Bubunews: Menyentuh Web Semantik

Bubunews: Menyentuh Web Semantik

Ketika kita berbicara tentang semantik, kita selalu berputar di dataran teori tanpa banyak bisa mengungkap manfaat nyata topik tersebut. Memang secara teori bisa diperkirakan bahwa manfaat web semantik akan cukup fenomenal. Namun sampai sekarang belum banyak yang bisa menemukan bentuk implementasinya.

Mungkin ya mungkin tidak.

Google juga punya fitur yang tampaknya memberdayakan unsur semantik. Jika Anda sempat mencoba fitur timeline di Google search, maka Anda akan bisa merasakan hasil-hasil pencarian terhubung dalam suatu rangkaian waktu. Tanpa mengetahui makna suatu konten, tak mungkin google bisa menghubungkan dan meletakkan konten tersebut dalam suatu deretan garis waktu. Mungkin.

What is Bubunews?

First thing first, Bubunews tidak ada kaitannya dengan Bubu Award. Bubunews adalah sebuah agregator konten plus plus. Plus satu, karena berani menambah koleksi another news agregator. Plus satu lagi karena Bubunews bukan sekedar news agregator.

Fitur utama dari Bubunews adalah analisa konten. Dengan menganalisa konten, Bubunews mampu menawarkan fitur timeline yang mampu menampilkan kluster berita dalam urutan waktu. Kluster berita ini didasarkan pada ekstraksi entitas yang ada dalam konten, misal: Google, Yahoo, Honda, dll.

Ada juga visualisasi dalam bentuk map untuk melihat sebaran berdasar lokasi. Akan menarik untuk menilik bagaimana berita bergerak dari satu wilayah ke wilayah lain. Mungkin kita bisa menarik suatu hipotesa tertentu berdasar birdview dari kluster berita ini.

Apa yang bisa membuatnya lebih menarik?

Saya membayangkan seorang jurnalis atau periset mengkoleksi datanya dalam gudang data yang mendukung semantik. Kluster bisa divisualisasikan dan ditaruh dalam bentuk saling bertumpuk untuk menggabungkan beberapa data hipotesa.

Kluster satu dan lain bisa dihubungkan lewat titik baru membentuk rangkaian besar yang menuntun pada suatu teori konspirasi. Entitas orang dihubungkan lewat peristiwa, lewat lokasi, lewat unit waktu. Who knows. Anda bisa menemukan fakta yang selama ini disembunyikan.

Dengan menambahkan API supaya pihak ketiga bisa turut memanfaatkan datanya, the sky is the limit untuk pemanfaatannya. Kalau selama ini kita hanya bisa melakukan mashup dengan mengandalkan tipe data (teks, angka, tanggal) maka selanjutnya kita lebih punya banyak variabel untuk dipasang-pasangkan. Tentu saja, hasil kombinasi dan permutasinya lebih banyak.

For Us

Data semantik dan data-data lain sedang dan akan menjadi abundant. Hal-hal yang kemarin tidak mungkin akan menjadi mungkin. Anda sudah siap menjadi pemain?

Jangan lupa menaruh poin ini dalam watchlist Anda. If it works, it will be quite disruptive. Semua yang belum pakai recommendation engine bisa dibilang cupu dan tidak cerdas.

Karena pembelajaran dari manusia juga diperlukan dalam pengembangan platform, maka bisa muncul peluang micropayment dan microtransaction untuk menghargai effort mereka. Kita mungkin bakal punya model Amazon Turk lokal. Who knows.

PS:

Bubunews sudah bertransformasi menjadi Gresnews.

Comments are closed.