6 Reasons Why Facebook 3.1 is a Killer!

6 Reasons Why Facebook 3.1 is a Killer!

Hari ini adalah hari berbahagia bagi para pengguna iPhone dan Facebook. Karena Facebook baru saja meluncurkan versi terbaru Facebook App 3.1 untuk iPhone.

Satu fitur menarik dari versi terbaru adalah fitur sinkroninasi, yang bisa mengolah nomer telpon lokal di iPhone untuk disinkronisasi ke contact list di Facebook. Secara pribadi, saya sudah menunggu fitur atau layanan macam ini, bukan hanya di iPhone tapi juga untuk tiap ponsel.

Mungkin sudah ada beberapa layanan dengan gagasan yang sama, meskipun cara penggunaannya yang berbeda-beda. Mengapa fitur macam ini saya sebut Killer?! Berikut beberapa alasan.

1. Phone Number is Something Basic

Semua orang pasti punya nomer telpon sebagai sandi komunikasi yang paling utama. Meskipun e-mail sudah mulai menyusul, namun nomer telpon masih merajai kebutuhan dari kehidupan sosial kita. Tanpa nomer telpon, rasanya ada yang salah dengan kita.

2. Phone Number is Personal

Dulunya hanya ada satu nomer telpon di tiap rumah. Itupun juga digunakan oleh beberapa orang dalam satu rumah. (Tidak heran banyak ABG berebut pesawat telpon dengan orang tuanya.) Coba lihat sekarang, semua sudah menggenggam ponsel masing-masing. Suatu tanda bahwa kebutuhan komunikasi lewat telpon sudah jadi semakin personal. Bahkan (hanya di Indonesia saja) banyak orang membawa 2 ponsel sekaligus!

Selain itu, rasanya juga aneh bila keluar rumah tanpa mengantongi ponsel.

3. Phone Book Dependent

Ketergantungan akan buku telpon di ponsel sudah mewabah. Bila di jaman SMA, saya masih bisa mengingat nomer telpon teman sekelas, kini nomer telpon orang terdekat kita saja sudah sulit untuk diingat. Belum lagi fitur speed dial restoran favorit. 🙂

4. It’s Been a Problem

Fitur sinkronisasi buku telpon yang ditawarkan Facebook merupakan sebuah solusi dari permasalahan yang telah ada selama ini.

Oops! I just flushed my phone down the toilet!

Ok, mungkin tidak se-dramatis itu, namun kecelakaan dan hal-hal yang tidak diinginkan itu sering terjadi dan tidak dapat dihindari. Karena ponsel tersebut hilang, maka buku telpon yang ada di dalamnya juga lenyap tanpa jejak.

Berapa banyak orang yang benar-benar rajin back-up buku telpon di ponsel? Mungkin beberapa pengguna smartphone sudah melakukan hal itu, karena ada aplikasi desktop yang mendukung. Lainnya? Masih tergantung SIM card.

5. Facebook is (Almost) Neutral

Tiap merek  ponsel yang menyediakan fitur back-up ke desktop, masih tidak memungkinkan untuk melakukan sinkronisasi ulang ke ponsel merek lain. Sehingga pengguna tidak bisa dengan leluasa berganti ponsel lain merek, berikut buku telponnya.

Memang untuk sementara Facebook masih mendukung iPhone saja, namun saya yakin tidak lama ponsel merek lain akan mendapatkan perlakuan yang sama.

6. One More Reason to Join Facebook

Karena fitur baru ini adalah sebuah solusi akan suatu kebutuhan dasar, kini ada alasan (kuat) baru untuk bergabung di layanan Facebook (bila masih ragu). Bila Facebook semakin mendunia (entah apapun alasannya), maka layanan seperti ini akan semakin mengukuhkan posisi Facebook. Seperti Google yang memenuhi kebutuhan dasar mencari informasi di Internet.

Dari semua pemikiran yang bersifat positif di atas, masih banyak faktor yang menentukan kesuksesan fitur baru ini. Salah satunya yang berkaitan dengan sejarah Facebook, yang berangkat sebagai suatu layanan yang serba tertutup. Kini Facebook malah meminta penggunanya untuk menjadi semakin terbuka. Apa kiranya pandangan pengguna Facebook? Berdansa seirama musik?

Smartphones dengan daya komputasi tinggi tentunya lebih mudah mengolah aplikasi dan data macam ini. Namun sayangnya di dunia ini, apalagi Indonesia, masih didominasi oleh dumbphones (baca: ponsel jadul dengan layar monochrome.) Sehingga masih banyak halangan untuk melangkah ke era baru.

Facebook mungkin mengambil langkah yang tepat, dan memimpin dalam kategori jumlah pengguna. Bila fitur ini direplikasi oleh penyedia layanan baru, dan semoga saja lebih bagus, Facebook bisa saja goyah.

Yang terakhir adalah masalah klasik, yaitu parahnya layanan data di Indonesia. 3G sucks!

Similar tone from ReadWriteWeb

Menurutmu, apakah fitur semacam ini benar-benar integral? Mungkin bisa membuat pengguna ponsel jadul untuk upgrade ke smartphones? Apakah Facebook bisa semakin kuat dengan adanya fitur macam ini?

Comments are closed.