Magazine Layout Untuk Blog

Magazine Layout Untuk Blog

magazinelayout

Bagi yang mengikuti perjalanan NavinoT dari awal sampai sekarang, tentunya sudah menyaksikan beberapa theme yang digunakan. Mulai dari awal memang NavinoT punya tampilan yang sedikit berbeda, selain dari sketsa tangan, tapi juga tatanan halaman depan.

Pada mulanya memang berusaha tampil lebih serius dengan magazine layout. Namun dalam prakteknya, magazine layout tidak sesuai dengan kinerja kita. Berikut ada beberapa pertimbangan tentang magazine layout.

What is Blog?

Blog, atau weblog, pada dasarnya adalah penerbitan artikel sesuai dengan kronologi waktu. Dengan demikian artikel yang terbaru akan selalu tampil di depan, yang kemudian diikuti oleh artikel selanjutnya. Secara tidak langsung, blog pada umumnya mempunyai tampilan yang sangat linear, meskipun masih bisa dipilah menurut kategori dan waktu penerbitan.

The User’s Perspective

Karena blog pada umumnya tampil secara linear, pengguna jadi semakin terbiasa akan halaman pertama dengan satu artikel terbaru. Ketika magazine layout diterapkan, banyak pilihan yang ditampilkan di halaman muka. Untung saja bila bila artikel terbaru diberi tanda secara khusus, sehingga mudah dikenali. Namun dalam praktiknya, pengunjung jadi lebih bingung untuk memilah informasi secara bersamaan, mana yang terbaru atau mana yang sudah dibaca sebelumnya.

Featured vs. Fresh

Satu permasalahan lain adalah adanya penggunaan featured articles di halaman depan. Apakah featured articles selalu yang terbaru? Atau hanya yang terpilih?

Bila hanya yang terpilih, mungkin saja pembaca sudah pernah membacanya, dan menganggap blog tersebut belum diperbaharui. Sedangkan artikel terbaru tidak terdeteksi secara sekilas, karena susunan informasinya membuat featured articles lebih dominan.

Content Race

Untuk memanfaatkan magazine layout secara maksimal, penerbitan artikel harus mempunyai kuantitas cukup. Bukan berarti 10 artikel per hari, tapi setidaknya banyak artikel dalam satu periode terbit, tergantung frekuensi penerbitan normalnya.

Mau tidak mau, ini jadi tugas berat khusus bagi pengelola blog. Nah, berapa orang yang dibutuhkan? Satu orang? Dua orang? Sepuluh orang?

Conclusion

Sebagai kesimpulan, seperti yang pernah dibahas oleh Smashing Magazine, magazine style layout memang diperuntukan bagi blog yang dikelola secara professional. Dalam arti mempunyai jadwal terbit dan staff yang berkomitmen untuk menghasilkan minimal artikel. Di samping itu tatanan ini juga lebih cenderung berfungsi sebagai portal, di mana tiap kategori mempunyai tampilan khusus.

NavinoT Work-Around

Untuk mengakali masalah ‘Featured vs. Fresh‘, NavinoT tetap menampilkan artikel terbaru untuk lebih dominan di halaman pertama. Kemudian diikuti oleh artikel selanjutnya yang lebih lama, tapi berurutan. Sedangkan featured articles digunakan sebagai sampingan untuk menambah variasi penawaran di halaman depan, dan halaman-halaman lain.

Formula ini terbilang sukses untuk meningkatkan pageview dari tiap kunjungan. Biasanya sebuah blog hanya mempunyai rata-rata pageview 2-3 halaman per kunjungan, yaitu halaman pertama dan halaman artikel (terbaru).

Silahkan mencoba! 🙂 Ada pengalaman lain tentang magazine layout? Silahkan berbagi lewat komentar.

Comments are closed.