Aktif di Facebook Fans Page

Aktif di Facebook Fans Page

fbfans

Facebook semakin ramai saja, tidak peduli untuk pertemanan, promosi, atau jual beli. Facebook sendiri mempunyai banyak fasilitas yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan tersebut. Beberapa bahkan gratis!

Satu di antaranya adalah Facebook Fans Page. Dari namanya, layanan ini diperuntukan bagi sesuatu yang mempunyai potensi penggemar. Beberapa contohnya adalah profil situs, selebriti, produk, atau profil bisnis.

Menurut fungsinya, Facebook Fans Page diharapkan untuk meningkatkan (personal) brand awareness, yang tujuan akhirnya adalah membawa sesuatu yang positif dari profil yang dicantumkan. Biasanya berupa trafik (kunjungan), anggota baru, atau penjualan.

Bila diamati, pemanfaatan popularitas Facebook sebagai jejaring sosial sudah benar. Dengan alasan Facebook adalah situs paling ramai, yang merupakan tempat berkumpul bagi para pengguna internet di Indonesia. Asumsi ini juga masih sah-sah saja, bagi para pemegang merk yang berusaha melakukan aktifitas bisnis (promosi, iklan, pemasaran, praktik branding, dsb).

Namun beberapa masih salah strategi dalam prakteknya. Satu yang paling sering dijumpai adalah tidak mampu mengubah fans (baru) menjadi member, follower, subscriber, buyer, atau bahkan rainmaker. Untuk gampangnya, mari kita coba dengan perumpamaan berikut:

Anggap saja si Toni punya bisnis toko online yang menjual krupuk upil (cita-cita si Toni). Karena Toni begitu populer, bagaikan Manohara main sinetron dan belum lagi ditambah fans otaku-nya, Toni secara tidak langsung sudah mempunyai jaringan yang luas untuk memulai bisnisnya, termasuk popularitas fans page bisnisnya di Facebook.

Setelah dilaksanakan, ternyata fans page tersebut kini membengkak menjadi 50 ribu penggemar. Sedangkan situs toko online-nya sendiri dikunjungi tidak kurang dari 100 orang per hari, tanpa nilai penjualan yang berarti. Nah, Toni punya masalah besar, yaitu penggemarnya tidak bisa dikonversi menjadi pembeli.

Fans Page itu bukan Homebase

Kesalahan paling fatal adalah menganggap Facebook Fans Page sebagai markas (homebase). Meskipun asumsi ini masih sah bagi beberapa kampanye, seperti kontes atau kampanye yang bersifat sementara. Namun untuk jangka panjang sangat tidak disarankan.

Semua yang ada di Facebook adalah milik Facebook, dan Facebook mempunyai wewenang penuh atas hal ini. Sedikit perubahan kebijaksanaan, bisa membuat bisnis serius jadi amburadul.

Kurang Aktif di Facebook

Kesalahan umum adalah tidak aktif setelah fans page terbentuk. Secara teori, Facebook Fans Page harus dibarengi oleh aktifitas menarik atau setidaknya informatif, sehingga para fans betah dan rajin mengunjungi halaman tersebut.

Setelah komunitas terbentuk, tidak ada salahnya dibarengi program khusus, seperti diskon khusus bagi para fans.

Terlalu Aktif di Facebook

Bila kurang aktif dianggap salah, terlalu aktif juga tidak selalu benar. Kesalahan yang kerap terjadi adalah lupa menampilkan informasi yang lebih menarik di situs resminya. Toko online dibiarkan begitu saja dengan katalog yang ada, tanpa diselingi berita promosi. Bukankah seharusnya berita itu disebarkan lewat Facebook, sedangkan detilnya bisa disimak di situs resminya?

Intinya, aktifitas promosi lewat Facebook harus diimbangi dengan aktifitas di situs resmi. Yang lebih penting, aktifitas harus selalu mengarah ke situs resmi. Isn’t it always better, if you have your own home, your own store? You can do almost anything you want!

Apakah anda juga merasakan hal yang sama? Silahkan berbagi pengalaman dan pengamatan anda tentang penggunaan Facebook Fans Page.

Comments are closed.