Social Network Untuk Tiap Brand?

Social Network Untuk Tiap Brand?

bbworld

Beberapa hari lalu, Research In Motion (RIM) meluncurkan situs social network khusus untuk pengguna BlackBerry. Situs jejaring sosial ini bertujuan untuk menjadi wadah bagi para pengguna BlackBerry untuk saling membantu akan segala pernak-pernik Blackberry, mulai rating aplikasi sampai troubleshooting.

Sekilas memang merupakan ide yang cemerlang, yaitu menyatukan konsumen BlackBerry untuk berkolaborasi, satu sama lain, menyelesaikan masalah ataupun hanya untuk nongkrong bareng berbagi pengalaman tentang BlackBerry-nya. Tapi di sisi lain, sudah begitu banyak situs jejaring sosial atau komunitas maya, baik secara umum atau yang spesifik membahas BlackBerry.

Dunia jejaring sosial sendiri sudah identik dengan Facebook sebagai raja, dan diikuti beberapa situs lain seperti Myspace dan Friendster. Yang menjadi pertanyaan, apakah ini merupakan langkah yang bagus bagi sebuah perusahaan, sebesar RIM sekalipun, untuk membuat situ jejaring sosial untuk masing-masing brand-nya?

The Goals

Semua orang mau membuat situs jejaring sosial sendiri, termasuk juga para perusahaan pemegang merek. Tapi sebelum menjerit “Mari Kita Buat Facebook untuk Merk A”, sebaiknya pertimbangkan apa tujuan yang berusaha dicapai sekarang. Bila memang secara fungsional masih banyak fitur yang tidak bisa didapatkan, mungkin pengembangan sendiri akan menghasilkan sesuatu yang lebih baik. Namun sayangnya banyak hal sudah tersedia dan siap pakai, dan banyak pihak kurang bisa memanfaatkan.

Resource vs. Result

Untuk membangun satu situs jejaring sosial yang memenuhi syarat, perlu usaha yang lumayan. Meskipun banyak open source project yang bisa dijadikan titik tolak, masih banyak hal yang perlu dibenahi, tidak hanya grafik dan tampilan, tapi juga fitur-fitur yang sesuai dengan tujuannya. Dari sekian banyaknya hal yang masih memakan waktu dan biaya, apa hasil yang didapatkan bisa memenuhi harapan? Gampangnya bila diukur dengan trafik.

Join The Crowd

Memang perusahaan anda terbilang besar, tapi bukan berarti anda harus berdiri sendiri di pojok. Sudah bukan saatnya customer menengok ke atas, mereka lebih suka bergaul dengan sesamanya di sekitarnya. Lebih santai, tidak kaku, dan untuk urusan marketing juga lebih leluasa. Dengan bergabung dengan media baru seperti Facebook, bukan berarti anda tidak bisa melakukan praktik branding yang berkaitan dengan merk social network tersebut. Melainkan, anda bisa bergabung dengan sesama pengguna sembari membawa bendera perusahaan anda.

The Audience is There

Mambangun suatu komunitas bukan hal yang mudah. Tapi sesusah apapun, masih lebih mudah untuk masuk dan bergabung ke dalam komunitas yang sudah ada. Tentu saja tata krama harus dijunjung tinggi, layaknya kita bertamu ke rumah orang. Layanan jejaring sosial semacam Facebook sudah merajalela dengan jutaan anggota. Dengan kata lain, para pemirsa anda sudah banyak yang ada di sana, nah PR anda adalah mencari jalan untuk bergabung dalam komunitas tersebut.

Diskusi ini sebenarnya juga mencerminkan ‘me too attitude‘ dari para pemain teknologi lokal yang cenderung meniru, bukan berangkat dari konsep dan tujuan yang unik. Tidak hanya para pengembang aplikasi, tapi juga di kalangan bisnis.

Menurut anda sendiri, sejauh mana membangun aplikasi seserius social network diperlukan untuk brand anda? Apakah ini wajar saja dilakukan oleh setiap brand?

Comments are closed.