Buku Tertutup atau Terbuka

Buku Tertutup atau Terbuka

Treasure Book
Sewaktu saya sedang jalan-jalan di toko buku untuk mencari buku terbaru ndorokakung, saya sempat mengamati bahwa ada beberapa buku yang terbuka untuk dibaca-baca dan ada juga yang tertutup rapat. Kenapa tidak semua ditutup saja? Apakah takut tidak bisa memikat calon pembeli? Kalau begitu kenapa tidak dibuka saja semuanya? Apakah malah jadi takut tidak dibeli?

Kenapa praktek semacam ini masih diterapkan? Kenapa buku ditutup? Ada beberapa alasan yang bisa saya temukan.

  • Baca berarti beli. Satu-satunya cara untuk mengetahui isi buku adalah dengan membeli.
  • Aspek misteri. Sifat alamiah manusia adalah selalu ingin tahu. Bila packaging bagus, peluang sales akan bertambah karena pembaca akan semakin penasaran untuk membaca buku terkait.
  • Buku tersebut terlalu berharga untuk dibuka. Mungkin karena limited edition, harganya sangat mahal, atau sengaja dibungkus agar tidak lecet.

Apakah selalu begitu kasusnya. Apakah anggapan-anggapan di atas selalu valid? Tidak selalu, beberapa alasannya adalah sebagai berikut:

  • Tertutup berarti tidak banyak teaser. Tidak banyak yang bisa diketahui dari sampul depan, atau ringkasan di sampul belakang. Jika ternyata kita bisa tahu seluruh isi buku dari ringkasan tadi berarti pembaca tidak perlu membeli karena isinya adalah lima point yang direntangkan secaara paksa menjadi 150 halaman.
  • Unnecessary book. Jika buku tersebut hanya cukup dibaca sekali, mungkin buku tersebut tidak punya banyak motivasi untuk diterbitkan. Buku yang layak dibawa pulang adalah buku yang tidak akan kehilangan valuenya walau sudah dibuka dan dibaca. Biasanya buku ini punya nilai collectible atau sekedar terlalu tebal untuk dibaca dalam “lima menit”.
  • Open book punya nilai long term. Open book berarti ide yang ada bisa disebar. Walau pembaca belum tentu membeli buku Anda saat itu, ada value lain yang “dibeli” pembaca. Jika buku tersebut benar-benar bagus, pembaca mungkin akan membeli buku atau produk Anda di lain waktu.

Bagaimana? Anda pilih buku dibuka atau ditutup? Bagaimana dengan komik? Dibuka atau ditutup? Setujukah Anda bahwa buku yang kurang bagus tidak punya relasi dengan dibuka atau ditutup? Buku yang kurang bagus jika ditutup akan jelek, dan saat dibuka akan makin jelek?

Comments are closed.