• 7
  • July
  • 2009

No longer in Chicago, but already home in Surabaya. No longer employed, but building a team. No longer talking, but also doing.

http://www.navinot.com

Categories

Dampak Twitterfikasi oleh Facebook

twitterfication

Dari segenap pembaharuan yang dilakukan Facebook dengan fitur ‘publisher‘-nya, semakin mengarah ke fungsi-fungsi Twitter. Di sini pengguna bisa mengabarkan status terakhirnya, dan teman-temannya bisa saling memberi komentar.

Pergerakan ini sudah nyata bahwa Facebook ada minat untuk mengarah ke Twitter. Nah, apakah Facebook akan berhasil? Atau sebaliknya, Twitter akan melaju terus?Asal-Usulnya

Twitter pertama kali diperkenalkan sebagai layanan microblogging, yang mengandalkan materi dalam format yang singkat. Bahkan, URL saja harus dipersingkat. Sedangkan Facebook berangkat sebagai layanan jejaring sosial yang mengandalkan fitur pertemanan. Dari awalnya, Facebook tidak mempunyai fitur publisher, walaupun penerapannya yang sekarang masih dibilang mulus.

Deskripsi Layanan & Daya Tarik Layanan

Twitter sudah begitu lama beroperasi, bahkan akhir-akhir ini jumlah pengguna telah meningkat tajam. Namun saya masih saja belum leluasa bagaimana cara menjelaskan kegunaan Twitter ke masyarakat umum. Bila disebut sebagai layanan microblogging, rasanya masih kurang spesial.

Lain halnya dengan Facebook yang mempunyai daya tarik tersendiri bagi pengguna baru. Setidaknya setelah menambahkan beberapa teman baru sudah mulai terasa betapa menariknya layanan ini.

Evolusi Facebook

Bagi Facebook, penambahan fitur publisher masih terbilang wajar. Karena microblogging merupakan tren baru yang tidak bisa dilewatkan untuk menambah kesemarakan layanan Facebook. Normal bagi Facebook untuk mempunyai fungsi internal semacam publisher untuk meningkatkan interaksi antar sesama anggota.

Inti Layanan Twitter

Sebaliknya, Twitter yang berangkat sebagai layanan microblogging mempunyai inti layanan yang berbeda. Dengan penggunaan tag khusus, Twitter bisa berfungsi lebih dari sekedar bincang-bincang santai antar teman. Akibatnya pengadopsi awal masih saja lengket dengan Twitter, meskipun Facebook boleh dibilang punya fitur baru yang mirip.

Perpindahan Pengguna?

Nah, setelah serangkaian pembaharuan oleh Facebook, apakah akan menyebabkan perpindahan pengguna dari Twitter ke Facebook? Untuk sementara memang tidak terlihat, karena inti layanan yang berbeda fungsinya.

Namun Facebook dengan fitur publisher yang baru tentunya juga akan menghambat pengguna baru untuk mengadopsi Twitter. Alasannya pasti karena fungsinya yang mirip. Mengapa harus pindah? Betul ga?

Apa pendapatmu? Apakah akan ada exodus dari Twitter ke Facebook? Atau sebaliknya? Atau ada dampak lainnya yang kelewatan?

Ping
Comments
  • setahu saya banyak teman-teman jika mulai bosan aktif di facebook mereka beralih aktif ke twitter

  • Ketika saya melihat ada opsi “Everyone” di profile privacy FB, scr personal, saya sama sekali tidak tertarik untuk memilihnya, sekalipun untuk opsi Status & Links. Awalnya sempat tergoda krn mungkin ini bisa membuat Status Update berubah menjadi seperti Twitter. Tapi akhirnya saya memutuskan tidak. Kenapa? Karena saya tidak ingin berkomunikasi dengan orang-orang yang tidak saya kenal tanpa saya ketahui (kontrol). Ini yg sejak awal saya sukai dari FB; secara default privacy langsung dilindungi.

    Jika opsi “Everyone” ini ditujukan untuk fungsi emulasi Twitter di FB, sepertinya ini justru akan menjadi blunder (sia-sia). Jika itu tujuannya, kenapa FB tidak menambahkan saja Twitter-like platform yang tujuannya memang untuk dipublikasikan ke semua orang, atau ke semacam followers-nya? Katakanlah seperti aplikasi. Tak perlulah menambahkan opsi seperti itu ke Profile, Basic Info, Personal Info, dll. Itu hanya “mencederai” kualitas privacy di FB sekalipun itu adalah opsi yang boleh di pilih-boleh tidak.

    Saya baca lagi artikel mashable “Facebook’s Twitterification: Is it the Right Move?” dan di polling-nya, suara penolakan Facebook agar tidak bertingkah seperti Twitter jauh lebih banyak — saat ini 56% (menolak) berbanding 22%(setuju).

    Entahlah, dimata FB, twitter mungkin hanyalah satu sistem yang bisa dengan mudah ditiru dan dapat dengan mudah dijinakan. Tapi apakah sesederhana itu? Saya kira tidak. Twitter spesial karena sistemnya yang sangat fleksibel, mudah diintegrasikan dengan apa saja. Terbukti oleh bermacam layanan; sharing file, foto, dokumen, group, dll via Twitter, termasuk disini adalah integrasi Twitter dengan Facebook (khusus yang ini apakah bisa sebaliknya?). Jadi twitter bukan sekedar perangkat sosial untuk berbasa-basi dengan susunan 140 karakter (or less).

  • Secara networking , tentu akan terjadi exodus ke facebook, namun asal twitter masih ramai, dan pemanfaatan sebagai brand sponsored . maka twitter akan tetap berdiri dan memiliki komuniti nya sendiri. kemungkinan yang ada, nantinya akan menjadi speeri linkedin dengan warna berbeda.

    Apalagi Facebook tidak ter-crawling google :) .
    sekedar alternative untuk media sharing, suara suara feedback roy suryo for menkominfo bisa di bahas di twitter.

  • twiiter-facebook? pusing pakai yg mana ? gabungkan saja :D
    ‘kan ada aplikasi twitter di FB…. cari aja “pluginnya”

  • aduh, loading internet bisa lambat kayak gini ya… :D

  • Kalau menurut saya sih, keduanya akan bekerjasama untuk saling melengkapi.

    • setuju, masing2 punya fungsi yang berbeda tetapi saling melengkapi..orang2 juga akan memanfaatkan dengan berbagai tujuan yang berbeda-beda..

      tinggal balik lagi ke user aja bagaimana memanfaatkan kedua layanan tersebut ^^

  • facebook terlalu banyak noise, apalagi quiz2 gak penting itu. di twitter seenggaknya noise bisa kita kontrol. Bagi saya facebook utk pertemanan, sedangkan twitter untuk belajar hal baru (disana banyak pakar yg nge-twit).

  • Saya lihat banyak orang yang menggunakan keduanya. Jadi, mereka akan tetap jalan beriringan. Terutama, karena ada aplikasi yang memungkinkan orang meng-update status yang sama untuk twitter maupun fb.

  • saya kebetulan pake dua2nya. dan dua2nya dipake dengan tujuan yang beda. jadi, ga ada masalah sejauh ini.

  • Mungkin sebenernya di Indonesia ini lagi musim – musimnya penyakit atau untuk wilayah Internet saya menyebutnya fever. Lah seperti Blogging yang kata ‘beliau’ (u know who) itu merupakan demam semata. Kemungkinan juga untuk Twitter di kalangan muda yang hanya berguna sebagai Trend belaka, sedangkan untuk pengguna korporat mungkin seperti pengguna di luar negeri laiinnya TEMPAT PROMOSI.

    • idem ama dia nih :P
      dan bagi saya pribadi, itu media so(k)sial yah benar-benar difungsikan untuk sarana mencari teman ;)
      yang penting, atur aja dah semua asal tertib :P

  • Aku update fesbuk pake twitter, hehehehe.

  • gw make pesbuk utk personal. twitter utk promosi bisnis

  • dari sebuah media online juga mengabarkan bahwa hampir 70 persen facebooker adalah para twitterati ;)
    apa mungkin kedepan hal ini akan terbalik? kita lihat saja nanti.

Tinggalkan komentar

Additional comments powered by BackType