Siapkah Kamu Saat Investor Datang?

Siapkah Kamu Saat Investor Datang?

Melongo

Call this a real story. Seringkali kita berada pada kondisi berapi-api dengan sejuta ide cemerlang yang tinggal menunggu proses eksekusi. Semua tampak sempurna namun masih terganjal akses modal, sumber daya manusia, infrastruktur dan lain-lain. Kita begitu yakin begitu VC/investor datang, semua akan beres. Benarkah demikian?

Too many ideas.

Ide mana yang akan dieksekusi? Ide mana yang paling matang dan siap dijalankan? Kedatangan tiba-tiba dari VC/Investor yang menawarkan akses yang kita butuhkan bisa membuat kita hanya ternganga. Hal ini terjadi karena kita tidak menyimpan ide cukup matang yang telah divalidasi kanan-kiri, depan dan belakang. Ide kita sangat banyak namun semua hanya bola liar yang tidak jelas akan berakhir di mana.

Lupa ide.

Bisa jadi karena kita punya terlalu banyak ide, akhirnya ide-ide tersebut terlupakan karena otak kita tidak mampu menampung semuanya. Atau kita terlalu percaya diri namun tetap saja ide cemerlang kita hilang ditelan waktu. Inti ide bisa saja diringkas dengan satu baris kalimat. Namun penjabaran terutama mengenai SWOT ide justru menjadi lebih penting untuk dicatat.

Tidak ada ide.

Ini yang paling parah. Semangat membara namun kita tak kunjung berhasil merumuskan ide yang feasible untuk dilaksanakan. Saat investor datang kita hanya bisa meringis dan garuk-garuk kepala. Mencari ide saat investor sudah di depan mata mempunyai peluang membuat ide menjadi rapuh. Unsur passion terkadang menjadi bias karena ada faktor eksternal yang mempengaruhi.

Oke, jadi yang harus kita lakukan adalah mencatat ide bukan? Ya. Catatlah ide. Lebih detil lebih baik karena Anda akan dipaksa menganalisa lebih dalam seluk beluk ide tersebut. Ide yang awalnya tampak cespleng bisa jadi bahan guyonan Anda sendiri setelah lewat dua paragraf validasi.

Bagaimana cara menvalidasi ide kita? Bagi saya, syarat utama adalah ide tersebut harus melibatkan passion. Passion bisa berwujud banyak hal, tapi selalu berasal dari diri sendiri. Jika motivasi berasal dari orang lain, sepertinya Anda sudah gagal sebelum melangkah. Passion ini bersifat mutlak karena passion adalah indikator dari kebutuhan. Jika Anda butuh pasti Anda akan berusaha memenuhinya. Ini adalah jaminan bahwa ide Anda tidak akan Anda terlantarkan sebelum sampai ke tujuan. No one is going to help you but yourself.

Syarat kedua: ide tersebut harus memecahkan masalah tertentu. Does your idea solve anything? Jika Anda ingin ide Anda berhasil dan diterima masyarakat maka pastikan ide tersebut memang dinginkan. Anda bisa membaca lebih banyak tentang “ide yang diinginkan” di artikel “Starting Up, Paul Graham Way”. Esensi syarat ini adalah keperluan untuk menciptakan sebuah produk yang popular supaya lebih gampang di-”monetisasi”. Anda bisa membaca saran menarik dari teman-teman yang lain tentang how to validate your ideas, di sini.

Apakah Anda siap saat VC datang pada Anda? Sudahkah Anda menyimpan dan mencatat ide Anda dengan cermat?

Comments are closed.