I Like It Quick

I Like It Quick

what to do?

Ada beberapa strategi yang dipakai produsen film dalam membuat dan memasarkan film yang dibuat. Beberapa membuat film lepas, atau trilogi. Beberapa membuat serial, baik pendek atau yang panjang.

Menurut Anda, mana yang lebih efektif antara serial pendek dan serial panjang?

Better die famous than fade away

Kata-kata terakhir Kurt Cobain ini ada benarnya. Cara membuat orang mengingat produk Anda adalah dengan jalan membuat kisah terbaik lalu mengakhirinya begitu saja. Jangan memberikan kesempatan pada produk untuk berlama-lama di pasar mengeruk profit sampai ke rupiah terakhir. Jangan sampai produk tersebut dinyatakan tak berguna dan tak meninggalkan bekas yang memorable.

Apa yang bisa Anda ingat dari sinetron Tersanjung? Apakah Anda akan menunggu sinetron lain dari rumah produksi yang sama? Beberapa mungkin menjawab tak masalah, namun sekian banyak sisanya mungkin akan menjadi ragu-ragu. Ragu-ragu apakah sinetron baru hanya sekedar jadi usaha murahan yang akhirnya membuat kita kecewa.

There’s an app for that

Ada produk untuk setiap segmen market, demi optimasi profit. Membuat serial yang pendek memberikan kesempatan pada produsen untuk mencoba banyak hal. Tidak hanya terjebak dalam satu ceruk saja, namun bisa mengeksplorasi ceruk-ceruk lain dan memahami karakteristiknya.

Dengan pengetahuan luas tentang pasar, profit hanya soal di mana dan kapan.

No pain no gain

Membuat serial pendek mirip gambling atau sangat berisiko. Jika berhasil maka kita Anda mendapatkan banyak yang kita inginkan. Namun jika gagal, kita akan jatuh dengan sangat cepat.

Untungnya, sudah terbukti bahwa kegagalan adalah jalan tercepat menuju kesuksesan.

Nah, sekarang siapa yang sudah bosan dengan Heroes dan True Blood? Ada yang kangen dengan dorama berdurasi 12 episode?

PS:

Oh ya, sudah vote NavinoT untuk Pesta Blogger Award belum?

Comments are closed.