Siasat Menghadapi Kekurangan Modal

Credit cards
Sebelumnya kita sudah membicarakan tentang mudahnya menciptakan peluang. Salah satu kendala setelah penciptaan peluang adalah soal pemodalan untuk memanfaatkan peluang. Mencari pinjaman ke Bank untuk membiayai startup Anda sepertinya cukup susah terlaksana. Jadi mari kita coba eksplorasi alternatif-alternatif lain.

Revisi Rencana Biaya

Tentu saja, hal pertama yang harus kita pertanyakan lagi adalah apakah kita benar-benar membutuhkan modal tersebut. Perlukah membeli dedicated server untuk sekedar memvalidasi ide? Perlukah menyiapkan dana iklan untuk mempromosikan layanan yang hendak dibangun padahal kita belum 100% yakin akan posisi konsumen potensial?

Membangun layanan dengan cepat atau membangun super komplit? Menurut Anda seberapa banyak modal dan pemikiran yang harus diinvestasikan untuk membangun sistem tanggap bencana? Perlu berapa lama? 100 juta untuk waktu pembangunan selama setahun?

HelpJogja.net yang dulu sempat menjadi salah satu pusat informasi penyaluran bantuan dan permintaan bantuan selama bencana gempa bumi di Jogja (2006) disetup hanya dalam semalam. Keesokan harinya sudah beroperasi menerima dan menyalurkan informasi tentang bantuan dan kondisi pelosok daerah bencana dengan cukup efektif. Tidak banyak yang diinvestasikan selain membeli domain dan alokasi waktu. Tidak ada ribut-ribut tentang penentuan format data atau API. HelpJogja bahkan tidak mengalami kesulitan dengan setup sms gateway, walau salah satu channel pelaporan yang dipakai adalah via SMS.

Rahasianya adalah spontanitas dan KISS (Keep It Simple Stupid). Cukup setup sebuah blog dengan wordpress, membuat kategori dan mulai mengisi informasi. Untuk SMS gateway tidak perlu membeli nomor khusus, cukup mendayagunakan hape masing-masing anggota untuk saling memforward berita.

Dibandingkan dengan biaya 100 juta, biaya yang dikeluarkan untuk membangun HelpJogja.net bisa dianggap hampir-hampir nol. Jadi, Anda harus bertanya-tanya pada diri sendiri: Do I really need the capital?

Mencari Partner in Crime

Modal terbesar yang dikeluhkan seseorang yang jago pemrograman biasanya adalah jasa desain dan interaksi. Opsi outsource tidak selalu jadi pilihan satu-satunya. Ada banyak orang diluar sana yang sedang menunggu datangnya kesempatan untuk bergerak. Banyak designer yang mengeluh tidak bisa mewujudkan ide cemerlangnya gara-gara tidak bisa coding.

Temukan partner in crime Anda. Tidak terbatas pada coding, dan desain saja. Marketing geek, Social media geek, dan berbagai macam geek spesialis ada di luar sana. Mencari dan memilih partner memang tidak mudah. Tapi mungkin jauh lebih feasible daripada mengajukan pinjaman ke bank untuk mendanai startup hebat Anda.

Ingat, partner in crime itu seringkali lebih berharga daripada uang. Passion dan energi partner sejati tidak akan mampu dinilai dengan uang. Komitmen dan dedikasi serta rasa turut memiliki akan lebih punya sumbangsih besar terhadap kesuksesan startup Anda.

Your turn!

Anda punya siasat lain dalam menyikapi wacana pemodalan? Bagaimana dengan tips atau insight tentang KISS dan mencari partner in crime? Bagaimana dengan motivasi? Peluang sudah diciptakan dan pemodalan sudah terbayangkan, tapi kenapa kita tak kunjung juga bergerak?