The 2010 Web

The 2010 Web

google squared

I’m going to write this as short as possible. My head almost explodes from the successive writing activity :(.

Bagi yang belum tahu, baru-baru ini Scoble berdebat soal web 3.0 dan web 2010. Scoble tidak setuju kalau web selanjutnya adalah web 3.0. Scoble lebih suka web 2010 atau pelabelan dengan model tahun. Web 2.0 bukanlah web versi 2.2.0 hanya dipakai sebagai penanda adanya beberapa perubahan mendasar dari model yang yang sebelumnya populer sampai dengan masa dot com bubble burst.

I’m a Scoble believer, I’ll stick with web 2010. jadi apa kira-kira bentuk web 2010? Dugaan saya sih web semantik. Demand ke arah ini sudah ada sejak lama. Dan kini teknologi pendukungnya mulai bermunculan. Wanna know?

Google Squared

Hari ini Google menjawab tantangan Wolfram. Google meluncurkan Google Squared. Squared memang tidak mirip dengan Wolfram dalam hal tampilan. Squared menyajikan tabel dengan memberikan analisa semantik atas result dari pencarian. Yang cukup mengesankan adalah pencarian tentang planet yang menghasilkan daftar planet dan atribut-atributnya. Yang jgua menarik adalah fitur yang memperbolehkan kita mengkombinasikan hasil pencarian dan menyimpan pencarian. Hasilpencarian untuk beberapa kunci memang terkadang meleset. Tapi saya kira hal ini akan segera diperbaiki baik lewat perbaikan algoritma atau integrasi partisipasi pengguna (wiki-like)

Semantic Twitter

Twitter dan sederet layanan microblogging lain adalah fenomena serupa web 1.0. microblogging saat ini adalah bentuk awal yang pastinya akan mengalami evolusi sebagaimana yang dialami oleh web. Saat ini kita sedang mengalami microblogging bubble. Pertumbuhan datanya sangat pesat, dan arahannya tidak pasti. Microblogging digunakan untuk berbagai keperluan dan konsep 140 karakter membuat usaha membaca data menjadi semakin rumit. Microblogging akhirnya berubah menjadi SMS on steroid, dengan berbagai singkatan kata yang tidak standar demi memenuhi batasan 140 karakter.

What we really need is another semantic for this microblogging services. Usaha ke arah ini sudah dipelopori oleh beberapa orang. Mereka membentuk sebuah “foundation” yang menawarkan sebuah proposal bagaimana microblogger bisa memformat datanya supaya menjadi machine processable dan tetap human readable.

Sama nasibnya dengan web. Metode bottom-up ini mungkin susah berjalan. Lihat saja microformats yang adem ayem saja. Perlu gebrakan top-down semacam Wolfram alpha atau Google Squared untuk membuat warga internet sadar akan manfaat semantic dan mau berpartisipasi secara bottom-up.

Who’s the Player?

Google sudah naik panggung. Siapa pemain selanjutnya? I won’t bet for Microsoft even they have their talented people in their house. Pemain selanjutnya ayng akan naik panggung adalah IBM. IBM sudah terkenal dengan konsep akademisi. Semantic lebih dekat dengan persoalan akademisi/lab. So, saya rasa IBM akan punya kesempatan kedua untuk kembali mendapat sorotan seperti dulu di awal era Personal Computing.

Pemain-pemain semantic seperti Calais, dan Wolfram. Apa yang akan terjadi dengan mereka saat the big guys waking up? Mereka harus banting setir supaya menjadi cukup berguna bagi akuisisi, atau bergerak ke arah niche menjadi makelar konsumen semantik. Jika mereka bisa menawarkan analisis semantik sebelumnya tentunya mereka sudah jadi ahli bagaimana cara memanfaatkan data hasil analisis tersebut.

Okay, sisanya silahkan go wild dalam kolom komentar. I need to rest my boiling head. Ayo jin-jin semantik, keluarlah kalian!

Comments are closed.