Mengamati Pergeseran Strategi Yahoo!

Mengamati Pergeseran Strategi Yahoo!

yahoostrategy

Yahoo! adalah salah satu perusahaan raksasa di industri teknologi, terutama web dan internet. Dari awal mulanya yang berupa layanan mesin pencari, kini Yahoo! telah melebarkan sayapnya ke bisnis lainnya, terutama media online.

Namun dalam perjalanannya, Yahoo! tidak selalu mulus. Bahkan sejak Google semakin sukses dengan advertising platform AdSense & Adwords, revenue Yahoo! yang juga mengandalkan advertising banyak tergerus oleh kehadiran Google.

Bahkan CEO Yahoo!, Jerry Yang, yang juga merupakan pendiri Yahoo!, terpaksa digeser oleh para pemegang saham. Kini Yahoo! dipimpin oleh Carol Bartz, yang tadinya juga pimpinan dari AutoDesk. Banyak perubahan harus dilakukan Carol Bartz demi menyelamatkan Yahoo! dari bencana.

Search Engine No More

Sejak diumumkannya kerjasama dengan Microsoft, Yahoo! kini tidak lagi hanya mengandalkan bisnis mesin pencari yang berkaitan dengan advertising. Bahkan Yahoo! sudah tidak terlalu peduli dengan teknologi mesin pencarinya, dan bersedia menerapkan Bing sebagai mesin pencari di situs-situs Yahoo.

Penggabungan ini tidak lain adalah untuk memperkuat jatah pasar, baik dari Yahoo! sendiri atau Microsoft, dalam pasar mesin pencari yang semakin lama semakin dimonopoli oleh Google.

World Web Properties

Setelah Amerika, Eropa, Jepang, dan China, masih banyak negara-negara dengan populasi yang lumayan besar, tapi masih belum berkembang industri web dan internetnya. Yup, Indonesia juga termasuk dalam kategori ini. Tapi kita tidak sedang membahas Indonesia, tapi negara Arab.

Yahoo! selain terkenal dengan layanan mesin pencari, juga banyak melahirkan portal-portal. Portal bisa dianggap menjadi pengulur tangan untuk masuk ke pasar tertentu. Oleh karena itu, akuisisi Internet portal Arab, Maktoob, dinilai sebagai langkah strategis untuk melebarkan sayap ke pasar internasional, termasuk komunitas muslim.

Sell Non-Productive Assets

Dalam perjalanannya, Yahoo! telah mengakuisisi berbagai macam startup. Biasanya dari hasil akusisi diharapkan membuahkan terobosan baru, atau setidaknya membuka layanan baru yang bisa mendatangkan pemasukan.

Tampaknya Yahoo! tidak terlalu sukses dengan strategi ini. Dari beberapa properti yang diakuisisi, Yahoo! tidak mampu membuahkan produk atau layanan baru yang menguntungkan. Bahkan beberapa layanan tidak berkembang dan tidak bisa diintegrasikan dengan produk yang sudah ada.

Maka kini Yahoo! siap menjual asset yang tidak menghasilkan, setidaknya masih mempunyai nilai lumayan, seperti menjual layanan email Zimbra dan web hosting business-nya.

$100 Million Marketing Plan

Dari beberapa berita besar akhir-akhir ini, terlihat jelas bahwa Yahoo! sedang memperbaiki dirinya sendiri. Masalah mesin pencari sudah boleh dibilang  teratasi. Sedangkan bisnis portal masih mempunyai daya tarik tersendiri bagi Yahoo! di masa mendatang. Setidaknya bila produk atau layanan lain gagal, Yahoo! masih mempunyai jumlah pengunjung yang lumayan untuk jadi pertimbangan.

Berita terakhir juga mengumumkan bahwa Yahoo! tengah mempersiapkan anggaran pemasaran sebesar US$ 100 juta. Meskipun detilnya belum dilansir secara umum, Yahoo! sudah menunjukan beberapa tanda-tanda untuk mengingatkan pasar bahwa Yahoo! masih merupakan jaringan media terbesar dengan 500 juta pengunjung tiap bulannya. Detil anggaran akan diumumkan Selasa pagi di Konferensi MIXX.

Apakah ada yang terlewatkan dari analisa di atas?

Comments are closed.