Siasat Menghadapi Kekurangan Modal

Credit cards
Sebelumnya kita sudah membicarakan tentang mudahnya menciptakan peluang. Salah satu kendala setelah penciptaan peluang adalah soal pemodalan untuk memanfaatkan peluang. Mencari pinjaman ke Bank untuk membiayai startup Anda sepertinya cukup susah terlaksana. Jadi mari kita coba eksplorasi alternatif-alternatif lain.

Revisi Rencana Biaya

Tentu saja, hal pertama yang harus kita pertanyakan lagi adalah apakah kita benar-benar membutuhkan modal tersebut. Perlukah membeli dedicated server untuk sekedar memvalidasi ide? Perlukah menyiapkan dana iklan untuk mempromosikan layanan yang hendak dibangun padahal kita belum 100% yakin akan posisi konsumen potensial?

Membangun layanan dengan cepat atau membangun super komplit? Menurut Anda seberapa banyak modal dan pemikiran yang harus diinvestasikan untuk membangun sistem tanggap bencana? Perlu berapa lama? 100 juta untuk waktu pembangunan selama setahun?

HelpJogja.net yang dulu sempat menjadi salah satu pusat informasi penyaluran bantuan dan permintaan bantuan selama bencana gempa bumi di Jogja (2006) disetup hanya dalam semalam. Keesokan harinya sudah beroperasi menerima dan menyalurkan informasi tentang bantuan dan kondisi pelosok daerah bencana dengan cukup efektif. Tidak banyak yang diinvestasikan selain membeli domain dan alokasi waktu. Tidak ada ribut-ribut tentang penentuan format data atau API. HelpJogja bahkan tidak mengalami kesulitan dengan setup sms gateway, walau salah satu channel pelaporan yang dipakai adalah via SMS.

Rahasianya adalah spontanitas dan KISS (Keep It Simple Stupid). Cukup setup sebuah blog dengan wordpress, membuat kategori dan mulai mengisi informasi. Untuk SMS gateway tidak perlu membeli nomor khusus, cukup mendayagunakan hape masing-masing anggota untuk saling memforward berita.

Dibandingkan dengan biaya 100 juta, biaya yang dikeluarkan untuk membangun HelpJogja.net bisa dianggap hampir-hampir nol. Jadi, Anda harus bertanya-tanya pada diri sendiri: Do I really need the capital?

Mencari Partner in Crime

Modal terbesar yang dikeluhkan seseorang yang jago pemrograman biasanya adalah jasa desain dan interaksi. Opsi outsource tidak selalu jadi pilihan satu-satunya. Ada banyak orang diluar sana yang sedang menunggu datangnya kesempatan untuk bergerak. Banyak designer yang mengeluh tidak bisa mewujudkan ide cemerlangnya gara-gara tidak bisa coding.

Temukan partner in crime Anda. Tidak terbatas pada coding, dan desain saja. Marketing geek, Social media geek, dan berbagai macam geek spesialis ada di luar sana. Mencari dan memilih partner memang tidak mudah. Tapi mungkin jauh lebih feasible daripada mengajukan pinjaman ke bank untuk mendanai startup hebat Anda.

Ingat, partner in crime itu seringkali lebih berharga daripada uang. Passion dan energi partner sejati tidak akan mampu dinilai dengan uang. Komitmen dan dedikasi serta rasa turut memiliki akan lebih punya sumbangsih besar terhadap kesuksesan startup Anda.

Your turn!

Anda punya siasat lain dalam menyikapi wacana pemodalan? Bagaimana dengan tips atau insight tentang KISS dan mencari partner in crime? Bagaimana dengan motivasi? Peluang sudah diciptakan dan pemodalan sudah terbayangkan, tapi kenapa kita tak kunjung juga bergerak?

33 comments
Mrs Ophelia
Mrs Ophelia

AKHIR TAHUN KREDIT ..........

  Apakah Anda berpikir untuk mendapatkan bantuan keuangan? Apakah Anda dalam serius memerlukan pinjaman mendesak? Apakah Anda berpikir untuk memulai bisnis Anda sendiri? Apakah Anda dalam utang? Ini adalah kesempatan Anda untuk Mencapai keinginan Anda karena Kami menyediakan pinjaman pribadi, Kredit Usaha, Kredit Perusahaan, dan segala macam pinjaman pada tingkat bunga yang sangat rendah dari 2% ... Untuk informasi lebih lanjut hubungi kami sekarang dengan email kami {} opheliaisraelloanfirm @ gmail. com atau getyoureasyloan@gmail.com atau opheliaisraelmantiservices@yahoo.com.You dapat mengunjungi website kami untuk mengetahui dan uderstand bagaimana kita beroperasi untuk kualitas layanan:

http: // opheliaisraelloanfirm. webs.com/


Peminjam INFORMASI:


* Nama Lengkap: _______________

* Negara: __________________

* Sex: ______________________

* Usia: ______________________

* Jumlah Pinjaman Dibutuhkan: _______

* Durasi Pinjaman: ____________

* Tujuan Pinjaman: _____________

* Nomor Cell Phone: ________


Ibu Ophelia Israel,

CEO.

CynthiaJohnson1
CynthiaJohnson1

Halo,

Hal ini untuk menginformasikan kepada masyarakat umum bahwa Mrs. cynthia Johnson, pemberi pinjaman pinjaman pribadi dilengkapi peluang keuangan terbuka untuk semua orang yang membutuhkan bantuan keuangan. Kami memberikan pinjaman dengan suku bunga 2% untuk individu, perusahaan dan perusahaan di bawah syarat dan kondisi yang jelas dan dapat dimengerti. hubungi kami hari ini melalui e-mail di: cynthiajohnsonloancompany@gmail.com

Rison
Rison

ya sebuah ide yang brilliant sering mentok gara-gara kekurangan modal

mobil bekas
mobil bekas

hm sran bagus.. pinjem di bannk yang paling gampang.. tapi prosesnya agak susah juga.. dna serem kaloga bisa balikin ahhahh

Nuzul
Nuzul

Siasatnya?

yaaa pinjem modal ke Bank ato sodara ato orang tua, ato ke masnya :D

Hasan
Hasan

Modal memang merupakan permasalahan pelik yang dihadapi oleh setiap usaha. Akan tetap, ketika kita coba tilik ke belakang, negara kita sebenarnya mempunyai komponen struktur permodalan yang cukup baik jika mampu kita optimalkan. misalnya adalah penggunaan utang pemerintah. utang pemerintah seharusnya bisa kita optimalkan sebaik mungkin untuk memperbaiki tatanan kehidupan bangsa yang bagi saya kian semrawut.
silakan baca;
http://abufalih.multiply.com/journal/item/26/Utang_dan_Pemberdayaan_Rakyat
dan
http://abufalih.multiply.com/journal/item/27/Utang_sebagai_Penggerak_Entrepreuneur
semoga bermanfaat...

Bagus tri wasono putro
Bagus tri wasono putro

Terkadang sebuah Ide besar yang sangat berpotensi pun harus kita pikir-pikir 2 kali karena terkendala oleh modal.

Baiklah, kita berbicara mengenai modal usaha.

Memang benar bahwa untuk memulai atau menciptakan sebuah usaha itu dibutuhkan yang namanya MODAL, jika usaha kita ingin berjalan. Modal bisa diperoleh dari manapun kita ingin memperolehnya, misalnya dari Bank atau berhutang pada seseorang. Tentunya hal ini ada resikonya atau mungkin kita harus menyediakan sebuah jaminan.

Sebenarnya kita sendiri harus sadar bahwa kita selalu mempunyai peluang untuk berbuat sesuatu tanpa adanya modal yang besar. Ingat, bahwa kita hidup ini mempunyai banyak kawan, kita akan bisa membangun sebuah sebuah usaha yang luar biasa karena kita memiliki yang namanya kawan.

Lalu, siapakah kawan kita sebenarnya ?

Kawan kita tidak hanya orang-orang yang kita kenal, melainkan kawan kita adalah sesuatu hal yang dekat dengan diri kita. Sesuatu yang dekat dengan diri kita ini tidak lain adalah Kemampuan kita dalam mengelola serta memanfaatkan kecerdasan serta potensi yang kita miliki, artinya adalah bahwa kita akan selalu bisa melakukan apa pun yang kita inginkan meskipun tanpa modal uang yang besar sekalipun asalkan kita bisa memanfaatkan peluang dengan menghadirkan sesuatu ide yang inovatif yang dapat membuat orang lain ingin menggandeng atau bersama dengan kita untuk membangun usaha bersama.

Yakinlah, bahwa dengan potensi yang kita miliki, maka kita akan dapat menjadikan orang lain bagian dari usaha kita.

salam sukses,

Kudiarto Rizal
Kudiarto Rizal

gue dah kesel dengan skema kerjasama bagi hasil dengan investor, apalagi jika jenis investornya yang gak begitu paham dengan internet dan sebagainya.... tentu akan menyakitkan ketika mereka memutuskan untuk cabut ditengah jalan.... investasi yang utama 'ga lebih dari kemauan, keinginan dan kuat serta jaringan pertemanan yang mumpuni, dengan adanya itu berapapun modal capital yang ada tentu project sesulit apapun akan dapat dijalani dengan mudah :)

sulastri nurpanca
sulastri nurpanca

mulai dari hal yang simple,beli seperangkat komputer... buat website, jaringan sendiri ap blog juga bisa... banya banget tu kan orang yang sukse di belakang layar, penulis,, buat jaringan link sendri... bahkan bisa jualan koneksi internet marketing... produkj orang kita jual kembali.. kita gak butuh banyak modal,, uang ngalir aja tu

sudariyanti
sudariyanti

Kekurangan modal kalo menurut saya bisa jadi hambatan sekaligus peluang emas. Kalo kita terpaksa tidak punya modal, brarti harus menemukan suatu ide yang tidak perlu modal. Reduce, reuse, and recycle... Saya membaca soal slogan 3R ini untuk diterapkan di green lifestyle, barangkali bisa juga diterapkan untuk mengatasi kekurangan modal.
Reduce..mengurangi pembelian aset baru, kurangi juga pemakaian tenaga kerja luar jika bisa mendayagunakan keluarga yang notabene lebih berdedikasi misalnya.
Reuse..menggunakan kembali tools-tools lama, misal software jadul zaman kuliah untuk desain.
Recycle..Daripada kebingungan cari supplier bahan baku dengan harga miring, bisa dipertimbangkan untuk recycle bahan2 tidak terpakai untuk menciptakan karya bernilai ekonomis tinggi.
Selamat memulai sesuatu yang simple:)..

BudiTyas
BudiTyas

Semakin layak suatu ide untuk dieksekusi, cara mencari sumber dananya makin mudah. Modal terasa sulit biasanya krn 'layak' itu dipandang terlalu subyektif. Sumber dana itu standar, rasanya tdk ada mekanisme yg benar2 baru. Kembali ke ide. Jika kelayakan pendanaan itu sampai ide peringkat ke 100, ide kita yg luar biasa itu ada di peringkat berapa?

agus kurniawan
agus kurniawan

saat-saat seperti ini sangatlah sulit menghadapi perekonomian didunia. karena dampak dari krisis ekonomi Amerika yang dampaknya mengglobal, hingga Indonesia sendiri menjadi salah satu korban dari krisis tersebut.
untuk menyikapi kekurangan modal, kita dapat menfaatkan situasi ini dengan menciptakan lapangan-lapangan modal baru, dengan memanfaatkan tekhnologi. sepertihalnya dibidang Robotik dan design.kita juga bisa menfaatkan hal ini di sektor kerjasama di bidang bisnis, yang saling melengkapi di bidang permodalan, sehigga mendapatkan laba yang dapat digunakan untuk usaha lain. hal ini juga dapat membantu pemerintah di bidang ketenagakerjaan. salam sejahtera untuk semuanya...

muslimin daeng lalo
muslimin daeng lalo

Berbicara tentang modal, banyak modal tidak produktif di sektor properti. Pertumbuhan bisnis properti menyebabkan terjadinya penumpukan modal tidak produktif pada idle space.Lihat saja ketika BPPN menerima transfer aset kredit dari pihak perbankan yang berjumlah lebih dari 350.000 debitor yang totalnya mencapai sekitar 300 trilyun rupiah.Sebagian besar (80%) atau sekitar 240 triliun rupiah diantaranya hanya dikuasai oleh lebih dari sekitar 200 debitor.
Gambaran aset BPPN seakan-akan mewakili peta penguasaan kekayaan ekonomi nasional. jumlah set BPPN merupakan bagian terbesar (60%) dari total PDB nasional. Angka ini menggambarkan bahwa sejak lama alokasi dan akses terhadap sumber daya ekonomi di negari zamrud khatulistiwa ini hanya berputar-putar pada segelintir lapisan elit ekonomi masyarakat yang berjumlah kecil itu.
Bahkan banyak dikalangan investor justru kaya raya setelah krisis ekonomi melanda negeri ini. Penyebabnya, menjelang krisis ekonomi, muncul sejumlah skandal, seerti BLBI-gate, Bulog-gate, dan BPPN-gate.Kolusi dan korupsi masih menjadi bagian tak terpisahkan dalam dunia bisnis dan birokrasi negeri ini.
Dalam mengelola modal para orang kaya raya tsb, mereka punya preferensi tersendiri dalam mengelola dan mengamankan permodalannya. Preferensi mereka tidak bisa diubah-ubah, sekalipun pemerintah mengeluarkan kebijakan tersendiri untuk itu yang dapat memaksa mereka untuk tidak menumpuk modal di sektor properti, seperti kebijakan tarif pajak progresif. Bila pemerintah tidak berhati-hati dalam menentukan kebijakannya, terkesan memaksakan pasar, yang justru bisa berdampak negatif.Orang-orang kaya dinegeri ini selain merasa tidak bebas menempatkan modalnya, juga merasa tidak nyaman karena mereka di intervensi pemerintah hak-hak ekonominya. Hal ini akan memungkinkan modal mereka kembali terbang ke luar negeri (capital flight).
Dalam perekonomian yg relatif mulai pulih, seharusnya alternatif pilihan untuk memutarkan modal sangat beragam, seperti di pasar uang, pasar modal, industri manufaktur sehingga tidak akan terjadi akumulasi modal dalam jumlah besar di sektor properti saja.
Karena eknomi Indonesia masih dalam proses pemulihan awal, maka arah dan kebijakan ekonomi-politik belum terlihat jelas dan pasti sehingga penumpukan modal pada sektor properti lebih merupakan sebuah konsekuensi alamiah dari situasi perekonomian dan kondisi obyektif atas struktur pendapatan masyarakat yang timpang (disparity).Ketika tingkat suku bunga turun mendekati tingkat inflasi di kalan perbankan baru saja siuman dari tidur panjangnya, saat para developer mencium peluang bisnis yang terbuka lebar dan prospektif, maka bisnis propertilah yang menjadi primadona investasi mereka.

David
David

Siasat menghadapi kekurangan modal,yah..emm..yang pasti ga nekad maling ayam tetangga kiri trus jual ke tetangga kanan,uda gitu pandai pandailah bergaul biar banyak koneksi yang nantinya berguna buat ngebantu loe meraih kesuksesan..nabung,yah..bole dech..realistis aja..uang BUKAN SEGALANYA,tapi...SEGALANYAAAAAAA BUTUH UANG..mulai berusaha miliki bisnis bisnis yang ga butuh modal besar,kayak jualan pulsa, promosiin usaha BoNyok, coba lamar kerja paruh waktu (McD,Alfa,Indomaret,dkk).Yang penting usaha,Brow..dimana ada USAHA,di ditu ADA jalan..God Bless Indonesia..

Daniel Hermawan
Daniel Hermawan

Jika modal sulit didapatkan, dapat meminta sponsor untuk mengisi web kita. Tentunya web yang kita buat harus memiliki nilai jual. Jadi bukan mustahil untuk meminta sponsor beriklan di web kita dengan biaya tertentu untuk modal. Jadi meskipun sulit, tapi jika ada kemauan pasti dapat dilaksanakan.

haris kusaeri
haris kusaeri

Melanjutkan nyari modal tadi, kalau udah mentok modal yang diinginkan tidak didapat, hanya sebagian saja yang ada, mungkin nyari partner bisa jadi pilihan, dengan berpartner sama orang lain modal yang dibutuhkan untuk usaha bisa ditanggung bersama dengan konsekuensi hasilnya juga harus dibagi rata. rata-rata orang yang memulai suatu usaha tidak sendirian, pasti memiliki partner. Dengan berpartner resiko dan masalah-masalah dalam usaha akan ditanggung bersama jadi tidak terasa begiru berat.

kamal
kamal

minjem duit ke orang mungkin bisa jadi sarana. Nyari pinjeman beda ama nyari investor ya. Klo minjem ya kita ngutang gitu aja, klo investor kan biasanya ada bagi2 haislnya.

dulu pernah buat tulisan rada2 mirip di blog gw
MustafaKamal.biz - Usaha tanpa modal uang

haris kusaeri
haris kusaeri

Memang salah atu kendala seseorang untuk memulai usaha adalah modal. Kalau ditelusuri lebih dalam lagi, sebenarnya banyak sumber yang bisa memberi pinjaman modal. bank atau instansi pemerintah biasanya memberi penawaran tertentu bagi bara entrepreneur. Tapi ada ketentuan berapa besarnya modal yang diberikan, kalau mencapai 100 juta? saya kira modal sebesar iru sulit untuk didapatkan. mungkin harus ada jaminan, entah sertifikat rumah atau tanah.
Saya pernah mengikuti pelatihan entrepreneurship, kendala modal memang menjadi permasalahan para calon entrepreneur. tapi satu yang harus dicamkan, berapapun modal yang mungkin tersedia, lakukan dulu usaha tersebut! just do it! istilahnya. Narasumbr-narasumber pelatihan yang saya ikuti rata-rata mereka memulai usahanya dari nol. bayangkan dari nol, dia (salah seorang narasumbar) sekarang menjadi salah satu outlet nursery terbesar di jember, dan satunya lagi mulai dari loper koran sekitar tahun 90-an sekarang menjadi salah satu outlet alat-alat kantor dan agen surat kabar terbesar di jember "senyum media" dan salah satu distributaor komputer "elcom" di jember juga.
Jadi, kalau terus memikirkan modal, kapan kita memulai usaha???? bisa jadi ada orang lain yang kemungkinan idenya sama dengan kita sudah memulai usaha yang mirip.
memang kalau untuk usaha bidang TI dan design minimal yang dibutuhkan yaitu komputar, tapi kalu dilihat saat ini dengan persaingan harga komputer yang gila-gilaan, saya rasa modal 100 juta itu terlalu "wah "ya.
Kalau memang sudah matang perencanaannya, tunggu apa lagi?? Do it! Do it! Do it!

Firman Maulana
Firman Maulana

Modal memang tak hanya uang, meskipun saya menganut paham matrealistis; saya percaya dengan konsep partner in crime :D

Poinnya adalah jika semua sudah tersedia, kapan kamu mulai bergerak, bukan begitu Ton?

Ono Karsono
Ono Karsono

Jadi semangat baca postingan ini ... Trims atas pencerahannya.

Ardi Galung Pradana
Ardi Galung Pradana

Kalo menurut saya, memang modal harus direncanakan utnuk menunjang kegiatan yang kita lakukan, akan tetapi itu bukan faktor dominan yang berarti tanpa modal kegiatan kita tidak bisa berjalan. Pastilah kita tahu,akan ada banyak orang yang mempunyai minat dan tujuan yang sama dengan kita yang mau diajak bekerja sama. Kita bangun aliansi dan koalisi. Selain itu penting juga bisa menjual 'ide kreativitas' kita untuk mencari perhatian dan minat banyak pihak. Sebagai pendukung, kita sangat membutuhkan perencanaan, marketing dan publikasi, serta public relationship. Di saat dewasa ini, seringkali perhatian mengenai pengendalian biaya sebuah produk kurang terlalu diperhatikan, yang penting adalah barang itu dapat terjual dan dinikmati publik, jika dilihat dari sudut pandang marketing. Kita bisa membuat kemasan yang menarik, murah, dan berdaya guna. Alangkah lebih hebatnya lagi jika kita bisa memberikan kualitas yang sesuai dengan ekspetasi yang diharapkan. Dengan demikian, akan ada hubungan positif, chain relationship, sehingga tentang masalah modal pun akan dapat teratasi dengan dasar kepercayaan.

Hendry
Hendry

Great minds think alike I think. :D Saya barusan selesaikan beberapa artikel dengan topik ini.

Singkatnya untuk menjalankan sebuah situs tidak hanya butuh ketrampilan desain atau koding. Juga perlu pemasaran dan kemampuan bisnis yang solid.

Beberapa rekan saya memilih melakukan sendiri. Mereka belajar koding dari dasar hingga dapat membuat situs dinamis dan sekarang berpenghasilan ribuan dolar dari iklan.

Blog salah satu cara yang mudah. Tinggal bikin konten.

Tapi bila ada ide situs di luar blog dapat saja berhasil jika strateginya benar. PlentyofFish (contoh favorit) punya hampir satu milyar pageviews per bulan sebelum mulai merekrut staf.

Di mana pun keadaan, lebih baik bertindak sekarang daripada duduk menunggu kesempatan.

Memang butuh kerja keras tapi selagi masih banyak kesempatan ya dimulai saja dari sekarang. :)

Fikri Rasyid
Fikri Rasyid

Siasat kurang modal? hmm.. dilakuakan saja dengan apa yang ada dulu. Yang penting dan membawa perubahan kan tindakan, sebagaimanapun keadaanya (seperti kekurangan modal), mungkin pesannya adalah: tetap take action y.

Jadi ingat satu part inspiratif dari the secret yang dibawakan oleh Jack Canfield (author Chicken Soup Series):

Bayangkan anda tengah berjalan dari dari New York ke Washington di tengah malam. Anda tidak bisa melihat keseluruhan jalan tersebut, tapi ketika kendaraan anda berjalan, jalur 20 Meter ke depan terlihat dengan bantuan lampu yang kendaraan anda miliki. Ketika anda berjalan lagi, 20 meter berikutnya terlihat. Dan terus begitu selanjutnya :D

Taufan Prakoso
Taufan Prakoso

Nah.. itu dia,
Setelah bergelut dengan memotivasi diri dan berhasil, mencari Partner in Crime yang paling susah.
Apalagi jika kita memeluk falsafah Dont Trust No One.

edo
edo

untuk starting something, im agree with you. saya sudah pernah membuktikan, beberapa kali starting something cuma modal dengkul. modal ide. modal nekad. dan 1 lagi : punya teman yang se ide.

tapi saya juga merasakan bahwa modal memang tetap akan diperlukan ketika kita ingin melakukan akselerasi, stabilisasi, memperbesar lahan dll.

ada ide untuk kasus yg saya sampaikan? :)

gagahput3ra
gagahput3ra

Siasat menghadapi kekurangan modal: Jadi Matre :P

Dedy
Dedy

Saya termasuk orang yang masih berkutat soal modal. Terutama tempat usaha. Karena yang ingin saya wujudkan adalah coffee & book. Warung kopi plus rumah baca, toko buku, ruang diskusi buku. Untungnya, entah mungkin juga sayangnya, sampai saat saya menuliskan hal ini saya masih mengalami masalah dengan modal tempat itu.

Tapi yang utama buat saya adalah benar seperti dalam artikel ini; Bagaimana menyederhanakan ide yang ada di dalam kepala kita soal usaha itu. Karena dengan mengurangi beban pemikiran maka akan bertemu dengan pemikiran "yang penting ide tersebut bisa jalan dahulu!"

Ide besar bukan tidak baik. Tetapi ide yang lebih sederhana biasanya akan membuat suatu usaha akan lebih cepat berjalan. Dengan perjalanan waktu, biasanya apa yang ada di "ide besar" tadi perlahan akan terpenuhi.

Contohnya seperti KFC. Bermula dari door to door makanan berbahan baku ayam itu. Lantas setelah punya banyak pelanggan, Kol. Sanders mulai membuka gerai pertamanya.

Jadi, inside dari idea adalah langkah pertama bagi para wirausahawan sebelum memulai bertanya soal modal dan lain-lainnya. Ada semacam sikap permisif bahwa "modal gampang dicari kalau usahanya sudah ada" ini ada benarnya. Bisnis di Internet pun banyak yang berprinsip demikian. Semacam pendapat,"Beli domain dan bikin web itu perlu karena nantinya akan dapat mencicil hutang pembelian domain itu dengan usaha yang akan dijalankan!"

Secara gampang, modal kecil bahkan tanpa modal alias berhutang juga termasuk modal untuk kesuksesan kita nanti. Motivasi karena kekurangan modal bahkan berhutang adalah salah satu kunci sukses juga. Kalau kita punya hutang pasti kita akan semakin giat mencari penghasilan bukan?

Soal kerjasama, selain penting untuk pengembangan juga penting untuk mengatasi masalah modal tadi. Tetapi jika usaha itu baru ide biasanya akan sulit untuk mencari partner. Lebih baik jalankan ide kecil itu dengan apa adanya, dan kalau sudah terlihat progres akan lebih cepat memancing pemodal atau partner.

iqranegara
iqranegara

Saya pernah merasakan 22nya, dengan dukungan pemodal dan dengan modal sendiri. Pada akhirnya saya lebih enjoy dengan modal sendiri (dan bantuan temen2). Karena pada saat ada dukungan pemodal, saya dan dia lupa bahwa kerjasama bisnis tidak cuma urusan serah-terima uang. Harus ada ikatan emosional di antara keduanya. Pemodal dan yang dimodali sejatinya adalah partner.

febryonline
febryonline

Modal memang hal yang penting saat kita akan membuat suatu usaha (layanan). namun bukan berarti rencana kita tidah harus berhenti karena menghadapi kurangnya modal, apalagi membuat layanan di dunia internet.

"Gagal Merencanaka sama dengan merencanakan Kegagalan"

Dihadapkan dengan kurangya modal berarti kita harus mengatasinya dengan kekayaan kreatifitas, Ulet, semangat dan tahan banting.....!!! ( ahaii...kya mau di apain aja pake di banting2...!!??) :)
Rencanakan alur step by step hal yang akan kita jalan kan dengan modal yang minim. Misalkan kita bisa membuat alur sbb:
1. Setup suatu Blog/website dengan layanan gratisan yang bertebaran di internet.( Walaupun minimalis, tetap kita setup mendekati layanan yang kita inginkan)

Hal ini dilakukan dengan tujuan memberikan informasi layanan yang kita miliki. Membangun "image" diri kita dan layanan yang akan kita buat kepada konsumen dan juga yang tak kalah penting adalah memberi informasi kepada calon partner kita.

2. Cari Partner dengan berbagai kompetensi.(utamanya yang bisa membantu masalah modal...)

Disilah kita dituntut ulet untuk bisa meyakinkan calon partner kita dengan apa yang hendak kita buat. Disini Starup Blog/website yang kita buat sangat berguna.
Mereka bisa menilai secara langsung ide kita dan kreatifitas kita.

3. Mencari modal sendiri dengan mengikuti layanan ada di internet. seperti: paid review, afiliasi,dkk
dari sini selain kita bisa mendapat tambahan modal serta belajar layanan2 yg kita ikuti.

4. Terus Belajar dan matangkan konsep2 yang kita buat dengan belajar dari apa yang kita dapatkan di blog/wegsite startup kita tadi.

5. Jalankan....JaLaNKaN....JALANKAN....!!!!
"Berawal dari hal sederhana tetapi langsung dilakukan akan lebih baik dari pada Rencana besar yang tak kunjung dijalankan". :)

Pogung177
Pogung177

Bajindul kok dadi situ Bokep HelpJogja.net

Adis
Adis

Siasat menyikapi permodalan ya? Salah satu cara mudah adalah mencari partner yang sudah punya fasilitas yang mapan, jadi kita bisa saling menguntungkan. Kita bisa dapat fasilitas yang diharapkan, sementara partner bisa beriklan di media yang kita ciptakan.
Contohnya hyperwebenable.com membebaskan kita memilih domain .com yang kita inginkan (Gratis), lalu ada fasilitas unlimited subdomain,unlimited email, unlimited bandwith, bebas memilih script,dll. Kompensasinya pihak hyperwebenable berhak memasang banner di domain kita, terus kita harus posting minimal 15 post perbulan, dengan visitor minimal 3000.Kok malah jadi kayak paid review ya? hehe...
Intinya pasti ada partner yang mau menjembatani ide kita, asal memang ide kita orisinil. Tinggal bagaimana cara kita menemukan partner tersebut.

Toni
Toni

@Firman Maulana
Haha, you nailed the point. Masalah terbesar yang harus dipecahkan setelah modal adalah masalah dengan diri sendiri :D. Momentum yang bisa menggerakkan tiap orang adalah berbeda.

Toni
Toni

Domainnya udah dibeli orang sepertinya. Hahaha, serasa salah pakai referensi gw.