- 5
- August
- 2009
Categories
Bhinneka & KlikBCA: Di Balik Layar

Banyak yang berpendapat bahwa minat untuk bertransaksi online sudah cukup besar. Bahkan sudah mulai banyak toko online yang menjamur, walaupun masih menggunakan cara transaksi tradisional, alias pembayaran lewat transfer bank. Inilah dunia e-commerce Indonesia.
Idealnya transaksi online harus bisa diselesaikan dalam proses checkout. Karena tidak ada payment gateway yang tersedia di Indonesia, jadinya proses checkout hanya selesai separuh saja. Masih untung bila bank anda punya fasilitas e-banking. Kalau tidak, anda harus bergelut dengan kemacetan hanya untuk transfer pembayaran.
Dari pihak penjual sendiri juga masih harus menunggu transfer uang masuk, sedangkan stok barang sudah harus dikurangi satu. Bila memang dalam 24 jam sudah diberesin, barang bisa dikirim langsung, dan transaksi bisa dinyatakan sukses. Karena tidak instant dan beda sistem, pihak penjual yang harus melakukan verifikasi dari tiap pembayaran lewat transfer yang masuk. Dengan kata lain lebih repot mengurusi pembayaran dari pada berjualan.
Beberapa saat lalu, Bhinneka telah menjalin kerjasama dengan pihak BCA untuk mempermudah proses pembayaran secara elektronik ini. Hasilnya ternyata mendapat banyak tanggapan positif. Pihak Bhinneka menyerukan bahwa biaya untuk kerjasama ini tidak gampang dan tidak murah. Berikut sedikit skenario tentang pembayaran lewat sistem baru ini.
Untuk proses checkout, pelanggan harus memasukan ID, dan sistem Bhinneka akan memberikan satu kode belanja untuk pilihan pembayaran lewat Klik BCA. Selanjutnya, kode belanja ini akan digunakan dalam proses transfer di KlikBCA. Selanjutnya, sistem dari BCA akan menunjukan jumlah uang yang harus dibayar oleh pelanggan. Setelah proses transfer selesai, sistem BCA akan mengirim konfirmasi email kepada vendor.
Bila dicermati, transisinya masih tidak semulus yang diharapkan. Pihak vendor masih harus menempatkan setidaknya satu staff untuk melakukan verifikasi transfer masuk yang sukses, sehingga proses pengiriman bisa dilanjutkan. Selain itu pihak BCA masih terkesan paranoid dan masih kurang terbuka dengan sistemnya. Bahkan para vendor diharuskan menyewa leased line, khusus untuk menghubung server vendor dan server BCA. Apa tidak perlu sekalian lengkap dengan anjing penjaga?
Pihak Bhinneka mengakui masih adanya keruwetan dalam proses pembayaran baru ini. Tapi setidaknya Bhinneka sudah (dan lagi) menjadi pelopor dalam e-commerce Indonesia, kali ini tentang transaksi online. Thumbs up buat Bhinneka!

Ping
Comments
Richard Fang
wah baru tau klo bhinneka ternyata ribet juga yah ngurusnya, atau mungkin karena sistem baru jadi bca nya juga agak takut2?
anyway yg penting udah ada 1 langkah
Amal Cahyadi
semoga situs belanja yang lain bisa berkembang dengan sistem seperti ini, dan juga bank lainnya bisa ikut kembangin sistem bank online.
Arham blogpreneur
[...Bhinneka menyerukan bahwa biaya untuk kerjasama ini tidak gampang dan tidak murah...]
dari sisi customer ada ngak pengaruh nya ? tentu dari sisi biaya… secara masyarakat lokal ternyata lebih baik, macet, lebih baik ngantri dibanding bayar lebih
wilchan
wow ngga heran merchant yg dipilih BCA hanya yg kelas kakap, ternyata serumit itu dan jelas tidak murah! Nice info nih.
Noval
mungkin sebanding lah…
Deny Sri Supriyono
semoga bisa diikuti oleh bank lainnya di Indonesia dengan proses lebih mudah dan biaya lebih murah :d
Ghustie Samosir
Memang sangat bagus jika sudah bisa transaksi online, setidaknya ikut teknologi
Sebenarnya cara ini cocok untuk orang yang gak punya waktu atau “malas” :p
dan mungkin kekurangannya, kita tidak bisa melihat barangnya secara langsung, mudah2an barang yang sampai ke kita tidak cacat
Ananda Putra
Gimana banknya gak parno, orang-orang Indonesia kan sangat berprestasi dalam teknologi frauding, carding, etc.. :p
Jika kena fraud, acquire bank berada dalam posisi yg lemah. Mereka yg akan dibebani jika ada chargeback. Sedangkan fee yg mereka dapat dari merchant cukup kecil, apalagi kalo volume transaksinya kecil.
Sebenarnya di negara-negara lain fraud juga ada, bahkan bisa volumenya lebih besar dari pada yg terjadi di Indonesia, namun jika dibandingkan dengan transaksi yg valid volumenya jauh lebih besar sehingga fraud itu masih bisa “diabaikan”. Sedangkan di Indonesia volume transaksi online sangat kecil tapi fraudnya tinggi.
Problem utama bagi bank adalah Risk Management. Siapa yg mau nanggung jika ada fraud.
Salah satu solusinya: penerapan 3D Secure.
Btw, sebenarnya udah ada 3 perusahaan payment gateway di Indonesia, satu di antaranya bahkan sudah memiliki license dari sebuah CC Company untuk melayani e-commerce di Internet.
Ivan
Ananda, bisa berbagi sedikit tentang siapa saja payment gateway di Indonesia?
pasang iklan gratis
bca memang yang terdepan kalau masalah e-banking
Suwahadi
Mungkin bisa diambil dari sisi positifnya aja. Sebagai pihak pertama (pelopor) dalam bidang baru ini, diharapkan BCA segera mengatasi masalah² seperti ini.
Salut deh sama BCA…
paydjo.Net
selain faktor keamanan, mungkin pihak bank masih mikir2 juga dengan banyaknya frekuensi yang terjadi.
kalo frekuensinya sudah tinggi rasanya bank bakal mudah kok, setidaknya sudah banyak perguruan tinggi yang sudah integrasi dengan bank untuk pembayarannya. dan menurutku bisnis proses integrasinya tidak jauh beda dengan yang ecommerce2 itu. cmiiw
paydjo.Net
frekuensi transaksi yang terjadi maksudnya,
rrrrr tangan gag kompak
iang
kalo di belanda sini ada yg namanya iDEAL. Ini payment gateway yg lgs nyambung ke bank. Kalau mau make ini, si pembeli emang bener2 harus punya tabungan dan account internet banking bank tsb.
Kalau belanja, tinggal pilih iDEAL. Nanti (kalo gak salah) akan dibawa ke website iDEAL dan disuru milih bank yg dipake. Setelah itu dibawa ke situs internet banking bank yg dipilih. Masukin password segala macem, trus beres deh transaksinya.
iklan gratis
wah.. Bhineka emang TOP selalu jadi Pelopor E-commerce Indonesia, klo E-banking emang BCA yang terbaik. Semoga kerjsamanya bisa memudahkan pelanggan dalam berbelanja
Additional comments powered by BackType