Macam-Macam Bisnis Model Free

Buku Free adalah buku yang provokatif. Buku ini membuka mata atas berbagai bentuk model bisnis yang dilakukan orang. Adalah menakjubkan betapa konsep Free bisa dipakai untuk mencapai profit.

Subsidi Silang Langsung

Model ini adalah model yang paling umum kita jumpai. Kita menjual murah suatu produk dan menutup kerugiannya dengan menjual barang lain dengan harga tinggi.

Di kafe, jual murah makanannya, mahalkan minumannya. Di klub, gratiskan pertunjukan mahalkan konsumsi. Tidak semua orang akan membeli barang yang mahal tersebut. Namun hasil penjualannya bisa dipakai untuk menutupi barang lain yang dijual murah demi menarik konsumen.

Free for ladies tapi tidak gratis untuk pria. Bahkan mungkin tiket masuk bagi pria sudah mencakup tiket yang digratiskan buat the ladies.

Gratis masuk wahana hiburan bagi anak-anak. Tapi tidak untuk orang tua. Yang akhirnya orang tua harus membayar secara tidak langsung tiket anak-anaknya. Plus harga makanan dan minuman, menggratiskan tiket untuk anak tak akan jadi model bisnis yang merugikan.

Prinsip penting dalam subsidi silang langsung adalah persolan persepsi psikologis. Diharapkan konsumen tertarik membeli produk yang (hampir) digratiskan dan kemudian juga membeli produk lain yang mampu memberi profit pada produsen.

Three-Party Market

Model subsidi silang ini sangat dekat dengan keseharian kita. Dalam model ini pihak ketiga berusaha masuk ke dalam pasar pertukaran gratis yang diciptakan pihak pertama dan kedua.

Contohnya adalah blog dengan iklan. Penulis memberikan konten gratis pada pembaca, dan pengiklan harus membayar supaya bisa masuk ke dalam interaksi ini.

Koran tidak menjual berita dan foto. Penerbit majalah dan koranĀ  tidak pernah memasang harga melebihi ongkos membuat, mencetak dan mendistribusikan produknya. Penerbit ini tidak menjual berita dan foto pada pembaca, namun menjual pembaca pada advertiser.

Freemium

Semua pengguna layanan dasar Flickr bisa menikmati layanan tersebut dengan gratis. Ini adalah salah satu contoh freemium dimana semua produk gratis memiliki pasangan produk premium.

Model subsidi ini tampak tak jauh berbeda dengan subsidi silang langsung. Namun sebenarnya ada perbedaan mendasar. Dalam konsep freemium umumnya ada aturan 5 Persen di mana 5 persen pengguna menanggung biaya semua pengguna lain.

Non-Monetary Market (Pasar Tanpa Uang)

Wikipedia adalah salah satu contoh dalam kategori ini. Sepertinya memang tidak ada uang yang terlibat namun itu terjadi karena mata uang tak selalu berbentuk uang. Profit yang bisa diperoleh adalah reputasi, karma, kepuasan pribadi dan lain-lain.

Ekosistem google search, tanpa adsense, adalah pasar tanpa uang. Google tidak meminta kita membayar setiap kali pencarian. Namun Google jadi bisa memperbaiki algoritma pencariannya setiap kali kita memakai Google search. Hal yang sama berlaku untuk voice search, Google jadi lebih pintar mengenali suara.

Musik gratis yang terwujud akibat dorongan ongkos distribusi yang mendekati nol juga bisa dianggap pasar nonmonetary. Pemusik tidak mendapatkan uang langsung dari menjual dan mendistribusikan musik, namun dari merchandise dan konser yang memang mencerminkan value pemusik sebenarnya, sebagai persona. Sementara musik adalah alat untuk branding. Walau tak semua setuju.

Dan masih ada banyak lagi hal menarik yang ada dalam buku Free karangan Chris Anderson. Jika punya kesempatan, tak akan rugi untuk membelinya.