Boxee

Boxee

Apa sih sebenarnya Boxee dan kenapa saya ingin bercerita tentang produk ini? Boxee, dalam definisi lokal berarti aplikasi media center yang potensial menjadi pemakan bandwidth yang tidak cocok dipakai di kebanyakan rumah. Sedang dalam konteks luar negeri definisinya menjadi: aplikasi media center yang mempunyai twist social network dan internet tv.

No Need For Cable Subscription

Apa sih TV kabel itu? TV kabel adalah TV minus komersial yang tampak agak menyenangkan walau sebenarnya tidak karena kita tak bisa menentukan kapan mau menonton apa, kecuali untuk event live yang eksklusif.

Boxee? Any time anywhere. Kita bisa menelusuri koleksi audio video yang ada di harddisk (lokal atau remote) dan memutarnya setiap saat. Tidak perlu menunggu kapan TV kabel memutar ulang IronMan, saat ini juga kita juga bisa memutarnya. Boxee is best combined with widescreen, jadi pengalamannya akan beda dengan memutar movie player di laptop atau desktop.

Tapi, bukankah  koleksi kita mungkin tidak sebanyak koleksi milik HBO, StarMovies, dll combined? Kalau memang mengonversi koleksi DVD ke bentuk digital terlalu merepotkan, sedangkan Anda tidak punya banyak koleksi digital dari internet, poin berikutnya bisa jadi pilihan.

Apps, We Have It As Well

Netflix ternyata ada dalam daftar aplikasi Boxee. Seperti yang pernah diulas NavinoT beberapa waktu lalu, Netflix adalah aplikasi untuk rental DVD online. Tidak sebatas pesan antar tapi Anda juga bisa langsung memutar film-film yang Anda sewa langsung lewat internet. Kalau ada bandwith, kita bisa langsung memutar playlist kita di Netflix lewat Boxee.

Tidak berhenti di Netflix, Boxee juga mendukung Last.fm. Kita bisa browse tag lagu di Last.fm lalu memutarnya langsung di Boxee. Saya tak yakin kenapa masih bisa diputar karena seharusnya Last.fm sudah berbayar. Entah karena kita memakai Boxee atau karena masih mendapat 30 free tracks.

Selain itu masih ada Facebook, Flickr, Twitter dan banyak aplikasi lain.

Still Missing, Or I Haven’t See

Yang masih hilang, menurut saya adalah efek social networknya. Mungkin karena saya belum menghubungkan akun Facebook dengan jaringan Boxee. Jika dilihat dari screen estate tampaknya akan menyebalkan untuk melihat banyak update dari jaringan kita. Fitur menonton bersama (via online) tampaknya juga belum kelihatan. Either still hidden or not, saya yakin fitur ini ada di roadmap mereka.

Beberapa glitch juga masih ada termasuk soal usability. Desainnya sebenarnya sudah bagus, namun memindahkan paradigma menavigasi aplikasi di komputer ke tv tampaknya memerlukan beberapa perbaikan. Bagaimana cara kembali ke layar sebelumnya, di mana bisa menemukan home screen, dll. Petunjung navigasi ini tidak bisa ditemui di awal instalasi namun akan segera diketahui setelah beberapa jam mencoba.

Opportunity

Mirip dengan fenomena mobile internet boom, kemungkinan kita juga tak akan bisa melihat Boxee versi Indonesia namun akan ada pengganti tren yang mirip. Melihat Boxee yang sebenarnya juga tidak jadi big hype, masih ada kemungkinan untuk menjadi tren di lokal. Biasa kan, yang gak laris di luar justru nge-boom di lokal.

Melihat poster startup Indonesia yang dibuat DailySocial tempo hari, sepertinya peluang untuk aplikasi yang berfungsi sebagai hub masih terbuka.  Magic keyword-nya masih tetap nih: social, API, mashup. If there were Boxee in Indonesia, aplikasi apa saja ya yang masuk? Beoscope, Koprol, Kaskus?

Oh ya, Boxee itu dibangun dari XBMC, aplikasi media center open source. Mantranya mungkin: Reuse, enhance, profit!

PS:

The bandwidth heaven is definitely going to be here, soon or later.

Comments are closed.