Did Apple Just Screw RIM (And Everybody Else)?

Did Apple Just Screw RIM (And Everybody Else)?

Baru beberapa hari kemarin saya menulis tentang fenomena Blackberry. Bahkan diskusinya sendiri belum selesai, atau mungkin tak akan pernah selesai. Sekarang ternyata kita harus berhitung kembali setelah Apple mengeluarkan iPhone OS 4.0 developer preview. Apakah Blackberry masih akan berada di atas angin?

Multitasking

“Koki terbaik adalah perut yang lapar”, demikian saya mencatat tweet @pamantyo di Twitter. Konsep multitasking yang ditawarkan Apple sebenarnya tidak sama dengan konsep multitasking yang selama ini kita jumpai. Dalam konsep Apple multitasking belum tentu timeslicing cpu cycle. Program yang mengalami multitask di iPhone ibarat dibekukan dan dipindah ke belakang layar. Kalau Anda familiar dengan Unix, tentunya Anda akan ingat perintah fg dan bg. bg (Ctrl+Z) mengirim aplikasi yang sedang jalan ke belakang layar dan membekukan prosesnya. Download akan terhenti, animasi terhenti, almost everything is stopped. Almost karena dengan menggunakan API tertentu proses yang diminta akan tetap dieksekusi dibelakang layar.

Tidak seperti dalam desktop dimana semua aplikasi akan berjalan secara penuh tanpa dibekukan. However, justru pendekatan ini yang lebih tepat diterapkan pada perangkat yang sensitif dengan penggunaan baterai dan kekuatan prosesor.

Sekarang iPhone 3GS dan iPad jadi lebih hebat daripada Nokia 3500 yang tak bisa multitasking. Blackberry tampaknya juga punya metode yang mirip walau saya tak yakin apakah aplikasi juga dibekukan demi alasan performa. Blackberry pasti akan menyusul, kalau tidak tersandung IP 😀

Push Notification

Faktor ini jadi senjata utama Blackberry (ditambah dengan infratruktur dan teknologi kompresi) yang sering dibanding-bandingkan dengan smartphone (lain).

iPhone OS 4.0 membawa fitur push notification, via internet dan juga lokal. Sekarang Apple jadi agak lebih setara dengan Blackberry untuk urusan messaging. Dalam soal aplikasi, ini berarti Apple punya banyak ruang kosong yang bisa diisi aplikasi baru dengan memanfaatkan fitur ini.

Social (Gaming) Network

iPhone OS 4.0 membawa fitur Game Center yang memungkinan seorang player menantang player lain yang setara, mengundang teman untuk bermain bersama, atau melihat perolehan score antar teman. Fitur ini bukan hasil cloning Facebook, namun hasil fokus pada ekosistem gamer yang ada di iPhone. Which is a clever move. You don’t need to do (copy) everything. Tidak ada produsen lain yang punya fitur ini.

iAd

Nobody gets it, but Apple. It’s like rich media, but it has no Flash at all. No heavy weight stuff. Pendekatannya mirip dengan iklan rich media. Cuman dalam iPhone OS 4.0 fitur ini jsutru built in dalam OS. Dan penampilannya non obstrusive. Akan muncul sebagai banner yang jika diklik baru akan mengambil alih layar untuk menampilkan konten iklan. Sepertinya fitur ini adalah yang pertama dalam dunia mobile app. Developer pun akan makin tertarik karena peluang revenue bertambah dan tidak bergantung pada penjualan aplikasi.

Lesson learned? Saya serahkan pada Anda untuk menarik kesimpulan di kotak komentar.

PS:

Gak kalah bikin ngiler dari iPhone OS 4.0, Goorme.com sudah diluncurkan sehari sebelumnya.

Comments are closed.