Dear Giant, Kaspay is Coming!

Dear Giant, Kaspay is Coming!

davidgoliath

Melanjutkan topik raksasa kemarin, banyak yang yakin akan masa depan e-commerce sebagai kelanjutan dari dunia internet Indonesia. Tentunya dari segala jenis business model yang bertahan di era dotcom bubble, e-commerce (Amazon & eBay) termasuk salah satu yang bertahan. Namun e-commerce sendiri termasuk kompleks dan penuh dengan regulasi pemerintah, terutama dalam masalah transaksi dan pembayaran.

Bila melihat master plan dari Plasa.com, tampaknya mereka sangat menitik beratkan pada faktor trust, atau kepercayaan pengguna untuk bertransaksi secara aman. Wajar saja bila dana yang super besar menjadi tuntutan untuk menjalankan operasionalnya, terutama untuk mendukung strategi logistik-nya. Namun semua itu masih belum memecahkan masalah utama, yaitu proses pembayaran elektronik yang lancar ala e-commerce yang semestinya.

Asumsi ini tentunya beranggapan bahwa Plasa.com akan bergabung dengan sistem pembayaran Telkomsel, bukan lewat credit card gateway secara umumnya. Sehingga permasalahan utama dari e-commerce selama ini masih belum juga terpecahkan.

Di lain sisi Kaskus dengan sejuta (lebih) umatnya, tengah menggodok sebuah sistem pembayaran online yang kiranya lebih manjur untuk memecahkan masalah klasik ini. Kaspay, begitulah kiranya sebutan dari sistem pembayaran dari komunitas terbesar Indonesia ini.

Sistem ini begitu fleksibel sehingga tidak hanya penjual Kaskus saja yang bisa menikmati, namun juga pemilik toko online yang sudah beroperasi secara mandiri. Di sini telah terlihat begitu besar potensi yang ada, karena untuk bertransaksi, pengguna tidak diharuskan untuk terlibat cendol terlalu dalam di Kaskus. Sekaligus, membuka alasan baru untuk mendaftar menjadi anggota Kaskus. Bukan untuk ngobrol, melainkan untuk berjual beli.

Meskipun terlihat fleksibel, Kaspay masih juga mengandalkan transfer bank, seperti halnya Tokopedia. Yang jadi pertimbangan adalah, apakah para pemilik toko online berniat untuk pindah bila ditarik biaya komisi untuk tiap transaksi?

Untuk kondisi sekarang, Kaskus masih jauh memimpin dalam hitungan komunitas dan trafik (menurut Alexa), dibanding Plasa.com. Dalam kata lain, peduli apapun bentuk pembayarannya, Kaskus sudah memimpin di depan. Apakah $2 juta dollar bisa mengejar ketinggalan ini, sekaligus menjungkir-balikan juragan fanatik Kaskus?

Tanpa berpikir panjang, kesuksesan Plasa.com dengan soft launching-nya cukup menggegerkan dunia internet Indonesia, dan tampaknya masih sebatas itu saja. Masih banyak pekerjaan rumah yang perlu dikerjakan. Sedikit catatan, Plasa.com tidak begitu sukses di era sebelumnya, dan itu sudah menunjukkan bahwa Giant-pun juga bisa jatuh tersandung. Bukannya kita seharusnya saling menjatuhkan, tapi kalimat terkahir adalah sedikit percikan api semangat bagi para pemilik startup Indonesia untuk tidak ciut nyali.

Lucunya lagi, Amazon baru saja merilis PayPhrase untuk proses checkout super cepat, sedangkan kita Indonesia masih berpikir bagaimana memecahkan masalah pembayaran online. Belum lagi cicak dan buaya. Sedih…

Comments are closed.