Why No Flash on iPhone

Why No Flash on iPhone

iphone

Kehadiran Flash plugin di tiap web browser sudah terbilang universal, hampir tiap browser sudah pasti ada Flash plugin di dalamnya. Bahkan popularitas Flash sempat menggantikan tren user interface, yang nyatanya memang tidak begitu baik. Tapi kehadiran Flash plugin di jutaan iPhone masih saja belum muncul. Bukan karena tidak bisa dijalankan secara teknologi, tapi belum direstui oleh Apple. Ya begitulah ciri khas bisnis Apple yang selalu ketat.

Tidak lama, Adobe baru saja merilis Flash converter untuk aplikasi iPhone lewat Adobe Flash CS5. Yang intinya, bahasa Action Script yang digunakan oleh Flash bisa dikonversi langsung ke bahasa aplikasi iPhone. Meskipun masih belum bisa memenuhi kebutuhan browser akan Flash plugin di iPhone, setidaknya langkah Adobe ini cukup membantu para Flash developer, yang sudah terbiasa, untuk tetap menggunakan Flash untuk membuat aplikasi iPhone.

Namun, apa yang membuat Apple begitu ketat melarang Flash di iPhone?

Rumusan Awal

iPhone dirancang dengan rumusan awal untuk berjalan secara bersamaan dengan sejumlah aplikasi pendukung. Semua ini, secara timbal balik, untuk menciptakan suatu platform yang kaya pilihan aplikasi, yang juga membuat iPhone begitu personal bagi penggunanya.

Selain itu, Apple juga mengharapkan revenue tidak hanya dari penjualan perangkat keras, tapi juga dari penjualan aplikasi lewat App Store-nya. Terbukti dari beberapa laporan terakhir, marketplace ini adalah yang paling sukses di antara pesaing lainnya, seperti Blackberry App World, Android Market, ataupun Nokia Ovi.

Flash Yang Identik Dengan Game

Selain fungsi dasarnya sebagai sebuah alat komunikasi, iPhone juga mempunyai potensi untuk menjadi sebuah perangkat hiburan lewat sejumlah aplikasi permainannya. Porsi dari segmen Games ini juga merupakan porsi yang besar dan tidak bisa dihiraukan begitu saja.

Flash sendiri sudah sangat populer di browser, salah satunya juga untuk Games. Karena begitu banyaknya aplikasi games yang beredar, Flash sudah sangat identik dengan games. Lagipula, banyak yang yang sudah menawarkan paket free-trial juga.

Membangun Dasaran Yang Kuat

Sebagai pemain baru, Apple butuh waktu memperkenalkan iPhone dengan layar sentuhnya. Waktu tenggang ini membuat pengguna lebih dekat akan fitur layar sentuh iPhone, serta mengenal potensi penggunaannya. Belum lagi waktu yang dibutuhkan untuk membangun buzz, serta mencetak angka penjualan yang cukup untuk menguasai pasar. Tanpa dominasi pasar, iPhone dan App Store-nya tidak bisa merajalela.

Dengan adanya Flash games yang bisa diakses lewat browser, pengguna bisa saja tidak minat lagi untuk melirik aplikasi games di iPhone. Meskipun ancaman ini tidak terlalu serius, mengingat banyak aplikasi games iPhone juga tersedia secara gratis. Tapi tampaknya Apple tidak mau merelakan kehadiran Flash di iPhone begitu saja.

Bagaimana Sekarang?

Meskipun Apple awalnya masih was-was akan kehadiran Flash, iPhone kini telah menguasai pasar. Asumsi takut akan Flash sudah tidak valid lagi. Apakah ini berarti sudah aman bagi Flash plugin sebenarnya untuk muncul di Safari iPhone?

Apakah anda mempunyai teori lainnya?

Comments are closed.