Facebook Quiz for Brand Marketing

Facebook Quiz for Brand Marketing

farm

Saya yakin Anda sudah sebal dengan Facebook Quiz yang memenuhi halaman Home Anda di Facebook. Walau sebel, tapi sepertinya jumlah dan peserta quiz tiap harinya tidak kunjung berkurang. Beberapa yang mulanya sebal, malah akhirnya turut bermain kuis juga gara-gara penasaran tentang apa sih yang membuat orang kerajingan. Apa iya, Facebook quiz itu kerjaan iseng tak bermanfaat?

Dari sudut peserta kuis mungkin iya, sekedar mendatangkan kepuasan emosional karena bisa membandingkan dirinya dengan yang lain. Atau sekedar ingin mengkonfirmasi tebakan atas diri sendiri lewat quiz yang berkaitan. Tapi pernahkah terpikir bahwa Facebook quiz bisa mejadi tool luar biasa untuk keperluan brand marketing? Sifatnya yang cenderung viral dan mengalir terus-menerus membuatnya jadi media yang efektif untuk mengantarkan pesan ke depan calon konsumen. Jadi bagaimana kita bisa memanfaatkan Facebook quiz?

What to avoid?

Kita mulai dari yang paling penting: praktek yang harus dihindari.

  • Direct selling (as always). Tidak ada yang senang dipaksa untuk membeli. Jangan berjualan lewat quiz.
  • Blatantly branding. Jangan ngasal memasarkan brand. Jika tidak hati-hati, bisa-bisa hasil yang didapatkan justru hal yang tidak diinginkan.
  • Don’t always do something about YOU YOU YOU, more about the user. Ingat, tidak ada direct-value bagi Anda sebagai pemilik brand. Jadi dalam langkah ini, semuanya adalah tentang user. Hal ini juga terkait dengan konsep viralitas. Jika tidak berguna bagi user, ngapain disebarkan?
  • Branding up front may increase traffic. Make it seems like an ad. Memang sih, jor-joran di depan akan men-drive tambahan trafik ke site Anda. Tapi berita baiknya hanya sampai di situ saja. Selanjutnya Anda tidak akan bisa melakukan hal yang sama lagi. “Ah, si itu lagi, pasti ngiklan.”

What we can do

Untuk branding, kita bisa memanfaatkan kekuatan viral untuk menebar brand awareness. Ada dua hal yang bisa disebar.yang pertama adalah gambar brand itu sendiri, berupa logo atau badge hasil quiz. Namun hal ini tidak dianjurkan untuk dipakai dalam langkah-langkah awal pelaksanaan strategi. Alih-alih gambar brand, kita bisa menebar awareness tentang sifat-sifat atau nilai emosional brand. Misalnya dengan mengenalkan keyword brand, eg: smart, fun, serious, knowledgeable, dll.

Bisa juga ditambahkan asosiasi warna untuk mengaitkan dengan bentuk fisik brand. Misal, selalu mengaitkan biru dengan smart, freedom, dll. Kita juga bisa memakai model game dimana user harus melaksanakan misi tertentu demi menjawab pertanyaan quiz. Misi bisa diarahkan untuk memberikan informasi tentang brand, atau men-drive pemikiran bahwa brand yang nantinya diperkenalkan benar-benar matters (penting). Quiz bersambung mungkin akan jadi lebih seru!

Where to deploy

Selain menentukan bentuk kuiz, kita juga harus memetakan network yang akan menjadi sasaran quiz. Terutama dari mana quiz ini akan kita mulai sebarkan. Kesalahan memilih awal penyebaran bisa membuat quiz mati sebelum bisa menikmati viralitas. Quiz yang gokil jangan disodorkan ke kutu buku, dijamin susah menyebar. Sebaliknya, kuis-kuis yang akademis gk akan laku di network gokil yang tak suka materi terlalu serius.

Statistic, statistic, statistic

Yang terakhir, jangan lupa mengukur hasil quiz. Lihat statistik, mana yang lebih cepat menyebar. Mana network yang lebih kondusif. Dimana sebenarnya posisi peserta kuiz yang potensial. Sekali lagi, if you can’t measure it, you can’t improve it. Jangan membabi buta.

Baca juga:

Untuk kontes hariandan kontes utama, coba tulis Facebook quiz yang bisa dikategorikan sebagai kegiatan branding. Tulis juga apakah quiz tersebut cukup efektif atau gagal sama sekali. Apa yang bisa diimprove dari quiz tersebut.

Comments are closed.