<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Organisasi Informasi</title>
	<atom:link href="http://www.navinot.com/2009/11/18/organisasi-informasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.navinot.com/2009/11/18/organisasi-informasi/</link>
	<description>Slashing Web &#38; Online Strategy</description>
	<lastBuildDate>Mon, 15 Mar 2010 10:22:40 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Hendro Wicaksono</title>
		<link>http://www.navinot.com/2009/11/18/organisasi-informasi/#comment-13225</link>
		<dc:creator>Hendro Wicaksono</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Nov 2009 03:46:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=3484#comment-13225</guid>
		<description>Setuju dengan Okto, both of them are important. Pengalaman saya mengelola perpustakaan, sekedar mengandalkan tag, bakal kelabakan kalau jumlah dokumen/informasi sudah gila-gilaan. Istilahnya high recall but low precision. mau tidak mau akan berpengaruh juga ke skalabilitas, poin tulisan anda berikutnya. High recall bisa ditingkatkan dengan tagging, tapi meningkatkan precision dengan membangun konteks yang tepat, pakai kategori.

Oke, bisa saja beragumentasi, ah bisa dengan menambahkan banyak tagging di suatu entri. Pertanyaan berikutnya, seberapa banyak orang yg faham atau mengerti dengan banyaknya keyword yang digunakan utk tagging? Salah satu poin kenapa yahoo banyak ditinggalkan dalam pencarian informasi di web adalah, terlalu banyak orang yg kecewa dengan hasil pencariannya yang ternyata tidak tepat sasaran.

Oiya, kenapa ada Google Special Search (http://www.google.com/options/specialsearches.html)? Menurut saya karena masalah yang sama dengan yang kita bahas ini. Terlalu banyak informasi di web yang berpotensi membuat user kecewa karena hasil pencarian yang tidak tepat (kehilangan konteks), membuat google perlu membangun kategori dulu untuk domain yang dirasa terlalu masif informasinya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Setuju dengan Okto, both of them are important. Pengalaman saya mengelola perpustakaan, sekedar mengandalkan tag, bakal kelabakan kalau jumlah dokumen/informasi sudah gila-gilaan. Istilahnya high recall but low precision. mau tidak mau akan berpengaruh juga ke skalabilitas, poin tulisan anda berikutnya. High recall bisa ditingkatkan dengan tagging, tapi meningkatkan precision dengan membangun konteks yang tepat, pakai kategori.</p>
<p>Oke, bisa saja beragumentasi, ah bisa dengan menambahkan banyak tagging di suatu entri. Pertanyaan berikutnya, seberapa banyak orang yg faham atau mengerti dengan banyaknya keyword yang digunakan utk tagging? Salah satu poin kenapa yahoo banyak ditinggalkan dalam pencarian informasi di web adalah, terlalu banyak orang yg kecewa dengan hasil pencariannya yang ternyata tidak tepat sasaran.</p>
<p>Oiya, kenapa ada Google Special Search (<a href="http://www.google.com/options/specialsearches.html)?" rel="nofollow" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.google.com/options/specialsearches.html_?&amp;referer=');">http://www.google.com/options/specialsearches.html)?</a> Menurut saya karena masalah yang sama dengan yang kita bahas ini. Terlalu banyak informasi di web yang berpotensi membuat user kecewa karena hasil pencarian yang tidak tepat (kehilangan konteks), membuat google perlu membangun kategori dulu untuk domain yang dirasa terlalu masif informasinya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Brahmasta</title>
		<link>http://www.navinot.com/2009/11/18/organisasi-informasi/#comment-13190</link>
		<dc:creator>Brahmasta</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 15:18:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=3484#comment-13190</guid>
		<description>Dari sudut pandang saya, tag is good, sayang teknologi lama belum mengadopsinya. Saya punya email menggunakan Outlook 2003 di kantor dan itu tidak pake tag. Padahal email yang masuk need to be organized.
Tag kadang juga membuat file kita jadi berantakan. Karena terlalu banyak tag yang dipakai, jadi sampai kita nggak ingat sendiri punya tag apa aja :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dari sudut pandang saya, tag is good, sayang teknologi lama belum mengadopsinya. Saya punya email menggunakan Outlook 2003 di kantor dan itu tidak pake tag. Padahal email yang masuk need to be organized.<br />
Tag kadang juga membuat file kita jadi berantakan. Karena terlalu banyak tag yang dipakai, jadi sampai kita nggak ingat sendiri punya tag apa aja <img src='http://www.navinot.com/wordpress/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ierone @ myblog4famouser.com</title>
		<link>http://www.navinot.com/2009/11/18/organisasi-informasi/#comment-13188</link>
		<dc:creator>ierone @ myblog4famouser.com</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 13:54:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=3484#comment-13188</guid>
		<description>sama bro, semua yang mungkin bisa sangat membantu tinggal dikasih</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sama bro, semua yang mungkin bisa sangat membantu tinggal dikasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Billy Koesoemadinata</title>
		<link>http://www.navinot.com/2009/11/18/organisasi-informasi/#comment-13187</link>
		<dc:creator>Billy Koesoemadinata</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 11:46:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=3484#comment-13187</guid>
		<description>wew.. tagging sepertinya menarik, meski memang ga bakal ketauan dari genre apa karena kategori biasanya berdasarkan genre

tapi, anehnya saya sendiri masih berkutat dengan filing yang berdasar alfabet meski tau itu kurang efektif (doh)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wew.. tagging sepertinya menarik, meski memang ga bakal ketauan dari genre apa karena kategori biasanya berdasarkan genre</p>
<p>tapi, anehnya saya sendiri masih berkutat dengan filing yang berdasar alfabet meski tau itu kurang efektif (doh)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Okto Silaban</title>
		<link>http://www.navinot.com/2009/11/18/organisasi-informasi/#comment-13186</link>
		<dc:creator>Okto Silaban</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 10:29:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=3484#comment-13186</guid>
		<description>-Tag, not Category-

Tapi buat saya.., both..!

Contoh sederhana.. Blog ini tetap punya kategori utama juga bukan? Memudahkan untuk _menuntun_ menemukan konten menarik. Sementara tagging, untuk _mencari_ konten tertentu, jadi user sudah tahu apa yang mau dia cari. 

Pada prakteknya, tagging juga sulit. Untuk menemukan suatu konten tidak cukup dengan satu tag. Tentu saja untuk menemukan hasil yang akurat harus dengan beberapa tag. Di wordpress sendiri saja (dan cms lainnya pun) hanya tersedia single tag yg bisa diklik.. (CMIIW).

Ujung2nya ngeklik tag, sama saja seperti ngeklik category. 

*itu dalam bahasa teknisnya.. bahasa konseptualnya saya susah nulisnya.. :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>-Tag, not Category-</p>
<p>Tapi buat saya.., both..!</p>
<p>Contoh sederhana.. Blog ini tetap punya kategori utama juga bukan? Memudahkan untuk _menuntun_ menemukan konten menarik. Sementara tagging, untuk _mencari_ konten tertentu, jadi user sudah tahu apa yang mau dia cari. </p>
<p>Pada prakteknya, tagging juga sulit. Untuk menemukan suatu konten tidak cukup dengan satu tag. Tentu saja untuk menemukan hasil yang akurat harus dengan beberapa tag. Di wordpress sendiri saja (dan cms lainnya pun) hanya tersedia single tag yg bisa diklik.. (CMIIW).</p>
<p>Ujung2nya ngeklik tag, sama saja seperti ngeklik category. </p>
<p>*itu dalam bahasa teknisnya.. bahasa konseptualnya saya susah nulisnya.. <img src='http://www.navinot.com/wordpress/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
