Susahnya Melindungi Hak Cipta

Susahnya Melindungi Hak Cipta

copyright

Setelah Microsoft dengan santainya membajak (hampir) semua karya Plurk. Pihak Plurk hanya bisa mengeluh lewat blognya. Suatu kejadian yang sudah sepantasnya tidak dilakukan oleh sebuah perusahaan sekaliber Microsoft. Hmm, apakah Microsoft juga sudah capek dibajak yah?!

Mungkin karena menyangkut dua nama populer di Internet, isu seperti ini cepat mendapatkan perhatian publik. Namun kasus jiplak-menjiplak di dunia internet sudah sering terjadi. Seperti yang dialami Tokopedia, yang dijiplak oleh situs judi Ay0B3t (dotcom).

Tentunya pihak Tokopedia merasa keberatan, tidak hanya hasil keringat yang dijiplak, tapi kasus seperti ini bisa merusak citra yang Tokopedia berusaha bangun sebagai online marketplace yang terpercaya.

Lebih parah lagi, bila kita dihadapkan ke hal yang sama, apa solusinya? Apakah perlindungan hukum di negara kita cukup efektif mengatasi hal-hal seperti ini?

Exist from Day One

Satu hal yang patut dimulai, baik menyangkut bisnis apapun, adalah kita harus menunjukkan kehadiran perusahaan atau produk kita secara publik. Menurut peraturan hak cipta, bila publik telah mengetahui keberadaan suatu merek atau produk, maka mempunyai wewenang yang lebih besar untuk memperoleh hak cipta yang legal atau terdaftar misalnya. Oleh karena itu keberadaan di dunia maya harus dimanfaatkan dari awal, selain terekam atau tercatat, juga sangat baik untuk publikasi.

Market Share

Dari tiap pesaingan bisnis, yang bahkan bisa melibatkan persaingan tidak sehat, yang paling dipentingkan adalah market share. Bila memang anda sudah menguasai pasar, atau masuk ke pasar terlebih dahulu, tentunya pasar juga sudah tahu siapa tiru siapa, dan mana citra yang asli.

Publication Advantage

Plurk memang tidak bisa berbuat banyak secara hukum. Selain melawan Microsoft, tapi juga secara geografis tidak banyak menguntungkan. Plurk memilih berkeluh kesah lewat blognya, yang akhirnya juga mengundang simpati dari banyak orang.

Dari peristiwa yang ada, Plurk telah memanfaatkan momen tersebut untuk keuntungan publikasi. Sekaligus memperkuat citra Plurk. Bahkan Microsoft mau menjiplaknya.

Jalur Hukum

Kadang sang pelaku juga menganggap sepele akan hal seperti ini. Mereka menganggap ini Indonesia dan sistem hukumnya banyak lubangnya. Bagi pihak yang dirugikan, untuk melakukan tuntutan ganti rugi secara formal lewat jalur hukum, juga bukan hal gampang. Seperti yang kita tahu, satu perkara bisa melibatkan banyak hal dan memakan waktu, termasuk suap sana sini.

Begitulah anggapan pelaku tentang jalur hukum yang serba tidak efisien. Oleh karena itu, kadang kita harus berani mempertahankan hak kita, dengan mengirimkan peringatan. Baik secara informal lewat email, atau secara formal lewat pengacara perusahaan (kalau ada).

Nah, apa yang akan anda lakukan? DDOS attack?! 🙂

—-

Sudah gabung di NavinoT Launchpad?

Comments are closed.