It Started with an Idea

It Started with an Idea

Artikel berikut ini merupakan tulisan dari William Tanuwijaya (Tokopedia), sebagai serangkaian kampanye untuk meramaikan COMPFEST 2010.

It can happen anytime, anywhere.

Biasanya perjalanan panjang start-up dimulai dari ide yang bisa jadi muncul kapan saja, entah itu saat makan siang, atau bahkan saat naik ojek. Saat ide-ide itu muncul, seberapa kecil hingga seberapa gila ide tersebut, tidak ada salahnya untuk selalu dicatat. Setelah beberapa waktu, coba baca kembali catatan tersebut, barangkali dari ide-ide yang ada, satu diantaranya bisa menjadi tiket membangun sebuah startup yang sukses.

Don’t be afraid to reinvent the wheel

Jangan takut jika ide kamu dikritisi sebagai ide yang sudah usang. Ingat, Google bukan search engine pertama di dunia, Facebook pun bukan social network pertama di dunia. Jika duo Sergey Brin – Larry Page, dan Mark Zuckerberg tidak takut untuk reinvent the wheel, para founder Tokopedia pun tidak takut untuk membangun sebuah situs e-commerce yang “katanya” sudah sering gagal di pasar Indonesia. So, as long as you believe in the idea, fight for it!

Hence, create your own unique positioning

Tidak masalah untuk reinvent the wheel, namun tetap harus bisa menciptakan positioning yang membedakan kamu dengan para pemain-lama di bidang yang dimasuki. Facebook misalnya menjadi sangat populer dengan fitur tag-photo dan Facebook-apps nya; sementara Google memperkenalkan algoritma pagerank yang menjadikan hasil pencariannya lebih relevan dari para pendahulunya. Tokopedia sendiri bertaruh di konsep online marketplace dimana transaksi terjadi langsung di situsnya yang memposisikan Tokopedia berbeda dibanding para pendahulunya yang umumnya lebih berfungsi sebagai classified-ads dimana transaksi terjadi di luar situs.

Never stop believing

Perjalanan panjang ini tidak akan mudah. Halangan dan tantangan akan selalu datang di setiap tahapan, mulai dari pencarian ide, dana investasi, pengembangan, pemasaran, fund-raising, hingga operasional harian. Para co-founder Tokopedia misalnya butuh waktu 2 tahun, hingga mimpinya terwujud. Andai kami menyerah pada halangan / penolakan pertama, tentu tidak akan ada tokopedia.com di hari ini. Pada banyak kasus, bukan seberapa brilliant ide yang ada yang menjadikannya berhasil, tapi seberapa kuat determinasi dan keyakinan atas ide itu sendiri. So, never stop believing!


Dalam semangat berbagi, rekan saya sesama co-founder Tokopedia, Leon, akan hadir berbagi pengalaman di COMPFEST 2010, mengisi seminar dengan tema “How to build startups!” pada tanggal 9 May 2010, 15.30 WIB.

Comments are closed.