Packaging Kurang Ajar (The God Damned Packaging)

Packaging Kurang Ajar (The God Damned Packaging)

2786044372_fba3d80130

Tentunya Anda ingat debat OS mikrokernel dan monolitik. Mikrokernel memberikan OS dalam bentuk komponen-komponen kecil (disebut server, dan bertinggal di user-space) yang bisa berinteraksi satu dengan yang lain. Jika ada bagian yang perlu perbaikan, maka kita bisa mengupdate hanya satu komponen kernel saja.  Contoh microkernel: GNU/HURD, Symbian OS

Sebaliknya, kernel monolitik menyediakan semua fungsi abstraksi hardware dalam satu bundle. Meskipun cenderung gemuk, tingkat integrasi komponen internal dalam kernel sangatlah tinggi sehingga mampu memberikan performa yang signifikan. Hal ini juga terjadi karena komponen-komponen ini berjalan pada address space yang sama. Berbeda dengan microkernel yang punya dua bagian terpisah. Contoh kernel monolitik: Linux, Microsoft Windows (versi 1.x hingga 4.x; kecuali Windows NT)

Lanjut ke contoh “pemaketan” lain. Statically-linked dan dynamically-linked application. Statically linked application berarti semua pustaka yang dibutuhkan aplikasi akan dibundel jadi satu, sehingga aplikasi bsia berjalan di manapun tanpa terlalu peduli dengan dukungan pustaka di luar program.

Di sisi lain dynamically linked application sangat dependen pada pustaka di luar program. Sewaktu di-build, program dikondisikan berjalan dengan dukungan pustaka yang tidak dibundel menjadi satu. Akibatnya, tentu saja ukuran program menjadi lebih kecil walaupun akan memiliki drawback dependen terhadap pustaka di luar program. Pustaka di luar program ini harus diinstall secara terpisah, yang kemudian bisa memicu isu dependency hell.

Lalu mana yang kita sebut God damned packaging? Anda pernah menginstall driver printer Canon? Entah apa saja yang diperlukan sehingga ukuran installernya bisa 100MB. Atau program addon untuk mengatur Nokia Anda. Tak mungkin berukuran di bawah 10MB.

Coba kita lihat Firefox, di bawah 10MB dan kita bisa melakukan berbagai macam hal dengannya. Netbeans, 25MB dan saya bersikukuh memakainya sebagai editor PHP terbaik.

Saya teringat dengan beberapa SDK mobile phone yang selalu saja menyebalkan untuk didownload karena ukurannya yang sangat besar. “god damned packaging” adalah nama yang saya berikan pada hal semacam itu.

Yang tak habis saya pikir adalah, kenapa mereka berkeras kepala mendistribusikan program dengan packaging seperti itu. Yang terlalu besar untuk bergerak dan terdistribusi dengan cepat. The longer it takes to download, the longer it delays us from toy-ing it. Padahal streamlining the package masih mungkin dilakukan. SDK Sony Ericsson yang 111MB itu semestinya bisa dipecah jadi plugin untuk Netbeans atau Eclipse, dengan emulator terpisah.

Tentunya tidak terbatas pada software saja. God damned packaging juga bisa dijumpai pada produk lain. Biasanya packaging yang berlebihan dipakai untuk menutupi kelemahan produk. Bisa dalam bentuk bonus-bonus ataupun fitur-fitur yang sebenarnya tidak banyak membantu selain menaikkan harga. Mungkin banyak produk yang ditawarkan di jaringan DRTV dan yang sejenis bisa dimasukkan ke kategori God damned packaging. Ibarat peniru Swiss Army Knife namun tidak bisa sefungsional Swiss Army Knife. Sekedar ramai fitur saja.

Pernah menjumpai produk serupa? Atau pernah terjerumus hal serupa? Kalau Anda seorang programmer, mungkin Anda sering tergoda untuk menambahkan fitur yang tampak menarik walau akhirnya hanya akan menyumbangkan lebih bayak clutter pada antarmuka daripada memberikan manfaat pengguna.

Untuk kontes hari ini, coba temukan produk yang termasuk God damned packaging. Produk yang membuat Anda kesal sedemikian rupa gara-gara “bungkus” doang yang kegedean!

Comments are closed.