Sudah Muak Dengan Jejaring Sosial?

Sudah Muak Dengan Jejaring Sosial?

vomitus

Akhir-akhir ini saya menemukan banyak web startup baru karya anak bangsa, itu memang sudah tugas saya untuk menemukan dan membantu memberikan sedikit eksposure untuk diketahui para anggota komunitas web. Dan satu hal yang sangat mengherankan saya adalah banyaknya jejaring sosial baru yang dibentuk tahun ini. Memang sih, sudah lama ada jejaring sosial pioneer di Indonesia seperti Fupei, Kombes dan LiveConnector. Namun sepertinya kematian situs-situs ini tidak membuat developer mengurungkan niat untuk membuat kompetisi baru di ranah ini.

Sebut saja Digli, Adandu, TemanKuliah, KenalanYuk, YouFaceSter, FunPage, Ngecap, MyPulau, XL Funbook, Arghh… dan masih banyak lagi yang belum terjamah oleh saya. Sebenarnya kenapa sih harus ada sebanyak ini?

Pertama, hampir semua situs jejaring sosial yang saya sebutkan diatas ini tidak memiliki diferensiasi yang kuat, tidak ada killer feature yang “memaksa” calon pengguna untuk mendaftar. Koprol, Politikana (dan anakan Dagdigdug lainnya) memiliki killer feature dengan positioning dan diferensiasi yang jelas berbeda dan menjadikan mereka unggul dibandingkan situs-situs jejaring sosial lainnya.

Indonesia memang terkenal sebagai bangsa pengguna internet yang memiliki ketertarikan tersendiri dengan jejaring sosial. Pengguna Indonesia menguasai situs-situs jejaring sosial yang populer seperti Friendster (pada masanya), Facebook, dan sekarang Twitter. Ketertarikan inilah yang sepertinya menjadi pertimbangan untuk para developer untuk mencoba mengambil sedikit porsi pasar pengguna jejaring sosial di Indonesia. Namun kegagalan demi kegagalan justru mendominasi permainan.

Says tidak berusaha untuk mengecilkan niat para developer-developer ini, jujur ini merupakan sebuah progress meskipun biasanya tidak bertahan lama. Positioning di pasar dan killer feature sebagai faktor pembeda dari produk anda sangat menentukan respon pasar. Pastikan anda bisa memberikan sesuatu yang tidak bisa diberikan oleh jejaring sosial  lain. Koprol mampu memberikan layanan berbasis lokasi di Jakarta dan sekitarnya, sebuah fitur yang tidak saya dapatkan di Facebook, Twitter, maupun Brightkite. Anakan Dagdigdug memberikan saya pengalaman diskusi dengan gaya jejaring sosial yang unik dan tidak ada duanya. See the difference?

Yes, I’m sick of the same old social networking sites. And no, I’m not sick with unique social networking sites. How about you?

——

Thanks for NavinoT for letting me write and contribute here. Now if you’ll excuse me, i have another blog to take care of hehehe 😀

Comments are closed.