Kita adalah Anak Manja Dunia Digital

Kita adalah Anak Manja Dunia Digital

anakmanja

Beberapa waktu lalu saya membaca beberapa protes tentang akun twitter Vivanews yang diklaim tidak tahu bagaimana memanfaatkan dengan tepat. Well, ada dua pandangan yang bisa dipakai di sini. Perspektif pertama adalah memang vivanews tidak tahu cara memakai twitter dengan tepat karena twitter hanya dipakai untuk me-redirect feed dari website vivanews. Perspektif kedua, memandang mungkin akun vivanews tersebut memang ditujukan bagi mereka yang ingin mendapatkan update via twitter. I mean, kabarnya RSS telah mati loh!

Kenapa sih kita cepat frustrasi jika ada orang yang salah dalam memakai twitter? I mean, aside from don’t spam, sebenarnya tidak ada kitab suci yang bisa dipakai untuk memutuskan apakah user twitter A atau B itu salah. Kenapa kita tidak pernah memarahi televisi yang menayangkan iklan, sebelum kita punya tivi kabel?

Coba kita lihat bagaimana salah satu pemakai Twitter serius dan terkenal  berinteraksi dengan Twitter dan layanan realtime lain. Kita lihat bagaimana Scoble memonitor berita di internet secara realtime. Ternyata Scoble memakai 3 monitor untuk memantau 3 jenis stream. Mulai dari yang bergerak pelan sampai yang bergerak cepat. Aneh bukan? Alih-alih mengutuk stream yang datang bertubi-tubi, Scoble malah mengumpulkan dan memantau ‘bejibun’ stream.

So, apa sebenarnya yang membuat kita tampak seperti anak manja dunia digital?

  1. We just can’t cope the stream. Tiap orang punya keterbatasan tentang seberapa besar informasi yang bisa bisa diserap dalam satu waktu. Seperti menumpahkan seember air ke atas sebuah botol. Airnya akan tumpah. Tampaknya kita tidak senang jika ada air yang tumpah. Sementara yang lain bisa tenang-tenang saja karena mereka memilih sikap tidak perlu panic dengan air yang tumpah.
  2. We don’t have the toolbox. Kita ambil contoh, kita hanya follow 25 orang yang aktif. Jika kita punya desktop client, tentunya tak akan jadi masalah. Tapi akan beda ceritanya jika yang kita punya hanya hape tipe jadul yang hanya sanggup menjalankan aplikasi j2me. Stream yang semestinya manageable berubah jadi superfluous karena kita tak memiliki toolbox yang sesuai.
  3. We don’t  want/ can’t to filter the stream. Untuk alasan yang susah dijelaskan, kita tidak suka atau tidak mau atau tidak bisa memfilter stream demi menyingkirkan noise dan mengambil signal. Dalam kasus vivanews, kita bisa saja mengeluarkan effort lebih untuk mensetup Pipes atau tool lain untuk memfilter apa yang kita inginkan dari akun twitter vivanews. Tapi mungkin hal-hal seperti itu terlalu membebani. Lebih mudah tidak mem-follow vivanews dan menunggu sampai vivanews mengganti strategi dengan sesuatu yang bisa kita terima.

Apakah salah menjadi anak manja di dunia digital? Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, there’s no right or wrong. Dalam dunia superfluous realtime information ini, yang ada adalah whether you caught or missed the information.

Okay, jadi bagaimana Anda menyikapi derasnya informasi tanpa merugi ketinggalan informasi penting?

PS:

Apparently, akun vivanews_com tidak lagi eksis. Mungkin dihapus?

Comments are closed.