LangitMusik: I’m Lost In The Trees And The Wild

LangitMusik: I’m Lost In The Trees And The Wild

The Tress and The Wild adalah salah satu performer dalam acara Langit Musik yang berlangsung weekend kemarin. Lain dengan lagu-lagu yang dibawakan Mike’s Apartment, lagu The Trees And The Wild benar-benar membuat saya bekerut-kerut. Sama sekali saya tak mengenali lagunya ataupun bisa menikmati musiknya. Namun semua ABG yang berada di depan saya sedang bersorak-sorai. Di mana saya berada?

Social Media at Works

Pengunjung sama sekali tidak dipungut biaya. Namun semua pendaftaran dilakukan lewat Facebook dan email. Pendaftaran lewat Facebook memicu viralitas. Dan dengan sederetan artis yang digemari mayoritas ABG, daya tarik event ini semakin menjadi. Konsep marketing event ini bisa dianggap memenuhi syarat Fish where the fish are. Memancing anak muda tentu saja di Facebook, dengan umpan ikon-ikon anak muda. Tahukah Anda bahwa tidak ada poster yang dicetak untuk publikasi event ini?

Langit Musik untuk promosi hanya bermodal Facebook dan Twitter. Tidak ada aplikasi khusus yang dibuat. Viralitasnya berasal dari status FB (Fans) dan Twitter. Keduanya dilakukan dengan frekuensi cukup tinggi. Beberapa dari kita mungkin terganggu, tapi tidak sama ceritanya dengan segmen ABG.

Generation Gap

Band pertama yang saya hadiri panggungnya adalah Mike’s Apartment. Membawakan lagu-lagu nineties, band ini dengan mudah saya nikmati penampilannya. Selanjutnya adalah The Tress And The Wild yang disambut sorak-sorai ABG yang sebelumnya tampak berdiri terpaku selama penampilan Mike’s Apartment.

Saya tergugah. Sekian anak muda yang berada di depan saya waktu itu adalah segmen yang tidak begitu saya kenal. Jika saya sedang merancang produk, besar kemungkinan remaja-remaja ini tidak akan pernah masuk dalam sasaran. Padahal dengan bahasa yang tepat, semisal bahasa Teh Trees and The Wild yang mungkin tidak kita mengerti, konsumen yang tak pernah kita pikirkan ini bisa kita raih. Masalahnya kita sering memosisikan diri kita sebagai pribadi yang anti dengan bahasa dan kultur ini.

Take Off Your Glasses

Seberapa banyak sih konsumen yang bisa kita sasar? Kadang kala, kita hanya berpikir tentang kita dan teman-teman seusia. Kita seringkali tak sadar menutup mata akan adanya generasi konsumen yang lain. Hal ini kemungkinan besar terjadi karena teori Dog food. Untuk memastikan produk bisa sukses, maka kita juga harus mau memakainya. Eating your own dog food. Akibatnya kita memang punya fokus, tapi tak selalu di tempat yang tepat.

Sekarang saya agak mengerti kenapa ada istilah: whatever people think, think the opposite. Jika semua orang berpikir eating your own dog food, think about feeding other dogs. Kalau digabung dengan teori lautan, pemikiran yang sama dari sejumlah besar orang akan berujung pada red ocean. Sementara yang berpikir sebaliknya akan menemukan blue ocean.

So, take of your glasses and get out of your cave geeks! Breathe new fresh air!

PS: Thanks to @podelz untuk informasi and @KopdarJakarta untuk VIP access card-nya

Comments are closed.