Mau Inbox Seperti Apa?

Mau Inbox Seperti Apa?

Joyful Day, I'm Inbox Free

Take back your inbox, begitu kata Thunderbird. Tapi saya sudah tidak pernah pakai Thunderbird lagi. Saya sebenarnya suka tapi saya leih mementingkan portability dan availability. Saya lebih suka GMail walaupun sebenarnya Thunderbird bisa mengambil imel lewat IMAP. POP sucks.

Mungkin cerita orang tentang mail client akan mirip-mirip seperti saya. Hanya satu dua fitur utama yang benar-benar tak bsai ditinggalkan. Fitur lainnya, yang dibawa oleh mail client, mau tak mau harus diterima semua kelebihan dan kekurangannya dengan lapang dada.

Sebenarnya mail client seperti apa sih yang kita mau?

Search Don’t Sort

Ini adalah tagline GMail yang merubah perilaku banyak orang dalam berinteraksi dengan e-mail. E-mail memang data yang bertanggal, namun e-mail juga sebuah bentuk conversation. Data tanggal biasanya susah diingat, yang kita ingat adalah keyword percakapan. Oleh karena itu lebih intuitif unutk melakukan search daripada sorting.

Not Just Text

Xoopit adalah salah satu layanan yang saya senangi karena saya bisa menelusuri imel saya dengan cara yang berbeda, berdasarkan attachment gambar. Xobni memperkaya informasi tentang pengirim e-mail dan fitur lain yang lebih person-based. Gist memperkaya e-mail dengan data-data dari social network, menekankan fokus pada membeirtahu apa yang terjadi dengan kontak-kontak kita.

We want a hub

Yang kita monitor tidak lagi imel saja karena kita juga berkomunikasi lewat social network dan social media. Message dari Facebook, Dm dan mentions dari Twitter, dan pesan-pesan lain dari berbagai layanan yang kita ikuti. Memeriksa satu persatu inbox di tiap layanan tentunay tidak efektif. yang ktia perlukan adalah sebuah hub yang akan menampung semua pesan dan mampu menghubungkan pesan-pesan tersebut.

The real value bukan pesan itu sendiri tapi goal yang terpecah-pecah dalam pesan tersebut. Goal bisa berupa diskusi, menentukan tempat, menyusun event, dan lain-lain

Raindrop

Mozilla kembali meluncurkan proyek menarik. Kali ini terkait dengan messaging dan diberi nama Raindrop. Konsepnya mirip dengan hub yang kita singgung di atas. UI-nya belum terlalu menjanjikan. Dalam tahap awal prototype ini, semua message akan dikumpulkan dalam kategori. Tampilannya akan sedikit menyerupai GMail. Mudah-mudahan saja message tidak akan expanded by default karena akan jadi tiresome untuk melihatnya satu per satu.

Yang jadi andalan adalah pengurutan pesan, di mana yang penting akan mendapatkan prioritas. Algoritmanya masih misterius. Namun hasilnya mungkin diharapkan mirip dengan fitur Sort By Magic yang diluncurkan Google Reader baru-baru ini.

Coba, seperti apa mail client yang Anda inginkan?

Comments are closed.