Dimengerti! Bukan Hanya Ditiru!

Dimengerti! Bukan Hanya Ditiru!

ceposibyhuelsta

Setelah kurang lebih berusaha menancapkan kaki di bumi Indonesia, saya masih saja canggung terhadap beberapa hal. Satu yang paling menonjol adalah industri yang mengandalkan kreatifitas dan seni, seperti yang melibatkan proses rancang, desain, dan barang-barang yang modelnya membawa peranan penting. Termasuk juga pembuatan web di ranah maya.

Jiplak itu Wajar

Menjiplak, meniru atau mencontoh adalah hal yang sudah sangat wajar di Indonesia. Bahkan Presiden SBY juga ‘terinspirasi’ oleh situs kampanye Obama. Maklum saja karena hukum tentang hak cipta yang masih belum jelas, serta aparat yang tidak pernah tegas, jiplak itu sangat wajar, sewajar pengendara motor dan angkot melanggar lampu merah.

Form & Function

Sebagai desainer biasanya suatu karya dimulai dari fungsinya, yang kemudian dipercantik sedemikian rupa dengan unsur seni. Lain dengan seniman yang cenderung mengabaikan fungsi, dan hanya ingin tampil menawan lewat eksperimen karya seni mereka.

Karena tidak mengerti alasannya, maka karya yang dihasilkan jadi mengambang. Dalam arti, bentuk yang ditawarkan ada kemiripan dari aslinya, meskipun fungsi yang diperlukan sangat bertolak belakang. Hasilnya adalah karya yang hanya mengikuti model tanpa memenuhi fungsi yang dibutuhkan, dan juga dirombak sesuai selera klien. Malah tidak karu-karuan!

Istilah Yang Salah Kaprah

Bila anda seorang yang terjun di pasaran, alias aktif mencari orderan, sudah sepantasnya anda mengerti istilah-istilah umum yang sering dipakai di pasaran. Seperti istilah ‘web 2.0’ buat web designer, atau ‘minimalis’ buat interior designer. Dalam prakteknya, istilah ini begitu sering dipakai, termasuk oleh orang yang tidak mengerti benar, sehingga pasar sendiri lupa akan arti yang sebenarnya. Jadinya semua perabot yang ditawarkan dengan istilah minimalis, banyak yang terkesan minimal, pas-pasan, atau bahkan murahan.

Ongkos Yang Minimal

Apapun profesi anda, pasti ada uang dibalik semua itu. Tentu saja uang bisa jadi motivasi tersendiri. Seperti yang pernah dibahas sebelumnya, ongkos desain di Indonesia masih belum benar-benar diakui, sehingga susah untuk menarik ongkos jasa khusus desain. Hasilnya motivasi juga berkurang, karena harus bagi hasil dengan unit produksi.

Oleh karena itu, berusahalah untuk mengerti kenapa satu produk bisa berhasil dan gagal, tidak hanya meniru karena tampilannya bagus. Yang lebih penting adalah menghasilkan karya baru yang original, sesuai dengan syarat fungsi yang dibutuhkan. Not just looking good!

Comments are closed.