The End of Freeconomics

Live Free or Die Hard

What is Freeconomics

Sebenarnya hanya ada satu cara untuk menjual produk, yaitu dengan membuatnya berbeda dengan yang lain. Ini berarti, entah Anda akan menjualnya dengan harga jauh lebih mahal dari rata-rata, dengan diskon di atas rata-rata, atau justru menjualnya dengan harga nol!
Menjual dengan harga nol, disebut juga dengan istilah keren Freeconomic. Beda dengan Freemium yang berarti versi abal-abal gratis, tapi versi sungguhannya tidak gratis.

Freeconomic dikoinkan oleh Chris Anderson, orang yang sama yang menulis The Long Tail. Berdasarkan hukum Moore yang mengatakan bahwa harga processor akan turun menjadi setengah harga setiap 18 bulan, dan juga semakin murahnya harga bandwidth. Menurunnya harga tersebut membentuk sebuah garis tren yang akan memperlihatkan bahwa lama-lama cost untuk melakukan bisnis online akan semakin mendekati nol.

Tentu saja masih ada ongkos produksi yang lain tapi jika dibandingkan, ongkos produksi di masa depan akan jauh lebih murah dengan ongkos produksi sekarang atau beberapa tahun lalu. Bedanya sangat ekstrim sehingga kita hampir bisa menganggap ongkos produksi ini sebagai nol.
Siapa yang tidak suka barang gratis?

Freeconomics is Over

WTF? Freeconomic bahkan belum sempat menikmati tren di Indonesia. Tidakkah terlalu terburu-buru untuk menyatakan freeconomic telah basi?

Ada sebuah post menarik di blog Seth Godin baru-baru ini. Tentang era freeconomic yang akan segera berakhir. Freeconomic ternyata tidak lagi mampu menjadi faktor penarik pembeli. Freeconomic tidak lagi mampu menjadi faktor sapi ungu (purple cow) yang membedakan suatu layanan terhadap layanan lain. Terlalu banyak layanan yang menawarkan konsep freeconomic sehingga semua tampak sama.

Hal ini membuat konsumen merasa kesulitan untuk mencari mana layanan yang patut dicoba. Ujungnya, kebingungan konsumen ini akan membuat produsen menerapkan strategi baru. Memang akan tampak lucu. Yang mulanya produsen menyuruh kita untuk membayar, bergeser ke “tidak perlu bayar”, lalu ke “iklan yang akan membayar”, dan akhirnya berakhir di “saya bayar kamu untuk mencoba”. Freeconomic telah berakhir karena tidak lagi cukup memberikan jaminan apapun, baik bagi produsen maupun konsumen.

Free cannot be JUST free anymore, tulis Kate Bradley. Ingat, di pasar Freeconomic, Anda juga akan bersaing dengan Trent Reznor dan Radiohead. So, you need to beat Free.

Welcome to the New Free

Kate Bradley juga menulis, Free yang baru adalah justru kebalikan dari Free itu sendiri. Atau dalam kata-katanya: Fucking Expensive.

Contoh yang diberikan adalah bagaimana kita mau membayar lebih mahal untuk makanan yang eco-friendly, yang kita rasa akan sangat berguna bagi hidup dan kesehatan kita. Harga mahal ini juga akan mencakup segala kelezatan dan rasa keren saat berjalan dalam toko yang mentereng. Gambaran lebih mudahnya mungkin bisa kita lihat dengan contoh BMW seri terbaru. Orang mau membayar mahal demi jaminan kualitas dan prestise.

Anda setuju?