#8220;kesan yang baik pada semua orang&#8221;. Tabungan emosi ini yang menjadi daya tarik, bagi saya yang berprofesi sebagai dokter, juga pada Bisnis secara keseluruhan.<br />
Demikian komentar saya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: surti</title>
		<link>http://www.navinot.com/2009/04/27/belajar-dari-kesalahan/#comment-9460</link>
		<dc:creator>surti</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 May 2009 22:09:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=1737#comment-9460</guid>
		<description>g da yg namanya bljr dr kslhn. kl tau itu dah salah napa msh dlnjutkn. mnrut q, seharusnya jdul artikelnya belajar dr pengalman. krn orang selalu merasa benar tentang langkah yang akan diambil jika mau melakukan sesuatu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>g da yg namanya bljr dr kslhn. kl tau itu dah salah napa msh dlnjutkn. mnrut q, seharusnya jdul artikelnya belajar dr pengalman. krn orang selalu merasa benar tentang langkah yang akan diambil jika mau melakukan sesuatu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: doni</title>
		<link>http://www.navinot.com/2009/04/27/belajar-dari-kesalahan/#comment-9387</link>
		<dc:creator>doni</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 May 2009 04:19:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=1737#comment-9387</guid>
		<description>mungkin benar,kebanyakan orang-orang sukses itu berhasil karena belajar dari sebuah kesalahan atau bahkan berkali berbuat salah.karena kesalahan dengan ke suksesan ibarat koin.yang jika kita mau melakukannya kemungkinan akan gagal atau salah,atau justru malah langsung berhasil.dan apa salahnya untuk mencoba,salah satu cara untuk menghilangkan kesalahan adalah mempunyai seorang mentor atau pembimbing...!!!!tapi setelah melakukan banyak kesalahan pasti akan terhapus hanya dengan satu kebenaran..dan rasa adalah kepuasan.............!!!!!!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mungkin benar,kebanyakan orang-orang sukses itu berhasil karena belajar dari sebuah kesalahan atau bahkan berkali berbuat salah.karena kesalahan dengan ke suksesan ibarat koin.yang jika kita mau melakukannya kemungkinan akan gagal atau salah,atau justru malah langsung berhasil.dan apa salahnya untuk mencoba,salah satu cara untuk menghilangkan kesalahan adalah mempunyai seorang mentor atau pembimbing&#8230;!!!!tapi setelah melakukan banyak kesalahan pasti akan terhapus hanya dengan satu kebenaran..dan rasa adalah kepuasan&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.!!!!!!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: arga</title>
		<link>http://www.navinot.com/2009/04/27/belajar-dari-kesalahan/#comment-9345</link>
		<dc:creator>arga</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 May 2009 05:13:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=1737#comment-9345</guid>
		<description>semua usaha memiliki pasang surut,  namun disitulah bagaimana seseorang bisa memaknainya. semakin banyak pesaing usaha semakin cepat sorang pengusaha dituntut berpikir kreatif. menciptakan hal baru, terobosan baru, style yang menarik. karena kalau berjalan apa adanya, usaha tersebut pasti akan ditumbangkan dengan usaha yang lebih kreatif.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>semua usaha memiliki pasang surut,  namun disitulah bagaimana seseorang bisa memaknainya. semakin banyak pesaing usaha semakin cepat sorang pengusaha dituntut berpikir kreatif. menciptakan hal baru, terobosan baru, style yang menarik. karena kalau berjalan apa adanya, usaha tersebut pasti akan ditumbangkan dengan usaha yang lebih kreatif.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Risna Cahyati</title>
		<link>http://www.navinot.com/2009/04/27/belajar-dari-kesalahan/#comment-9337</link>
		<dc:creator>Risna Cahyati</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 May 2009 01:47:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=1737#comment-9337</guid>
		<description>@Dony Chandra : kalau judul aja dibahas mati-matian seperti itu bagaimana menyikapi tata bahasa sastra yang banyak menggunakan penyimpangan bahasa for the sake of rhyme. 

Inti dari bahasa adalah untuk berkomunikasi, sepanjang orang lain mengerti apa yang ingin kita sampaikan, why bother? Website ini tidak sedang membahas penggunaan tata bahasa Indonesia yang baik dan benar kan? 

Dan saya yakin kalau pembaca sangat mengerti apa yang disampaikan disini tanpa harus merevisi apapun dalam artikel diatas.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Dony Chandra : kalau judul aja dibahas mati-matian seperti itu bagaimana menyikapi tata bahasa sastra yang banyak menggunakan penyimpangan bahasa for the sake of rhyme. </p>
<p>Inti dari bahasa adalah untuk berkomunikasi, sepanjang orang lain mengerti apa yang ingin kita sampaikan, why bother? Website ini tidak sedang membahas penggunaan tata bahasa Indonesia yang baik dan benar kan? </p>
<p>Dan saya yakin kalau pembaca sangat mengerti apa yang disampaikan disini tanpa harus merevisi apapun dalam artikel diatas.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Riawan Tamin</title>
		<link>http://www.navinot.com/2009/04/27/belajar-dari-kesalahan/#comment-9330</link>
		<dc:creator>Riawan Tamin</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 May 2009 15:54:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=1737#comment-9330</guid>
		<description>coba diliat dari sudut pandang yang berbeda aja pak. 
kesalahan itu kan gak bisa dihindari. ini adalah reaksi yang benar setelah salah.

yang anda bahas tindakan preventif. kalo yang ini adalah tindakan reaktif. sama2 baik dan bagus kok.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>coba diliat dari sudut pandang yang berbeda aja pak.<br />
kesalahan itu kan gak bisa dihindari. ini adalah reaksi yang benar setelah salah.</p>
<p>yang anda bahas tindakan preventif. kalo yang ini adalah tindakan reaktif. sama2 baik dan bagus kok.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ollie</title>
		<link>http://www.navinot.com/2009/04/27/belajar-dari-kesalahan/#comment-9323</link>
		<dc:creator>Ollie</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 May 2009 12:44:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=1737#comment-9323</guid>
		<description>Numpang ketawa: hahahaha</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Numpang ketawa: hahahaha</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
