Bhinneka & KlikBCA: Di Balik Layar

Bhinneka & KlikBCA: Di Balik Layar

bhinnekaklikbca

Banyak yang berpendapat bahwa minat untuk bertransaksi online sudah cukup besar. Bahkan sudah mulai banyak toko online yang menjamur, walaupun masih menggunakan cara transaksi tradisional, alias pembayaran lewat transfer bank. Inilah dunia e-commerce Indonesia.

Idealnya transaksi online harus bisa diselesaikan dalam proses checkout. Karena tidak ada payment gateway yang tersedia di Indonesia, jadinya proses checkout hanya selesai separuh saja. Masih untung bila bank anda punya fasilitas e-banking. Kalau tidak, anda harus bergelut dengan kemacetan hanya untuk transfer pembayaran.

Dari pihak penjual sendiri juga masih harus menunggu transfer uang masuk, sedangkan stok barang sudah harus dikurangi satu. Bila memang dalam 24 jam sudah diberesin, barang bisa dikirim langsung, dan transaksi bisa dinyatakan sukses. Karena tidak instant dan beda sistem, pihak penjual yang harus melakukan verifikasi dari tiap pembayaran lewat transfer yang masuk. Dengan kata lain lebih repot mengurusi pembayaran dari pada berjualan.

Beberapa saat lalu, Bhinneka telah menjalin kerjasama dengan pihak BCA untuk mempermudah proses pembayaran secara elektronik ini. Hasilnya ternyata mendapat banyak tanggapan positif. Pihak Bhinneka menyerukan bahwa biaya untuk kerjasama ini tidak gampang dan tidak murah. Berikut sedikit skenario tentang pembayaran lewat sistem baru ini.

Untuk proses checkout, pelanggan harus memasukan ID, dan sistem Bhinneka akan memberikan satu kode belanja untuk pilihan pembayaran lewat Klik BCA. Selanjutnya, kode belanja ini akan digunakan dalam proses transfer di KlikBCA. Selanjutnya, sistem dari BCA akan menunjukan jumlah uang yang harus dibayar oleh pelanggan. Setelah proses transfer selesai, sistem BCA akan mengirim konfirmasi email kepada vendor.

Bila dicermati, transisinya masih tidak semulus yang diharapkan. Pihak vendor masih harus menempatkan setidaknya satu staff untuk melakukan verifikasi transfer masuk yang sukses, sehingga proses pengiriman bisa dilanjutkan. Selain itu pihak BCA masih terkesan paranoid dan masih kurang terbuka dengan sistemnya. Bahkan para vendor diharuskan menyewa leased line, khusus untuk menghubung server vendor dan server BCA. Apa tidak perlu sekalian lengkap dengan anjing penjaga?

Pihak Bhinneka mengakui masih adanya keruwetan dalam proses pembayaran baru ini. Tapi setidaknya Bhinneka sudah (dan lagi) menjadi pelopor dalam e-commerce Indonesia, kali ini tentang transaksi online. Thumbs up buat Bhinneka!

Comments are closed.