Investor or No Investor?

Investor or No Investor?

investor

Saya rasa faktor penentu di dunia startup Indonesia adalah peranan investor yang sangat minim. Ketika tercantum data investasi Lintas Berita dan Tokopedia yang senilai satu rumah (super) mewah, para pembaca menjadi heboh. Begitu juga bila ditanya faktor apa yang paling dibutuhkan startup untuk sukses. Pasti alasan finansial menjadi jawaban favorit.

Sebenarnya, apakah perlu kehadiran investor mulai dari awal? Dan seberapa jauh pengaruh dan peranannya?

Ada investor atau tidak, sebuah startup yang dikelola dengan benar sudah seharusnya melewati tahap perencanaan yang matang. Dari ide dan konsep yang ada, termasuk business plan, dilanjutkan dengan membangun sebuah prototype.

Prototype bukanlah produk matang yang perlu banyak polesan, sehingga tidak menuntut banyak waktu dan biaya. Bahkan banyak pendiri startup melakukan tahapan ini sebagai sampingan dari pekerjaan tetap mereka sehari-hari. Mengingat tidak terlalu banyak biaya yang dibutuhkan, saya rasa tidak perlu adanya kehadiran investor yang terlalu awal.

Kehadiran investor dalam suatu startup boleh dibilang sangat didambakan dan selalu terkesan positif. Namun dalam prakteknya, kehadiran investor juga bisa membawa hal negatif bagi startup tersebut.

Less Control

Biasanya investor memberikan dana dengan imbalan porsi saham dalam perusahaan tersebut. Dengan kata lain, pendiri startup tidak lagi menguasai atau mempunyai wewenang penuh terhadap perusahaan baru tersebut. Belum lagi adanya kehadiran rekan kerja yang sebelumnya juga sudah mempunyai bagian saham. Secara tidak langsung, kehadiran investor mengurangi kuasa anda dalam perusahaan tersebut.

More Resources

Dengan adanya suntikan dana, bisa berarti banyak hal, mulai dari tambah tenaga kerja sampai biaya marketing. Tambahan-tambahan ini sangat menentukan startup tersebut untuk bisa bertahan, bahkan semakin cepat untuk mencapai titik kilas balik (tipping point).

Yang jadi pertanyaan, apakah anda butuh tenaga tambahan ini? Atau masih bisa diakali dengan mengatur jadwal agar produk atau layanan bisa berkembang secara bertahap, atau lebih terkontrol. Yang bisa berarti juga menghindari traffic spike server di masa perkenalan.

Larger Network

Selain dana, menambah jaringan adalah salah satu alasan untuk menerima sebuah investasi. Mengingat tidak semua orang mempunyai akses ke pejabat tinggi yang bisa memberi fasilitas istimewa, mempunyai investor dengan kenalan yang lebih luas tentunya membuka lebih banyak peluang. Baik berupa kerjasama, menjadi calon klien, atau bahkan mungkin dana investasi tambahan.

Complimentary Skills

Di samping hal yang disebutkan di atas, juga dibutuhkan satu faktor lain, yaitu complimentary skills. Investor bisa juga menjadi tutor, atau semacam penasehat, akan hal-hal yang tidak kita kuasai sebelumnya. Programmer tidak selalu mempunyai bakat desain, dan belum tentu mempunyai latar belakang bisnis yang kuat. Dengan adanya orang baru, setidaknya bisa memberi arahan dan pertimbangan lebih. Kalaupun gagal, setidaknya masih bisa belajar. 🙂

Nah, sekarang apa alasan anda untuk membutuhkan investor? Selain tambahan dana tentunya.

Comments are closed.