Facebook Fan Page Strategy: Lack of Goals

Sekarang mungkin kata “Facebook Fan Page” bukan lagi hal baru. Popularitas Facebook di Indonesia yang notabene berjumlah sangat besar itu, semakin memikat para brand owner (termasuk personal branding) untuk berpartisipasi.

Bentuk dari partisipasi tersebut juga bermacam-macam. Beberapa dengan kreatif melakukan kampanye social media, tapi juga tidak banyak yang tidak terlalu sukses dengan aksinya di Facebook.

Dari begitu banyak fan page yang beredar, ternyata tidak terlalu banyak yang memiliki fans lebih dari 1000 orang (termasuk fan page NavinoT). Menurut pengamatan, beberapa hanya sekedar berpartisipasi, tanpa tujuan dan strategi yang jelas. Mereka melakukan karena alasan Facebook sudah mainstream dan semua pengguna internet sudah pasti pengguna facebook. Beberapa melakukannya karena “melihat si dia di sana, maka saya-pun harus di sana”. Begitulah kira-kiranya.

Untuk menggunakan fasilitas Facebook fan page secara optimal, harus dimulai dengan menetapkan tujuan. Apa yang kiranya ingin kita capai, dalam waktu dekat, periode tertentu, atau dalam jangka panjang? Berikut beberapa contoh yang kiranya bisa jadi panduan:

1. Brand Awareness - Tujuan yang satu ini saya rasa adalah alasan paling gampang dan banyak digunakan oleh media untuk memikat pemasang iklan. Sayangnya, langkah ini juga menuntut strategi dan kontrol, tidak hanya sekedar membuat fan page tanpa dirawat.

2. Engagement – Kata kunci yang satu ini lagi nge-tren di pembicaraan social media, terutama yang terkait masalah ROI (Return of Investment). Banyak yang menganggap bahwa kampanye social media itu sulit diukur hasilnya. Beberapa menyatakan bahwa engagement adalah hasil yang pantas dipertimbangkan. Karena pengguna tidak hanya mendengar atau melihat, namun juga berinteraksi.

3. Leads / Referrals – Jumlah fans bukanlah pertanda kesuksesan suatu kampanye, meskipun semakin banyak fans cenderung lebih sukses. Beberapa kampanye yang mengharapkan leads, referrals, atau traffics, jauh lebih penting daripada interaksi pengguna di Facebook fan page. Bahkan beberapa malah gagal untuk membawa interaksi tersebut kembali ke situs resmi mereka. Jadinya ramai di Facebook, situs resmi masih saja sepi.

4. Survey & Feedback – Beberapa justru menggunakan Facebook fan page sebagai media untuk melakukan survei, sekaligus minta pendapat akan produk / layanan mereka. Tentu saja ini bisa merupakan pedang bermata dua, karena selain publikasi, opini yang masuk lewat jalur umum justru bisa merusak reputasi.

5. Recruiting – Beberapa brand owner bahkan menggunakan Facebook fan page sebagai media untuk mencari bakat. Kedekatan para pengguna dengan suatu brand dianggap lebih menjanjikan untuk mencari sumber daya manusia yang lebih bermutu. Gratis pula! :)

Selain harus mempunyai tujuan yang jelas, kampanye lewat Facebook fan page juga menuntut perawatan, alias diurus dengan keseriusan. Tidak heran para brand owner menyewa agency untuk mengurus akun sosial media mereka. Namun tidak perlu bingung, beberapa hal dasar berikut perlu diperhatikan, agar kinerja Facebook fan page bisa berfungsi normal lumayan.

1. Interactions – Social media adalah sebuah percakapan, oleh karena itu tiap komentar, tanggapan, atau pertanyaan dari para pengguna perlu dijawab sepenuhnya.

2. Contents – Semua percakapan perlu topik atau bahan omongan. Oleh karena itu cobalah untuk menyajikan topik yang menarik, kreatif, yang mengundang respon pengguna.

3. Timing – Jam kerja di siang hari tentunya lebih ramai, dibanding malam hari. (Bukannya jam kerja?) Oleh karena itu prioritaskan jam siang. Perlu diingat, coba amati terlebih dahulu apakah memang rutinitas pengguna Anda memang aktif di siang hari. Komunitas seperti freelancer justru lebih aktif di malam hari. :)

4. It’s Not Always Free – Banyak yang menganggap kampanye di Facebook itu gratis, dan tidak perlu biaya. Memang tidak ada tarif harga untuk berpartisipasi. Namun untuk meraih tingkat kesuksesan tertentu juga tidak bisa lepas dari kebutuhan akan biaya.

Satu hal yang menarik perhatian adalah adanya faktor tipping point, dimana fan page akan mulai tumbuh secara sendirinya. Oleh karena itu jangan putus asa di masa-masa awal, bila jumlah fans masih sedikit.

So, what is your strategy? What is your goal? Care to share?

13 comments
170p3'x
170p3'x

Kalo judul facebook fan page setahu saya masih bisa kita ganti, selama jumlah fansnya tidak lebih dari 100 orang..nah low dah lebih dari itu dah gak bisa diganti

febri
febri

Saya sepakat salah satu masalah adalah bagaimana mengalihkan aktivitas dari fanpage ke website. Salah satu caranya menurut saya ya harus terintegrasi strategi landing pagenya sendiri. Misalnya saja mengadakan aktifitas yang terpusat di landing page, dan di fanpage cuma sebagai informasi terbatas dan ajang diskusi (maksa orang utk datang dulu ke website) klo masalah kemudian dia engage dengan landing page ya.. itu tergantung bagaimana komunikasi dan informasi apa yang didapat di landing page.

Ian Salim
Ian Salim

Kalo 25ribuan fans termasuk banyak gak ya? :D

Arham Blogpreneur
Arham Blogpreneur

masalahnya adalah approachment. biasanya sang agency ada yg sudah bisa paham pendekatan social sementara pemilik brand justru bergaya kapitalis, akibatnya sering kali agency terpaksa berjalan ala kapitalis

Jangan lupa juga masalah Social Media Costnya. beberapa client terutama yg finansial sering kali memiliki budget yg minim. Lebih minim dibandingkan TV/Radio, padahal bukan seperti itu terjemahan low impact high budget kan?

Pitra Satvika
Pitra Satvika

Secara pribadi saya punya FB page di www.facebook.com/mediaide. Beberapa bulan kemarin agak2 diabaikan, padahal sebelumnya kenaikannya lumayan konstan. Sekarang baru 1.700 fans (ini sedikit atau banyak ya kalau cuma utk ukuran blog?). Di FB Page ini memang sengaja saya jarang memberikan link ke blog saya. Lagi pula kata Steve Rubel social media 80% itu tentang orang lain, 20% tentang diri kita sendiri. Jadi FB Page lebih saya jadikan tempat berbagi tautan menarik (yang terlalu pendek kalau dibahas di blog). Oh ya kontes pun ikut membantu. Kenaikan pesat waktu dulu saya bikin kontes E-Narcism itu. Oh ya, beberapa fans suka bertanya melalui FB Page. Kalau bisa jawab ya jawab. Kalau nggak tau, ya bilang nggak tau. :D

Fi
Fi

berkunjung lagiii, ulasan menarik. sekarng emang sedang jamannya facebook jadi raja dunia maya

Agus
Agus

komunitas sepi ga masalah kan bos, asal jualan rame LOL

Dadan @ KuLacak.com
Dadan @ KuLacak.com

apabila hal-hal seperti diatas sudah dilakukan dan tetap saja komunitas fans sepi, sepertinya memang harus ada anggaran khusus yg harus dikeluarkan.

Agus
Agus

buat usaha kecil seperti cetak kartu nama,yg diharapkan ada lah brand awareness aja. Mengharapkan efek bola salju fan page (baca jadi fan karena latah).

Semakin banyak fan, emang efek ke klik situs resmi sih :)